SINAR BULAN

SINAR BULAN
12: Quality Time


__ADS_3

Rindu dan dendam yang menanti


Akankah cinta kan menepi ?


__________


Pov. E


 Ku pandangi stasiun yang semakin padat dengan orang lalu lalang. Apa dia meninggalkanku begitu saja. “cih, aku wanita apaan ? dipikirnya pengobat kesepian” gerutuku sebal.


 “mana mungkin, kau ku tinggal baru 10 menit tapi sudah merindukanku.” Ucap seseorang dari belakang. Heran atau menahan tawa dia berganti pakaian nampak lebih santai dibanding kemeja formal sebelumnya. “jangan tertawa, aku tau ini tak pantas” ucapnya membawa tasku pergi. Aku pun berlari mengikutinya.


Antara tak percaya kini di depanku ada jeep yang ditumpanginya. “ayo masuk” ajaknya memanggilku yang terheran. Aku hanya mengangguk dan menelan ludahku sebelum menganga kagum. Menjauhi stasiun kami pun pergi.


****************

__ADS_1


Pov.Yue


Sepanjang perjalanan dia menatapku, ku sunggingkan senyum terbaikku berharap memberi kesan padanya. “dengan pakaian seperti ini, anda membawa saya kemana tuan ?”. “menurutmu ?” tantangku


 “pakaian itu terlihat lucu, anda nampak seperti badboy, ha ha ha”, “ledeklah sesukamu” ucapku menyeringai. “apa kau pernah naik jeep?” ucapku memarkir jeep disebelah jalan. “ya..? jeep ? tidak, ini pertama kalinya” ucapnya malu.


“haish... pantas saja” ucapku segera meraih sabuk pengaman dan memasangkannya. Tubuhnya menegang, jarak kami hanya beberapa centi. “tenanglah aku tak melecehkanmu” ucapku menarik diri usai tombol klik terakhir terpasang. Dia masih terpejam, sengaja ku pedal gas dan melaju.


“kau ingin membunuhku? Apa kau tak tahu itu tak sehat buat jantung! Kau menjalankan mobil yang baru saja berhenti dan melaju cepat tiba-tiba. Aku huh...huh.... huf..” ucapnya terengah.


Perjalanan kami kebanyakan melalui jalan bebas hambatan sebelum akhirnya mengerucut ke arah jalan bebatuan, dengan jeep ini medan jalan tidak terlalu berarti. Cukup 45 menit dan kami pun berhenti di perkebunan yang terletak berseberangan dengan pemukiman penduduk.


***********


Pov.E

__ADS_1


Jalanan yang jauh atau aku terlalu tegang. Kini didepanku terhampar tulip yang sedang bermekaran. Perkebunan ini sungguh luas. Tapi sekelilingnya tak ada bangunan kecuali pemukiman yang ada diseberang perkebunan ini. Hanya ada sungai, beberapa kincir angin dan jembatan yang tak terpakai. Sungguh tempat yang sepi dan terasa berdamai dengan alam.


 Lirikan tak sengaja memerangkapku pada pandangannya dia menatapku. Aku dibuatnya kikuk, rambutku pasti sudah seperti macan “jangan melihatku!” teriakku, diapun tak menyahut dan langsung keluar dari jeep ini. “ck..ck..ck pada seorang wanita kau begitu tak ramah” gumamku.


“kau akan seharian disitu atau turun?” tanyanya membuka pintu jeep. Oh.. kau menantangku. Lihat saja apa yang aku lakukan. “iya tuan, aku akan turun” ucapku.


*************


Pov. Yue


Niatku hanya membuka pintu jeep ini untuknya, tapi entah dia ceroboh atau apa. Jeep yang bagi seukuran dirinya terlalu tinggi tanpa aba-aba dia melompat turun “awas!!!” refleks aku menangkapnya, sial. Dia bukan ingin ku tangkap, didorongnya bahuku hingga kami jatuh tersungkur.


 “auhhh.. berat!” teriaknya “itu dialogku!” ucapku geram, jelas-jelas dirinya yang menimpaku tapi dia juga yang mengeluh. Pheww.


*************

__ADS_1


__ADS_2