SINAR BULAN

SINAR BULAN
8: Tulip


__ADS_3

Penantian, sebuah penantian


panjang itu ada ujung


namun,


bila kau tak ingat sosok itu


haruskah kau mengeluh pada waktu?


____________


Pov. Yue

__ADS_1


hari begitu pagi, tapi para anak didikku sudah bersemangat dan bersiap untuk latihan kali ini. "Jendral, apa benar anda akan disini menetap selamanya?" sapa Tom berlari kearahku. "bagaimana menurutmu?", "tentu karena suratku kan Jendral ?" sambung John berlalu mendahului. "baiklah nak, mungkin karena itu juga" ucapku berlari mendahului mereka berdua yang masih terkekeh.


1, 2, 3, 4, 5 putaran...


"kebun Tulip ini sanagt luas, ada maksud apa kalian mengganti lokasi olahraga pagi ini ?" tanyaku menghadang Tom dan John yang berlari santai. "keluasan yang ada ini seharusnya cukup membantu untuk Jendral menceritakan sesuatu." ha..ha..ha


"terserah apa katamu nak, ha ha ha.." ucapku tak mau melanjutkan pancingan mereka. "Jendral bagaimana perjamuan semalam ? saya mencium bau undangan sebentar lagi, ha ha ha..". "oh.. perjamuan yang cukup mengesankan. Tom, John olahraga kali ini aku mencuim maksud tertentu dari niat kalian" ku balik obrolan mereka yang mengintimidasiku.


ku lirik Tom dan John "tidak apa-apa tuan pengajar, kami sudah selesai silahkan tempat ini dipakai" ucapku mengisyaratkan pada Tom untuk mengajak yang lainnya menyudahi olahraga kali ini. "saya kembali ke markas dulu" ucapku undur diri. "tuan Jendral, terima kasih" ucap para pelajar itu bersamaan.


************************


Pov. E

__ADS_1


dag dig dug....


air keringatku bercucuran.


kenapa pak Simon begitu lama ngobrol dengan para tentara itu. ku genggam erat tas yang membawa perlengkapan melukisku. pandanganku tertuju pada perkebunan yang penuh tulip ini, tulip-tulip ini membiusku minta perhatian. mereka nampak cantik dan indah.


"tuan Jendral, terima kasih". teriak para temanku bersamaan. ku alihkan pandanganku pada sosok yang dipanggil Jendral itu. pheww.. hanya punggung yang berlalu. sebal. "tampaknya tuan Jendral sudah tua, sehingga buru-buru memunggungi kita" gumamku kesal karena penasaran.


"tugas hari ini menentukan kesempatan kalian yang ingin mengambil cuti berkeliling negeri Tulip ini." jelas pak Simon mempersilahkan kali mengambil tempat sesuai setting lukisan yang akan dibuat. dua lukisan, naturalis dan romantis ya tema itu yang akan kami usung kali ini.


perkebunan dengan bunga tulip yang bermunculan dan beberapa setting lain membuat ingin mencoba hal lain. aku ingin lukisan tapi tak bisu, lukisan yang punya keinginan untuk membicarakan dirinya sendiri. ya alam yang berinteraksi, memiliki keterkaitan emosi dengan penikmatnya, lukisan yang bercerita pada yang melihatnya.


*******************************

__ADS_1


__ADS_2