Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 54 | Ancaman Aksa


__ADS_3

...----------------...


Troy berjalan membawa Tasnya keluar dari mobilnya, sesampainya di Indonesia, Troy tidak pulang ke rumah Tania, ia lebih memilih kembali menginap di Hotel untuk menenangkan pikirannya.


Dia baru saja mengantarkan Tania, Albar dan Gralind ke kost-an sebelum bertolak kembali ke hotel tempat dia akan menginap.


Langkah kaki Troy kini berada di koridor menuju kamarnya, pikirannya masih terpikir oleh masa lalunya yang muncul dalam mimpinya sewaktu di pesawat tadi, hal ini membuat dia tidak ingin berdua dengan Gralind dulu setidaknya sampai besok.


Troy merogoh tas mengambil card smartdoor miliknya kemudian membuka pintu hotel, setelah masuk ke dalam, Troy melepas baju dan jaketnya, menaruh tas di sofa kemudian merebahkan diri di ranjang.


DRT!


"Huh?" Troy melirik ponsel yang ada di sebelahnya, sebuah panggilan masuk. "Allan?"


Troy bangkit, ia meraih ponsel dan menyandarkan dirinya di punggung ranjang, sebuah panggilan video call dari Allanpun ia angkat.


"Halo Dad!" sapa Allan tersenyum kepada Troy yang sedang menatapnya via monitor. "Daddy sudah tiba di Indonesia?"

__ADS_1


"Sudah, baru saja, ada apa?"


"Tidak ada, Allan hanya rindu dengan Daddy, apakah Daddy ada masalah?" tanya Allan kepada Troy.


Troy mengulas senyum dan menatap mata binar sang anak. "Tidak ada, Daddy sedang baik-baik saja."


"Hatiku bilang Daddy sedang sedih, ada apa, Allan siap menjadi pendengar yang baik," ucap Allan polos. "Daddy tahu."


"Iya?"


"Aku sudah mempunyai cita-cita, kata Amma dan Appa, cita-citaku bagus."


"Pengen jadi Lawyer yang sukses, biar bisa menegakkan keadilan dan membela yang benar, pengen sukses dan banyak uang, biar bisa ke Indonesia nemuin Daddy," jelas Allan membuat Troy mengulas senyum tapi sakit.


Troy menghela napas kemudian mengusap monitor layar ponselnya yang menampilkan wajah Allan. "Daddy akan pulang secepatnya."


"Aku akan menunggu, kalau begitu sudah dulu yah Dad, see u!"

__ADS_1


"See u my boy!" jawab Troy mematikan sambungan telepon tersebut. "Daddy janji."


Kalimat terakhir Troy sangat pelan, bahkan nyaris tidak terdengar, Troy menaruh ponsel di sampingnya, mengangkat kedua tangannya merenggangkan badan, sebelum suara ketukan pintu terdengar.


"Siapa?"


Tidak ada jawaban, Troy berdiri, dia berjalan membuka pintu untuk menemui sosok yang sedang berdiri di hadapan pintunya. "Siapa-" Kalimat Troy terpotong saat ia mengetahui sosok di depan pintunya. "Om Aksa?"


"Apa yang sudah kamu lakukan sama Tania, kenapa dia nangis begitu?" tanya Aksa mendorong masuk Troy ke dalam kamar.


Troy diam sejenak menatap wajah mertuanya itu. "Melakukan apa?"


"Kamu melakukan hubungan badan dengan wanita lain sedang kamu sudah bersama Tania, saya izinin kamu selingkuh kalau kamu merasa butuh itu, tapi gak sampai melakukan sejauh itu, kamu mikirin perasaan Tania gak sih, kamu hargain saya gak?" cecar Aksa membuat Troy menatap tajam Aksa.


Troy membuang wajah dan siap mengeluarkan kalimatnya. "Mikirin perasaan Tania, Tania pernah mikirin perasaan saya gak? Hargain Om? Om pernah hargain saya gak? Sudah cukup saya menjadi pion untuk kesenangan pribadi Om, dan Om membela Tania? Om gak sadar kalau Om juga menjadikan Tania sebagai pion, pernikahan kami adalah sebuah tindakan agar seluruh harta Om tetap utuh, benar kan?"


Aksa terdiam, bagaimana Troy bisa tahu tentang ini sekarang.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa like yah :)


__ADS_2