Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 63 | Sudah Mutlak Niat Troy


__ADS_3

-


"Kok Papa gak nabrak sekalian sih sama anaknya, kalau anaknya masih hidup kan repot." Tania tampak melipat kedua tangannya di hadapan Aksa.


Aksa yang mendengar ocehan anaknya itu kemudian menatapnya tajam. "Papa sudah berusaha lagipula kenapa juga kamu tergila-gila pada suami orang."


"Ih! Kalau Papa gak mau biar aku aja yang lakuin! Papa tuh emang gak bisa di harap, pantas Mama ninggalin Papa." Tania meraih tasnya kemudian berjalan meninggalkan Aksa yang masih berada di ruang kerjanya.


Tania tampak meraih ponselnya kemudian menelepon seseorang, itu adalah Albar.


"Albar! Kamu dimana?"


"Di rumah, emang ada apa, Kak?" jawab Albar dibalik telepon.


"Kakak mau kamu sewa preman-preman buat perko*a seseorang, atau dilecehkan aja deh, biar dia gapunya masa depan, sekarang!"


"Siapa? Anak dari Kak Abraham?"


"Iya, dia baru aja datang ke rumah mau nemuin Bapaknya, kayaknya dia masih ada di sekitar komplek, kamu usahakan berhasil yah, jangan gagal."

__ADS_1


"Oke kak!" Albar mematikan sambungan telepon tersebut kemudian mulai menjalankan aksinya dalam mencelakakan Gralind.


-


Tania yang teringat dengan Flashback itu tiba-tiba tertekan dari dalam karena Gadis yang harusnya dia lenyapkan kembali lagi.


"Bagaimana! Sakit!?" Gralind berucap lirih, ia membuang wajah kemudian berjalan ke arah Troy. "Bukan salahku merebut suamimu."


Tania yang melihat itu kemudian berdiri, ia berjalan ke arah Troy juga dan berusaha meraih tangan Troy. "Mas, kamu gak serius kan, Mas, dia gak ngandung kamu kan?"


Troy melirik Gralind, dia sendiri tidak tahu pasti, tapi jika ini adalah salah satu permainan Gralind, kenapa tidak.


Tania terdiam, dia kehabisan kata-kata, dia tidak tahu harus menjawab apa sekarang, Tania berusaha mencari alasan. "Aku gak hamil Mas!"


"Bohong! Saya sudah tahu semuanya Tania jauh sebelum malam ini, dan sekarang kamu-" Troy memberi jeda kemudian berjalan ke hadapan Tania. "Katakan siapa ayah dari anak itu!" Troy meraih dagu Tania dan berkata dengan suara pelan. "SIAPA!" Kali ini Troy mempertinggi nada bicaranya.


Tania terguncang, dia sudah dipojokkan, dia menjatuhkan dirinya ke lantai dan bersimpuh di hadapan Troy. "Maafkan aku Mas, aku khilaf, aku gak sengaja, aku minta maaf."


Troy dia tidak bergeming, Tania masih diposisinya, beberapa menit terpekik, Troy langsung menghempaskan tangan Tania yang memegang kakinya.

__ADS_1


"Saya tidak bisa mentoleransi ini lagi Tania, saya sudah banyak terhina menjadi suami kamu," Troy menatap tajam Tania, ia memaksa tubuh Tania berdiri dengan cara meraih pundaknya. "Saya sudah membulatkan keputusan! SAYA TALAK KAMU!"


Deg!


Hening!


Gelap!


Talak itu keluar dari bibir Troy, memenuhi kepala Tania yang liar dalam imajinasinya sendiri, Tania menatap tajam Troy. "K-Kamu Talak aku?"


"Iya! Dan saya akan segera mengurus ini di pengadilan!"


"Oke! Kalau begitu! Kamu pikir aku gak bisa hidup tanpa kamu, kamu tuh cuma suami Figuran, aku bersimpuh bukan karena aku butuh kamu, harusnya kamu bersyukur jadi suami aku, tanpa keluarga aku, kamu gak bisa apa-apa! Sekarang angkat barang-barang kamu, kamu keluar dari sini, rumah ini milik aku, bukan milik kamu!"


"Tidak bisa!" Gralind, Troy dan Tania menoleh ke arah suara itu, seorang pria tampak berdiri di ambang pintu dengan sebuah kertas ditangannya. "Rumah ini sudah ditukar nama menjadi milik Diantara Gralind! Dan kamu yang harus angkat kaki dari rumah ini!"


"K-Kamu?"


...----------------...

__ADS_1


Tebak2 buah manggis yuk!


__ADS_2