Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 72 | Akan Saya Hukum Dia


__ADS_3

"Ngawur!" ujar Troy berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya, Albar yang mengetahui itu segera menutup laptopnya dan berkata. "Kan bisa aja itu pesan dari, Tuhan?" Troy berhenti melangkah saat Albar mengatakan itu.


Troy berpikir sejenak, apakah mungkin, tapi menurutnya itu tidak mungkin, bagaimana bisa dia hamil sedang mereka hanya melakukannya sekali.


"Kalau Gralind beneran hamil, gimana?" tanya Albar kemudian, Troy menatap Albar dalam. "Bang Troy kok gak dijawab?"


"Saya bakal susul di ke Semarang, terus-"


"Terus apa?" Albar kembali mempertanyakan ucapan Troy yang terpotong. Troy berjalan ke arah kamarnya dan menutup pintu sembari berujar. "Dan saya akan hukum dia, berani-beraninya dia ngandung benih saya, haha, sudah sana kamu mandi, katanya ada kuliah!"


Albar hanya menggelengkan kepalanya pelan kemudian membereskan laptopnya, dia menanti kabar yang akan menjungkir balikkan hidup Troy sebentar lagi.


"Lihat aja, nanti," gumam Albar berjalan ke arah kamarnya.


-


Setelah selesai bersiap-siap, Albar segera keluar dari kamar untuk berangkat ke kampus. "Bang Troy, Albar jalan duluan yah, rumah jangan lupa dikunci." Albar memakai sepatunya kemudian melirik ponsel yang ada di sampingnya.


"Iya! Abang lagi pakai baju ini! Kamu kalau mau berangkat duluan, gapapa!" teriak Troy dari dalam kamar.


Disaat Albar sedang memakai sepatunya, sebuah kepala muncul dari pintu membuat Albar mengangkat kepala. "Febby?"


"Kak Albar cihuy! Febby udah kelar nih cetak fotonya," jawab Febby berjalan masuk ke dalam kamar dengan pelan agar tidak ketahuan Troy. "Kamar Febby bulan depannya lagi, Kak Albar yang bayarin kan?"

__ADS_1


Albar menerima sebuah foto yang diberikan Febby kemudian memberi jempol. "Bagus, tumben kamu konek, nanti aku yang talangin."


"Sip! Tapi Kak, kok gak Gralind sendiri yang bilang ke Mister Danta kalau dia tekdung, kan gak perlu repot."


Albar melirik sekitar dan menaruh telunjuk di bibirnya. "Gralindnya gak mau, ini aja aku kongkalikong sama asistennya, Gralind."


"Hah, kok bisa?"


"Udah sana, nanti saya jelasin lagi, keburu Bang Troy keluar, sana-sana," Febby paham ia kemudian berjalan keluar dari rumah pribadi Troy.


Sementara itu Albar segera bangkit dan berjalan ke arah meja makan, dimana disana sudah ada tas Troy, Albar memasukkan amplop coklat berisi foto hasil test kehamilan Gralind ke dalam sana.


"Beres! Kutunggu tanggal mainnya, Bang!" Albar melarikan diri sana, berpura-pura tidak tahu dan siap mengawal kisah cinta Troy dan Gralind.


"Ah! Makasih Albar, aku gak bisa ngasih tahu langsung ke Bapak Kost itu karena takut Gralind marah, jadi kita harus main kode-kodean gini, moga aja, Bapak Kost itu peka yah!"


"Pasti peka kok," jawab Albar. "Kalau begitu aku harus ke kampus dulu yah, mau ngajuin cuti."


"Buat apa?"


"Ke Semarang lamar kamu!" jawab Albar bercanda. "Bercanda Vin, dampingi Bang Troy lah kan kayaknya bakalan ada yang berangkat dadakan ke Semarang hari ini."


Tidak ada jawaban dari Vinoy, Vinoy yang ada diseberang telepon tampak langsung mematikan telepon, sedangkan Albar tidak berpikir banyak karena dia harus berangkat ke kampus.

__ADS_1


-


"Untuk hasil Desain dari bangunannya sendiri, saya sudah menyelesaikannya kemarin, Pak, sebentar saya ambil dulu," Troy yang kini sedang berada di hadapan klien-nya tampak menjelaskan dan mempresentasikan denah bangunan yang sudah dia buat.


Troy meraih tasnya kemudian membukanya mencari hasil desain miliknya, tapi bukannya denah bangunan, yang dia dapatkan malah sebuah- "Foto keterangan pemeriksaan kandungan, Diantara Gralind?" Troy tampak bertanya-tanya, bagaimana ini bisa ada disini.


Troy mengabaikan sejenak klien-nya dan fokus membaca hasil keterangan berupa foto itu. "Gralind, hamil?" Troy terdiam, bagaimana bisa foto ini ada disini, di tengah rasa penasaran dan terkejutnya, ia dikejutkan lagi oleh klien-nya yang melaburkan memikirkan Troy.


"Bagaimana, Pak Danta, apakah ada?"


Troy menghela napas sejenak kemudian mengontrol dirinya. "Maaf Pak, sepertinya saya lupa membawanya, bagaimana kalau kita mengundurkan dulu pembahasan kita ini, karena kayaknya saya ada urusan penting."


"Baik, Pak!"


Troy dan kliennya berdiri, mereka saling menjabat tangan sebelum akhirnya Troy berjalan keluar dari restoran tempat mereka bertemu, Troy masuk ke dalam mobilnya dan menelepon seseorang. "Albar! Pulang sekarang!" Setelah mengatakan itu, Troy mematikan sambungan telepon dan menjalankan mobilnya pulang ke rumah.


...----------------...


Berikan saya likeeeeeeeee


Like yah guys biar Performa kita semakin bagus soalnya akhir2 lumayan ga stabil :)


Seharusnya cerita ini Ending tampak KELANJUTAN kisah cinta Troy dan Gralind tapi karena satu keputusan yaudahlah yah, makanya harus rajin like biar ttp lanjut, Happy Ending tergantung performa.

__ADS_1


Ibaratnya rating kalau kalau rating rendah dan support pembaca kurang, novel akan dipaksa bungkus oleh pihak management :v Love u


__ADS_2