SINAR BULAN

SINAR BULAN
17: Rutinitas


__ADS_3

Sekilas aku tlah mampu


mengenalimu


Semenit aku tlah mampu menyadari


keberadaanmu


Tapi


Sehari tlah menyiram jutaan rindu


Kita bertemu


********


Pov. Yue


“senja datang lagi” ucapnya menatap pantulan mega dibalik aliran sungai. “ayo” ucapku bangun dari pangkuannya. Seharian yang penuh dengan emosi beragam, kamipun berjalan menaiki


Jeep dan kembali ke stasiun.


Pertengahan jalan dia hanya diam, seakan ada jarak diantara kami berdua. “apa kau bosan?” tanyaku memecah keheningan. “tidak” ucapnya singkat.

__ADS_1


Pukul 7 malam kami sampai di stasiun, menunggu di dalam gerbong perjalanan kereta malam. Ku tatap dirinya hanya diam sekali ingin aku berbicara namun jawaban singkat saja yang dilontarkan.


 “apa rencanamu esok ?” ucapkulagi. “aku esok mulai masuk sekolah lagi tuan Jendral”, “oh.. bagus kalau


begitu” Ucapku tersenyum.


Dia menatapku antara heran atau sedih “tenanglah kita akan bertemu kembali” ucapku meyakinkan. “apa aku akan pulang ke negara Sia? Kapan kau pulang tuan Jendral ?” ucapannya mendeskriminasiku, aku terbungkam.


“ah maaf aku terlalu lancang”ucapnya menutup mulut. “tuan aku harap kita bisa ngobrol lagi walau sebentar, seminggu lagi waktu belajarku disini sudah berakhir. Aku akan kembali sekolah di negaraku. Ku harap tuan sudih mengantar dan ngobrol denganku” ucapnya menatapku. Tatapannya kosong membuatku tak tau apa maksud dibalik ucapannya. “ya, tentu” jawabku yakin.


Pukul 2 dini hari, kami sudah sampai di stasiun tempat awal keberangkatan. “aku antar kau ke asrama” ucapku meyakinkan “tidak sopan tuan Jendral. Saya bermalam sebentar disini saja.” Ucapnya duduk di tempat antrian. “ya baiklah aku mengalah padamu” ucapku.


____________


Pov.E


 “kau, terima kasih sudah menemaniku membuang waktu” ucapnya bermonolog. Aku terpejam walau belum tidur tak berani lagi berbuat ulah padanya. Aku terlalu ceroboh.


“entah kau mendengar atau tidak aku ingin bercerita denganmu, hari ini aku akan pergi ke Rotterdam dan beberapa tempat lain. ada berkas negara yang harus aku ambil sebelum melapor ke kantor pusat. kau tau ? pangkat Jendral yang kau panggil untukku sebentar lagi tidak berlaku, ya bukan artian buruk tapi aku akan ditugaskan di kantor pusat setidaknya mengisi kekosongan dibagian kedutaan. Mungkin kita bisa bertemu entah kapan lagi, kau tau kan tugas kedutaan ? terkadang akan berkunjung ke beberapa negara untuk urusan. Jika kelak ada kesempatan kembali ke negara Sia aku akan mengambilnya untuk berjumpa denganmu” ucapnya. Ini pertama kalinya dia berbicara begitu panjang, ada rasa berat yang menindih ulu hatiku, pikiranku bebal. Ya tentunya air mataku akan merebak.


“kau menangis? Apa kau belum tidur ?” tanyanya aku berpura diam dan menghela nafas besar. Obrolan tentang perpisahan hanya menyakitkan. Sebal.


Teng...teng....teng

__ADS_1


Ku buka mataku aku tertidur di kursi panjang antrian. Dia telah pergi, tak apa memang sudah seharusnya. “semangat!! Kau juga harus sekolah, sebentar lagi aku pulang ke negaraku beri waktu terbaikmu. Semangat” ucapku bermonolog. Aku bawa tasku dan berlalu pergi menuju asrama.


__________


Pov.Yue


Baguslah dia sudah pergi,setidaknya dengan meninggalkan dirinya sendiri tak berpamit lebih mudah melupakan aku. Biar dia memandangku pecundang atau apalah tak apa.


 Aku langkahkan kaki menuju markas, waktunya kembali ke dunia nyata. Pilihanmu Yue


“Jendral, selamat datang” sapa anak didikku di halaman markas. Ku balas dengan senyuman dan melambai berlalu memasuki markas.


“Tom, segera siapkan Jeep untuk keberangkatanku” ucapku melihat Tom yang masih bermimpi.


“aihhh, Jendral anda kembali. Maaf aku barusan pulang. Segera Jendral saya siapkan”


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu kamarku, “Jendral saya John ingin melapor”, “ya masuklah” sahutku sembari mengenakan  dasi dan jas dinas. “anda\ tidak istirahat sebentar Jendral ?” tawar John, “apa yang ingin kau laporkan John ?” tanyaku.


“kami hanya mendapat 50 anak\ didik untuk jalur khusus militer ini Jendral. Maaf”, “teruskan pencarian, daerah sebelah Barat ku kira masih belum menyeluruh” ucapku sembari memakai sepatu.


“awalnya banyak yang terdaftar Jendral tapi ada beberapa yang terlibat kasus pemalsuan data. Sebagian lagi menitipkan beberapa karena kolega mereka disini”, “aku tau tidak salah menunjukku John. Tetap laksanakan dengan teliti, tidak peduli latar belakang mereka” ya, asalkan mereka tahan dengan tekanan, dan pelatihan yang ketat mengirim mereka jauh dari kerabat juga sama saya, terpenting jiwa patriotisme mereka harus tangguh.

__ADS_1


 Sebuah tawaran yang sebanding bukan ?, mereka memperoleh fasilitas publik, status, tunjangan hidup hanya dengan syarat mereka melepas kepentingan demi menyatukan visi misi. “tapi Jendral untuk anak-anaki yang bukan wilayahnya ?” ku tatap John dan ku tunjuk diriku sendiri. “baik Jendral saya paham” ucap John menunduk. Aku yang bukan anak negeri ini, bukti nyata bukan jadi penghalang. Ku harap kau paham John, batinku sembari berlalu menaiki Jeep dan menancap gas menjauhi markas.


____________


__ADS_2