Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 57 | Jadi, Mau Bagi Dua?


__ADS_3

...----------------...


Diantara Gralind, seorang Dosen muda yang sedang melakukan balas dendam, memiliki trauma terhadap hujan karena ibunya meninggal di kala hujan, dan dia hampir di per*kosa oleh pria dewasa membuat dia trauma dengan sentuhan pria.


Kecuali Troy, dia satu-satunya pria yang bisa melakukan sentuhan dengan Gralind, satu-satunya pria yang bisa menyentuh titik terdalam dari diri Gralind, satu-satunya pria yang mengisi 'hati' Gralind, mungkin.


Tapi sekarang, status mereka hanya hubungan diplomatik saling menguntungkan, Gralind menjadikan Troy partner balas dendamnya, awalnya dia hanya menginginkan Troy balas dendam kepada Tania saja, tapi bukan salah Gralind jika Troy ingin ikut serta membalas Aksa.


Karena Gralind tidak pernah meminta Troy untuk itu, Troy sendiri yang menyerahkan diri kepadanya.


Tok!


Troy mengangkat kepalanya saat dia mendengar suara ketukan pintu dari kamar hotelnya, badan yang awalnya lelah, seketika sirna, padahal mereka baru tiba di Indonesia hari ini.


"Kamu kan belum istirahat, kenapa harus kesini?" tanya Troy saat ia membuka pintu dan mendapat Gralind berdiri di depan pintu.


Gralind tidak menjawab, dia berjalan masuk ke dalam kamar Troy, ia tampak tidak terkejut menatap pecahan kaca di kamar itu. "Bapak mau keluar, makan es krim bareng aku yuk."


Troy berjalan ke arah Gralind, entah kenapa di mata Troy, Gralind kini adalah sosok gadis polos yang tidak mempunyai beban apapun.


Tidak ada jawaban dari Troy, Gralind bergerak mengambil beberapa baju dari Troy yang ada di tas milik Troy. "Ganti yah, nanti aku panggil Housekeeping buat beresin ini." Troy meraih baju yang di ambil Gralind kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Gralind berjalan menuju telepon khusus Staff hotel dan menelepon housekeeping. "Halo, ada insiden di kamar xxx ada kerusakan akibat kelalaian penginap, bisa dibantu bereskan dulu, nanti saya akan mengganti kerugiannya, oke, saya tunggu." Setelah menelepon Gralind memilih duduk di tepi ranjang menunggu Troy.


"Gralind?" Gralind menoleh ke arah Troy yang memanggilnya dia tersenyum pelan. "Saya sudah siap."


Gralind berdiri dan berjalan ke arah Troy, dia mengalungkan tangannya di leher Troy. "Hari ini gausah dibahas yah, lupakan aja kalau aku tahu bahwa Bapak Troy ada dalam penabrakan itu."

__ADS_1


"Kenapa?"


Gralind diam, dia sendiri tidak tahu alasannya, jika dia mau memberi Troy racun tapi dirinya sendiri tidak pernah berpikir untuk menyiapkan itu.


"Karena kita sama-sama korban!" Bohong, Gralind ingin mengatakan kalau dia menyayangi Troy tapi dia terlalu gengsi untuk itu. "Berangkat sekarang, aku tahu Bapak tertekan hari ini, aku janji bakal disamping Bapak, sampai dendam kita terbalaskan."


Troy tersenyum, keduanya berjalan keluar dari kamar hotel menuju tempat mereka biasa menghabiskan waktu berdua memakan es krim.


-


"Tatap aku!" Gralind memaksa Troy untuk menatapnya, pasalnya sedari tadi mereka ada di tempat ini Troy sama sekali takut menatapnya. "Bapak gausah merasa bersalah atas kejadian itu, gak ada nyalahin Bapak juga kok."


Troy terhenyak dalam pikirannya, kenapa Gralind seolah menjadikan beban terbesar Troy ini adalah hal yang tidak perlu dibahas.


Rambut Gralind yang berterbangan karena hembusan angin, karena posisi tempat mereka sedang memakan istri adalah di pantai, pantai pertama yang mereka datangi dulu.


"Saya menyesal Gralind, entah kenapa tiap saya menatap wajah kamu sa-" Belum selesai Troy melanjutkan ucapannya, Gralind sudah mencium bibir Troy dalam posisi berjinjit karena Troy lebih tinggi darinya, Troy terdiam tidak berkedip, setelahnya Gralind melepaskan ciuman itu.


Gralind meraih telapak tangan Troy dan menaruhnya di pipinya. "Gausah dibahas please, aku udah tahu ketakutan terbesar Bapak, aku berencana minta Bapak datangin anak Bapak kesini, siapa namanya, Allan?"


"Iya Allan, tapi kenapa?"


"Pendekatan, ah maksudnya biar dia bisa lebih dekat dengan Bapak, kan Bapak takut kalau Allan kenapa-kenapa disana, kalau dia disini Bapak bisa jaga dia lebih dekat."


Troy diam sejenak. "Kamu benar Gralind, Om Aksa mengancam saya hari ini."


"Ah aku sudah tahu, bukan Aksa kalau dia tidak mengancam," jawab Gralind. "Kita akan membalaskan semuanya, sampai tuntas."

__ADS_1


"Ada perubahan rencana?"


"Tidak ada, kita tetap menunggu hari Anniversary Bapak dan Tania, setelah dia selesai, kita bisa menyelesaikan sisanya, yaitu Om Aksa."


Troy tersenyum, Gadis dihadapannya sangat cerdas, jika Troy tahu kalau Gralind adalah dosen muda, sudah pasti Troy akan merasa wajar, kredibilitas Gralind tidak usaha diragukan lagi.


"Hah!" Troy menyenggol es krim Gralind sehingga jatuh ke pasir. "Jatuh."


"Nih, makan punya saya aja," ujar Troy memberikan es krim miliknya kepada Gralind, Gralind ingin meraihnya tapi tangan Troy menghindar. "Masa mau kamu makan sendiri."


"Bagi dua gitu?"


Troy menggeleng, dia meraih satu sendok es krim kemudian memakannya, setelahnya dia menarik Gralind ke dalam ciumannya sehingga Gralind bisa merasakan es krim yang sedang berada di mulut Troy.


Mereka berdua memulai bagian baru, bagian baru dari balas dendam mereka.


...----------------...


Ada yang ingat ga Gralind umurnya berapa? Author lupa wkwkw, btw jangan lupa like biar update cepet!


bonus:




__ADS_1


__ADS_2