
Pria yang memakai jaket coklat itu berjalan masuk ke dalam rumah, Tania yang melihat itu masih mendelik tak karuan, Gralind melipat kedua tangannya, saat Pria itu berjalan ke arah Gralind.
"Ini Sertifikat rumah Tania dan Papa Aksa, semuanya sudah selesai, terimakasih sudah mau mewakili dendamku, Gralind." Gralind menerima map berisi proposal tersebut kemudian tersenyum.
'Tidak apa-apa Albar, senang bisa membantumu, terimakasih juga sudah berkontribusi," jawab Gralind kepada Albar, pria yang menjadi kaki tangan Gralind.
Troy terdiam sejenak, dia masih belum bisa mencerna semuanya, jadi Albar dan Gralind menjalin kerjasama sebelum ini.
"Jadi kalian berdua bekerjasama!?" tanya Troy yang mewakili pertanyaan Tania juga.
Albar yang berdiri di samping Gralind mengulas senyum. "Maaf Bang, selama ini membuatmu kesal, tapi kalau tidak begini, mana mungkin semuanya bisa berjalan dengan baik, kita menyimpan dendam yang sama."
"Dendam?"
Albar diam sejenak, dia berusaha menetralkan pikirannya saat putaran kejadian masa lalu itu masih teringat dibenaknya.
-
__ADS_1
"Mas! Aku gak mau cerai dari kamu, walaupun aku istri siri tapi kamu yang sudah menikahi aku, karena kamu yang sudah membunuh suamiku, Ayahnya Albar!" Seorang wanita bernama Nania tampak berlutut dihadapan Aksa, suaminya karena Aksa menjatuhkan talak kepadanya.
"Tidak bisa Nania! Aku membunuh suami kamu, karena dia ingin melaporkan kita ke polisi karena perselingkuhan kita, dan aku menikahi kamu secara siri hanya karena untuk hubungan semata, aku tidak bisa terus dalam pernikahan ini! Saya sudah memiliki istri dan anak!"
Nania terdiam sejenak, ia masih bersimpuh di hadapan Aksa. "Mas, aku mohon."
"Gabisa! Sebagai bentuk tanggung jawab, aku akan membawa Albar, karena aku sangat menginginkan anak laki-laki, tapi untuk menjadi suami kamu! Aku tidak mau!" Aksa menggendong Albar yang waktu masih berusia delapan tahun.
Albar yang masih kecil tidak tahu apa-apa, malam itu hujan, dia dipisahkan oleh ibu kandungnya dan dibawah oleh ayah tirinya, sesampainya di rumah keluarga besar Aksa.
Istri Sah, Aksa mengetahui bahwa Aksa telah menikah siri dengan wanita lain, ia juga pergi meninggalkan Aksa, sehingga Aksa harus membesarkan Tania dan Albar berdua.
Semua dendam dia simpan sendiri, dia telan sendiri dalam-dalam.
-
"Setiap Minggu, aku harus ke rumah sakit jiwa menemui ibuku yang bahkan sudah tidak mengenaliku, ini karena ulah satu pria! Yaitu Papa Aksa! Dia sudah banyak menghancurkan mimpi anak lain," Albar tampak terdiam sedih saat ia baru saja menceritakan semuanya kepada Troy. "Sampai akhirnya aku bertemu Gralind, di hari pertama dia menjadi anak Kost, dia menemuiku dan ternyata sudah mengetahuinya kisahku, sehingga aku setuju dalam rencana balas dendam ini!"
__ADS_1
"Jadi kamu!?" Tania tergantung saat mengucapkan itu, Gralind berjalan ke arah Albar dan mengusap pundaknya.
Gralind menghela napas sejenak dan menyulam senyum terbaiknya.
"Albar adalah-" ucap Gralind tergantung. "Bom Waktu yang sudah aku tanam dari dalam!"
Gralind berjalan ke arah Tania. "Setelah Bu Tania menyuruh Albar mencelakai ku dulu dengan menyewa preman, Bu Tania tahu siapa yang membebaskan ku? Dia adalah Albar sendiri, dia masih memiliki hati! Tidak seperti Bu Tania! Yang sudah batu!"
Tania terdiam, dia bergejolak sendiri dengan batinnya, dia menatap Albar sejenak. "Jadi bagaimana dengan kandunganku, rencana kita?"
Albar mendesah malas. "Itu semua kepalsuan, aku sengaja melakukan semua ini, menghamilimu adalah bentuk balas dendam kami, bagaimana rasanya, itu yang dirasakan Gralind dahulu, saat kamu menyuruhku untuk menyewa preman supaya bisa menghancurkan masa depan Gralind."
Tania mengerti sekarang, semuanya hanya pengalihan isu! Pantas saja saat ia dibawa oleh petugas hotel itu, Albar tidak berusaha mencarinya.
Kisah kasih Gralind dan Troy hanya pengalihan isu, Tania berusaha menjinakkan Bom waktu yang dia pikir ada di Troy dan Gralind, tapi ternyata Bom waktu adalah Albar! Orang yang dia kira ada di kubu-nya.
"Dan Bu Tania? Ah apakah masih pantas kusebut 'bu' maksudku Tania, kamu sendirian!" Final Gralind tersenyum sinis.
__ADS_1
...----------------...
Berhenti sampai disini? Oh tentu tidak wkwkw! Like! Biar update cepet!