Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 53 | Aku Berhenti Sayang


__ADS_3

"Mas! Dengerin dulu Mas, kamu kok tega sih ngelakuin hal itu sama Gralind dan kenapa dari kemarin kamu gak mau bicara sama aku?" Tania meraih tangan Troy yang sedang mengangkat tasnya di bandara.


Troy berdiri berjalan, dia menatap dalam Tania, ada dua alasan, pertama adalah dia kecewa dan yang kedua Tania hamil anak Albar. "Tidak ada, saya capek saja, kita bakal punya perjalanan jauh ke Indonesia."


"Mas!" Troy tidak menghiraukan panggilan Tania, dia tetap berjalan menyusul Gralind yang sudah lebih dulu berjalan.


Tania masih berdiri di tempat menatap ke arah Troy yang sudah menghilang dari hadapannya, Albar yang tidak jauh dari situ datang menghampiri Tania.


"Gimana ini, Mas Troy kayaknya udah dikunci banget sama Gralind, terus bagaimana kalau Gralind ngasih tahu Mas Troy kalau aku hamil anak kamu," ujar Tania kepada Albar.


Albar menghela napas panjang kemudian menatap dalam Tania. "Kita harus punya rencana lain, selagi Gralind tidak buka mulut tentang hal ini."


"Lalu?"


"Nanti saja, kita punya perjalanan panjang kedepannya, lebih baik kita pulang dulu ke Indonesia," Albar meraih tangan Tania kemudian membawa Tania berjalan menyusul Troy dan Gralind.


Hari ini adalah Hari kepulangan mereka di Indonesia, setelah hanya menghabiskan waktu dua hari disini, Tania dan Albar saja tidak menyadari apa niat Troy dan Gralind mengikutsertakan mereka disini, karena mereka tidak menyadari bahwa mereka disini hanya untuk menyaksikan malam panas Gralind dan Troy, tidak, hanya Tania yang menyaksikan.


-


BUGH!


"Om nabrak, siapa tadi?" Troy menatap ke arah Aksa saat Troy menyadari bahwa Aksa baru saja menabrak seseorang. "Om gak sengaja, ngelakuin ini kan?"

__ADS_1


Aksa memberhentikan mobilnya tidak jauh dari tempat tadi. "Kamu lihat siapa yang Om tabrak tidak?"


Troy menggeleng, tapi dia diam sejenak. "Tapi saya lihat anak yang bersama dia."


"Ah! Itu tidak penting, yang penting dia mati, sayang sekali anaknya tidak ikut mati, lebih baik kamu tutup mulut, Troy!" jawab Aksa menjalankan mobilnya kembali menjauh.


Troy yang saat itu masih berstatus Mahasiswa dan baru dua tahun di Indonesia tidak tahu harus bagaimana, tak lama kemudian Aksa memberhentikan mobilnya di depan rumahnya, ia menarik Troy keluar dari mobil dengan cara dipaksa.


"Kamu harus tutup mulut tentang kejadian ini, ini semua kesengajaan, tidak akan ada yang tahu kalau kamu tutup mulut!" ancam Aksa menatap tajam Troy. "Mulai sekarang kamu akan tinggal sepamanya disini! Sebagai jaminan kamu tidak boleh buka mulut, kamu tidak boleh kembali ke Denmark!"


"Selamanya?"


"Yah!"


"Anak! Dia itu bukan anak kamu!"


"Allan itu anak saya!" jawab Troy membuat Aksa tertawa mengejek.


Aksa berjalan ke hadapan Troy dan melipat kedua tangannya. "Saya sudah berbaik hati yah mau memberikan kamu penawaran kuliah di Indonesia dan membiayai kuliah kamu, karena kamu anak dari Anthony, sahabat baik saya! Apa kamu mau tinggal di Denmark, hidup dalam rasa bersalah kamu karena sudah membuat Adik kamu dan istrinya meninggal."


Troy diam. "Tapi Om, yang kita buat malam ini juga pembunuhan, dan saya tidak pernah membunuh adik saya!"


"Kamu pembunuh! Karena kamu Danto dan Claudia meninggal, apa kamu tidak punya rasa bersalah setiap melihat wajah Allan?"

__ADS_1


Glek. "Saya-"


"Saya sudah tahu jawabannya Danta! Saya hanya ingin melepaskan kamu dari rasa bersalah kamu dengan memberikan kamu tempat di Indonesia, jauh dari Denmark, tapi sebagai balasan, kamu harus menyimpan rahasia penabrakan malam ini, kalau sampai kamu buka mulut, saya tidak akan segan-segan melakukan hal yang serupa kepada keluarga kamu yang ada di Denmark!"


Aksa berjalan meninggalkan Troy, Troy diam, ia mendudukkan dirinya bersandar pada pintu mobil dan memegang kepalanya. "SAYA BUKAN PENJAHAT!"


"SAYA BUKAN PENJAHAT!" Troy membuka matanya, ia mengadaptasikan diri terhadap sekitar dan dia mendapati Gralind ada di sampingnya.


"Bapak? Bapak gapapa?"


Troy diam, ia berusaha menghapus mimpi yang terjadi tadi. "Saya gapapa."


Semua mata yang tadi memandang ke arah Troy karena mereka kini berada di dalam pesawat akhirnya mulai kembali ke posisi masing-masing.


"Are u Okey?"


Troy mengusap wajahnya dan menyugar rambutnya, dia menatap Gralind, tapi kenapa wajah yang dia tatap menciptakan bayangan wajah sedih seorang anak yang melihat ibunya meninggal, beberapa tahun lalu.


"Bapak?"


Troy menundukkan kepala kemudian memeluk Gralind. "I'm Okey but Sorry."


...----------------...

__ADS_1


Huh?


__ADS_2