Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 36 | (Bukan) Dongeng Cinta


__ADS_3

Like! Like! Dan Like jangan lupa yak :)


...----------------...


"Gak bisa gitu, dong Bu! Kan Gralindnya disini nyewa satu tahun masa mau di usir gitu aja!" Febby tampak menghadang Tania yang sedang mengeluarkan barang-barang Gralind.


"Yang punya kostan ini siapa, kamu atau saya!?" jawab Tania menatap tajam Febby.


"Tapi kan yang punya kost ini, Bapak Troy, Bu Tania gak bisa semena-mena dong! Apalagi Gralind lagi ngampus!" jelas Jessica ikut di pihak Febby.


Sudah sehari semenjak kejadian kemarin, dimulai dari grebek, kejadian saat menonton basket dan perang dingin yang Gralind kobarkan sendiri, jadi wajar siang ini setelah kejadian panas semalam Tania mulai berulah.


Apalagi kemarin malam sewaktu Gralind dan Troy pulang, Troy enggan meladeni Tania sedangkan Gralind menutup telinga, membuat Tania kesal bukan main.


"Kalian ini semua apaan sih, mau saya usir juga!" teriak Tania pada anak kost yang lain.


"Yaudah usir aja!" Rea mengambil ponselnya. "Biar kita viralin sekalian, ibu-ibu kost ngusir anak kostnya tanpa kesalahan padahal udah dibayar satu tahun full, biar Bu Tania malu!"


Tania mendelik kesal, ia berusaha merebut ponsel Rea tapi tidak bisa karena kalah gesit dari Rea, Tania sedikit kaget kenapa anak kost disini tidak ada takut-takutnya lagi dengan dirinya selaku Bu Kost mereka.


"Saya ini, Ibu Kost kalian loh! Sopan!"


"Bu Tania memang Bu Kost kami tapi yang punya kost-an ini Mister Danta, kalau Bu Tania bisa sopan duluan kami bakalan segan," jawab Febby membuat anak kost lain bersorak setuju.


Glek.


Tania menelan ludah, kenapa anak kost disini tiba-tiba anarkis semua, ditengah situasi yang memanas itu, Gralind yang baru pulang dari kegiatannya sebagai dosen, lumayan terkejut saat dia melihat barangnya ada di luar.

__ADS_1


"Ada apa Bu Tania, guys ini kenapa?" tanya Gralind pada teman-temannya yang lain.


"Gatau nih Bu Tania, masa dia ngeluarin barang-barang Lind, kan udah gak iya ini," ujar Febby menjelaskan.


Tania melipat kedua tangannya. "Iya! Kenapa, kamu gak terima, mulai hari ini kamu bukan anak kost disini!"


Gralind menarik napas panjang, Tania benar-benar tidak menyerah, Gralind mengulas senyum setelah tarikan napas itu kemudian melepaskan kacamatanya.


"Teman-teman ini biar aku selesaikan sendiri yah, kalian bisa balik ke kamar masing-masing," jelas Gralind pada anak-anak lain.


"Yaudah Lind, nanti kalau Ibu-ibu ini ngamok teriak aja yah, Iki kudune damkar Iki," bisik Febby mengajak Jesicca, Rea dan Astrid untuk kembali di kamar mereka.


Sepeninggal anak-anak yang lain, kini hanya tinggal Gralind dan Tania, Tania masih mempertahankan keyakinan dirinya untuk mengusir Gralind keluar dari kost-nya.


Gralind menguasai dirinya, ini kedua kalinya Gralind di usir Tania, pertama saat Gralind kecil dan kali ini Gralind tidak akan tinggal diam.


"Minggir Bu, saya mau masuk istirahat," Gralind mengangkat koper yang di lempar Tania padanya. "Dan tolong kunci cadangan kamar saya di serahkan ke saya aja, ini sudah melanggar privasi."


