
ku hampiri sumber suara itu. Ku tatap pandangan Yanuar yang nampak bahagia.
“ada apa..?”
“ayok ke kantin kita ngobrol sambil makan”
“minggu kan tutup”
“yee..itu kan kantin sekolah. Kantin samping selalu buka” ucap yanuar menggandengku diikuti Jicob dan Ahn.
Aku duduk dihadapan Jicob, pandangannya lesu tak jauh beda dengan Ahn
“ada apa dengan kalian?”
“sudahlah. Ayo pesan makanan dulu” bujuk Yanuar mencairkan suasana
“aku siomay aja” ucap Jicob
“saya mi goreng telur ceplok” jawab Ahn
“aku soto” ucap yanuar
Mereka menatapku
“apa..?” tanyaku heran mengangkat alis tak percaya
“kau yang pesan dong" ucap yanuar menunjukku
“aishh.. ku kira kalian yang mengajak, kalian yang pesan” ucapku menggerutu sembari menuju ibu kasir.
“buk pesan soto, siomay, mi goreng telur ceplok semuanya satu-satu pedes semua, terus es teh , es jeruk satu sama jus alpukat satu”
__ADS_1
“cemilannya neng..?”
“itu apa buk..?”
“ini risoles”
“isiannya apa aja?”
“yang isi pisang cokelat 1500, yang isi sosis mayo 2000, yang isi fetuccini 3500, yang isi ayam teriyaki 5000, yang ori isi sayur telur 2500”
“semuanya satu-satu buk” ucapku sembari menyerahkan uang.
“berapa semuanya buk..?” tanya Jicob mengagetkanku
“kok pakek kartu..?” tanyaku heran melihat Jicob menyerahkan kartu ke ibu kantin
“itu kartu member kantin sini neng dapat diskon kalo sering bayar pake kartu ini” ucap ibu kantin semringah.
“disini”
“ok. Ditunggu ya” ucap ibu kantin menggoreng risoles, membuat minuman dan aku kembali duduk menuju meja temanku.
“Ahn bicaralah” ucap Jicob yang hanya diam setelah membayar semua makanan kami.
“hasil sidang tadi, kita semua dimasukkan anggota inti. Yanuar menjadi Si wang tahun ini.”
“serius..? kau yang harusnya mentraktir kami Yanuar” ucapku berkomentar
“diamlah” ucap Jicob tak mau bergurau
__ADS_1
“Jicob menjadi P.A tahun ini.”
“hebat kau Jicob”
“hebat apanya.. ini hanya akan membatasi diriku. Aku hanya akan dilibatkan dengan guru sosial dan BP saja. Aku akan jarang terlibat kegiatan kalian” jawab Jicob mengeluh
“aku menjadi Myeong im, kau Myeong ul.”
“aku harus denganmu selama satu semester ini...?” tanyak tak percaya pada Ahn
“ya. Kau harus bekerja sama dengan Ahn, bukan. maksudku Myeong Im, bahasa kasarnya kalian jadi bagian devisi yang menjaga markas, mendata markas serta merawat barang-barang milik anggota dan organisasi yang ada di markas” ucap yanuar menyela.
“oh. Tak apa” ucapku tersenyum mencoba berkompromi. Mereka bertiga ada itu bukan hal berat pikirku.
“ul..!” sentak Jicob berharap aku menolak atau apa dia memanggilku dengan gelar jabatan itu.
“ya. Aku tau. Ini hanya permainan organisasi. Kenapa harus marah. Semuanya teman kita bisa saling mengingatkan dan membantu kan..?” ucapku mencoba berharap Ahn bisa membuat Jicob tenang
“ya. Ul dan aku bisa saling berbagi tugas. Kau pikirkan saja urusanmu” ucap Ahn acuh sembari mencatat beberapa tulisan.
“aku yang cerewet, dan Im yang rajin mencatat. Aku juga punya banyak ide brilian untuk mengatasi pengeluaran minus yang harus ditanggung semua anggota.” Ucapku mencoba bersemangat.
Pertama kalinya Jicob dengan tatapannya yang dingin membuatku serba salah.
Aku merasa canggung, ingin mengganti topik tapi yanuar heboh dengan ponselnya sedangkan Ahn sibuk membuat catatan.
Aku hanya bisa melotot membalas tatapan Jicob hingga ibu kantin memecah kekakuan membawa makanan datang.
Karena obrolan ini semua yang ada di meja terasa hambar.
Aku tidak benar-benar bisa menikmati hidangan. Huh. Melelahkan.
__ADS_1