Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 27 | Merajut Dendam


__ADS_3

Mau cerita :)


Novel ini gagal memenuhi retensi karya yang diberlakukan NovelToon, sehingga Novel sama sekali tidak dibayar untuk tetap terus update.


Tapi gausah khawatir walaupun demikian, author akan tetap update dan melanjutkan karya ini untuk kalian, jadi kalian bisa support dengan cara like dan komentar <3


...----------------...


Gralind menggelengkan kepalanya dan membenamkan wajah di dada Troy. "Kenapa aku yang terkesan antagonis dalam cerita ini?"


Troy mengusap kepala Gralind, dia terdiam, sejenak, sejujurnya Troy juga tidaklah sempurna dalam hal ini. "Karena kamu adalah, pemeran utamanya."


Gralind diam, dia masih betah membenamkan wajahnya di dada Troy, Troy yang merasakan bahwa pundak Gralind bergetar merasa ada sesuatu yang memuncak dari anak ini.


Dia menggendong Gralind dan mendudukkannya di counter dapur sebelum menarik kursi dan duduk di depan Gralind.


"Coba cerita, ada apa sebenarnya, Gralind?" tanya Troy mengusap pelan jemari Gralind, berusaha menenangkan Gadis itu. "Kamu bisa cerita semuanya, ke saya."


"Bapak, waktu Bapak Troy nikah sama Bu Tania, Bapak Troy tahu dimana suami pertama Bu Tania yaitu Ayahku?" Gralind menatap kedua pelupuk mata Troy atas pertanyaan.


Troy diam sejenak, berusaha mengingat sesuatu tentang hal ini. "Dua Tahun lalu, sewaktu saya tiba di Indonesia, saya langsung menikah dengan Tania, tapi saya tidak tahu dia janda karena ditinggal mati atau bercerai, yang saya tahu Ayah Tania itu, Om Aksa, memaksa Tania menikah dengan saya entah apa alasannya, dan ancamannya itu selalu meminta bahwa jika dia bercerai dari saya, dia akan memberikan harta warisan kepada anak dari Abraham, suami pertama Tania, dan anak itu adalah kamu."


"Saya heran, kenapa Om Aksa sangat mendesak Tania menikah lagi dengan saya bahwa saya tidak dijelaskan kemana Abraham, tapi saya pernah mendengar Om Aksa membicarakan anak Abraham dengan serius bersama Tante Lidya, istrinya," lanjut Troy.

__ADS_1


"Om Aksa?"


"Iya Om Aksa itu, Ayahnya Tania," jawab Troy mengambil ponselnya kemudian membuka galerinya memperlihatkan foto Aksa yang dimaksud. "Ini dia, kalau di pikir-pikir dia mirip sama kamu loh."


Gralind terhenyak, kemiripan darimana yang dimaksud dan kenapa nama Gralind dimasukkan dalam hak waris keluarga Aksa jika dia hanya anak bawaan dari suami pertama Tania, secara logis tidak usah sekalian, dirinya dan Aksa tidak ada kaitan darah, kecuali.


"Partner Swing!"


"Partner Swing?" Troy menatap Gralind lebih dalam lagi. "Sebuah perjanjian menyerahkan pasangannya untuk digagahi pria lain?"


Gralind mengangguk. "Mamaku dulu melakukan partner swing, dan aku anak hasil partner swing, Bapak Troy ngerasa gak sih kalau, kalau Om Aksa itu memaksa Bu Tania cerai dari Ayahku, Abraham, karena satu hal?"


Troy diam, Gralind berusaha menjelaskan dengan gamblang isi kepalanya, tapi ini hanya sebuah prediksi jika benar iya, maka fakta baru akan terungkap.


Gralind turun dari posisi duduknya, dia berjalan ke arah kulkas, mengambil air dingin dan meneguknya sampai habis.


"Tapi kalau benar Om Aksa kemungkinan ayah kandungku dari hasil partner swing, jadi Bu Tania itu?"


"Kakak kamu, begitu juga Albar, kalian hanya beda ibu," jelas Troy. "Saya speechless."


Jangankan Troy, Gralind saja speechless, kenapa dia baru terpikir sekarang tentang detail masa lalunya, maksudnya kayak HAI! GRALIND ITU ADALAH ANAK SIAPA!


"Kalau memang Ayahku, Abraham, masih hidup, dia memantau aku dari jauh, Pak, tapi apa alasannya memintaku berhenti balas dendam?" Gralind menjerit lemas di dalam batinnya sendiri. "Lalu ada konspirasi apa dimasa lalu yang gak aku ketahui?"

__ADS_1


Troy berjalan ke arah Gralind, dia menggendong Gralind ala koala, dan menutup kulkas yang Gralind lupa tutup. "Kita akan mencari tahu, tapi cepat atau lambat akan ada bom waktu yang gak pernah kamu pasang akan meledak."


"Diluar kawalan aku?"


"Benar, tapi abaikan itu Gralind, kita hadir disini untuk mendapatkan benefit satu sama lain bukan?" jawab Troy.


Gralind mengangguk, Troy tidak melanjutkannnya, dia mencium bibir Gralind lembut, membuat Gralind membalas membalas ciuman itu.


Setelah cukup lama berciuman, keduanya melepas ciuman bersama dan duduk di meja dalam keadaan Troy memangku Gralind.


"Kita sudah merajut dendam Gralind, pertama balas Tania, kemudian Abraham, lalu Om Aksa jika memang dia adalah partner swing, ibumu."


"Kenapa Om Aksa?"


"Kalau dia adalah partner swing ibumu, berarti dialah penyebab perceraian orang tuamu, lagipula dia jugalah penyebab terbuangnya dua tahun sia-sia saya bersama Tania, sampai kapan saya harus balas Budi," Troy tampak menunjukan ekspresi serius.


"Jadi."


"Kita balas mereka yang membuat hidup kita berantakan, satu demi satu," bisik Troy, terdengar sarkas, tapi Gralind tersenyum puas, tampaknya dia sudah berhasil merajut dendam yang sama di hati Troy.


...----------------...


Kenapa yang balas dendam harus terlihat jahat? Mereka hanya mencari keadilan~

__ADS_1


__ADS_2