Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 41 | Tepat Sekali!


__ADS_3

...Hanya aku yang persis merasa, bunga cinta masih harap cemas, walau ada yang lain telah hadir, hatimu yang terpilih....


...Nemu di catatan hariannya Gralind....


...----------------...


"Nah, akhirnya jadi, capek woi!" Febby duduk bersandar pada tembok dapur setelah selesai menghias tumpeng buatan mereka, sedang Jesicca kini sibuk mencuci bekas peralatan yang mereka gunakan. "Tahu gitu tadi beli yang udah jadi aja, kan."


"Gapapa Feb, biar Bapak Troy juga seneng karena hasilnya atas usaha kita sendiri kan?" jawab Gralind yang sedang membantu Jesicca. "Rea sama Astrid udah kalian kabarin belum?"


"Bener tuh Feb, udah kok, cuma mereka Astrid dan Rea ada kegiatan katanya jadi nginep di kampus, kita bertiga aja yah," jawab Jesicca. "Kamu udah ngabarin Mister Danta."


"Udah," Gralind menutup keran air saat tugas mereka sudah selesai. "Katanya Bapak Troy emang mau datang kesini nanti jam tujuh malam, ini udah jam lima, siap-siap sekarang yuk."


Jesicca dan Febby mengangguk, mereka bertiga kemudian kembali ke kamar masing-masing untuk segera bersiap-siap, saat Gralind masuk ke dalam kamar kostnya, ia segera menekan tombol di laptopnya yang menampilkan wajah Vinoy di monitor itu.


"Lama banget sih, gue jamuran nunggunya, jadi gimana?" ujar Vinoy malas.

__ADS_1


"Aku bakal ke liburan ke kota xxx lusa, jadi aku minta kamu pantau Papa Aksa selama aku gak ada disini," jawab Gralind melepaskan ikatan rambutnya kemudian duduk di ranjang. "Kamu mau nanya apa, gausah ditutupin gitu."


Vinoy menghela napas panjang, Gralind sudah menebaknya. "Sebenarnya gue cuma mau lurusin sih konfliknya jadi gini yah."


"Tujuan balas dendam lo itu ke Om Aksa dan Tania oke, alasannya adalah karena Om Aksa itu adalah Ayah Kandung lo, karena dia Om Abraham selingkuh, dan lo dendam ke Tania karena dia selingkuhan Om Abraham."


"Tepat!"


"Tapi pertanyaan gue, lo pernah gak mikir tentang apa alasan Om Aksa naruh nama lo di hak ahli waris, dimana harta Om Aksa tuh bakal jatuh ke tangan lo kalau Tania dan Bapak Kost lo itu cerai, dan kenapa syaratnya Tania harus tetap menikah?"


Gralind bangkit dari tidurnya, dia duduk sejenak memikirkan hal ini. "Jadi kuncinya sekarang ada di Ayah Abraham?"


Vinoy menjentikkan jari. "Bener banget! Lo harus cari tahu dulu apa alasan dari sudut pandang Om Abraham, kayaknya dia adalah kunci buat lurusin benang merah balas dendam lo, atau gak lo gali aja Bapak Kost lo, lo kan pernah cerita kalau dia ada ngobrolin sesuatu sama Om Abraham, dan gue juga yakin kalau ada sesuatu yang Bapak Kost lo itu gamau omongin ke lo."


"Ah! Pusing ah! Balas dendam tinggal balas dendam dibikin ribet! Aku cuma pengen Tania dan Papa Aksa menderita! Its simple!" Gralind bangkit dan mengacak rambutnya.


"Woles gila! Gue tahu, emang dalam cerita ini penjahatnya itu Om Aksa, Tania dan Om Abraham, kalau Om Aksa dan Tania udah jelas, tapi Om Abraham, lo ga aneh, dari lo orok dia sayang banget sama lo terus tiba-tiba dia gak ngakuin lo sebagai anak, harusnya kalau dia emang gamau ngakuin lo yaudah dari kecil aja sekalian, dari sini aja udah jelas kalau Om Abraham nikah sama Tania itu ada udang dibalik batu, dan dia sendiripun ga expect kalau nyokap lo bakal meninggal malam itu juga, coba deh lo buka hati buat Om Abraham, lo bicara sama dia."

__ADS_1


Vinoy ada benarnya, jika diteliti lebih lanjut sebenarnya seluruh balas dendam ini berkaitan. "Sebenarnya-"


"Sebenarnya lo cuma tahu tersangkanya tapi lo ga sadar kalau tersangka belum tentu bersalah," potong Vinoy. "Gini deh sebelum kita balasin kelakuan mereka terhadap lo dan nyokap lo, kita harus cari tahu apa kaitan satu sama lain, entah kenapa feeling gue bilang, Om Abraham tuh gak bersalah dalam cerita ini, dia-"


"Dia kenapa?" tanya Gralind pada Vinoy.


"Dia cuma blunder sampai salah langkah, gue udah mantau dia, dia emang udah muncul lagi tapi kayaknya Om Abraham gamau terlalu open, lo tahu kan kalau dua tahun lalu Om Abraham menghilang tiba-tiba, gue yakin ini ada sangkut pautnya sama Om Aksa, tapi karena Om Aksa takut melanggar hak warisnya sendiri, dia memaksa Bapak Kost lo nikah sama Tania, ada perjanjian antara Om Abraham dan Om Aksa yang Om Aksa gabisa terima jadi kemungkinan Om Aksa berusaha nyingkirin Om Abraham, dan gue yakin perjanjian itu menyangkut hak-hak lo sebagai anak kandung Om Aksa!"


Tepat!


"Aku ragu, aku bisa gak buka hati untuk Ayah Abraham, salah satu orang yang cukup aku benci, walau hanya sekedar bicara empat mata," Gralind duduk dengan keraguannya sendiri.


...----------------...


Ges mau curhat yah, novel ini udah 40 Bab dan aku tuh gak dibayar sama sekali yah kalian udah tahulah aku pernah curhat juga.


Dan aku udah legowo buat tetap lanjutin novel ini karena pembacanya banyak. Jadi Plis, jangan kendor likenya yah biar Novel ini Performanya tetap bagus dan ada alasan buat tetep lanjut sampai episodenya panjangggg! Luv!

__ADS_1


__ADS_2