Gralind menatap Tania. "Kost-kostan, Pak Troy." katanya. "Kalau saya gamau pergi gimana?"


"Kamu nantangin saya?"


"Ibu pikir, Ibu bisa menindas semua orang, saya tidak akan pergi dari tempat ini walaupun Ibu berusaha sekeras mungkin, kenapa, mulai takut tergeser sebagai status istri Bapak Troy?"


Gralind menekan kalimat akhirnya, untuk memberi kesal dramatisir dan intimidasi kepada Tania, Tania menatap Gralind kesal kemudian mendorong tubuh Gralind.


"Kamu jangan coba-coba untuk main-main sama saya yah, saya bisa bikin kamu menderita, lebih baik kamu tinggalkan Troy dan pergi dari sini!"

__ADS_1


"Haha!" Gralind tertawa puas, dia tersentil? Tidak! Gentar? Tentu tidak. "Kasian, Ibu pikir saya gentar gak akan sama sekali."


Hening! Tania dan Gralind masih bersitegang tatapan mata keduanya sangat memanas, sampai akhirnya Tania berdecak tajam dengan lirikan siap menerkam siapapun.


"Dasar pelakor! Kamu gak mikir yah kalau kamu baru saja menghancurkan rumah tangga orang lain, kamu baru saja menghancurkan dongeng cinta orang lain untuk membangun dongeng kamu sendiri!"


PLAK! Tania berpaling sembari memegang pipinya, sebuah tamparan tajam dari Gralind mengenai wajahnya, Tania diam dan menatap Gralind, siapa sangka.


"Jangan bicara tentang dongeng cinta dengan saya Bu, saya tidak sedang menghancurkan dongeng Bu Tania, tapi Bu Tania sendiri yang menghancurkan Dongeng Ibu! Apakah ibu berpikir bagaimana perasaan Pak Troy selama dua tahun ini? Tidak! Jadi dongeng apa yang Ibu maksud?"


"Lagipula kenapa Bu Tania merasa tersakiti, jika Bu Tania dulu adalah perusak dongeng orang lain."


"Maksud kamu?"


Gralind mengatur napas sejenak, air matanya seolah mau jatuh atas kalimat itu, dia menghampiri Tania. "Apakah Bu Tania sudah lupa, jauh sebelum Bu Tania merasa dongeng Bu Tania dihancurkan oleh saya, Bu Tania sudah menghancurkan dongeng orang lain! Dongeng seorang istri beserta anak perempuannya! Apakah Bu Tania tidak ingat!"


Tania membulatkan mata sempurna, dia mencerna baik-baik wajah dihadapannya, dia akhirnya menyadari satu hal. "K-Kamu, kamu anak Abraham!"


"Kenapa, baru sadar? Bu Tania baru sadar sekarang, sekarang Bu Tania mau apa?"


"Dasar kamu penggoda! Jadi kamu dibesarkan oleh ibu kamu menjadi penggoda!?"


PLAK! Sebuah tamparan telak kembali mengenai pipi Tania, kali ini Tania terjatuh ke lantai saking kerasnya tamparan itu.


"Ibu saya tidak pernah mengajarkan saya menjadi penggoda, menjadi simpanan Bapak kost bukan mauku, tapi sudah niatku, jadi jangan bawa-bawa ibu saya dalam masalah ini!"


Tania bangkit dia memegang pipinya sembari meringis. "Saya mencintai Troy, bukan begini cara kamu balas dendam!"

__ADS_1


"Huh? Cinta?" Gralind berjalan ke samping Tania dan berbisik pelan ditelinga Tania. "Jangan mengatas namakan cinta dalam segala kebusukanmu Bu, yang di dalam kepalamu hanya harta dan harta, ini baru peringatan awal, akan ada kejutan besar untukmu nanti, aku bukan penggoda, tapi kalau suamimu tertarik denganku, berarti aku ada something menarik."


...----------------...


__ADS_2