SINAR BULAN

SINAR BULAN
vol 2 E: 5


__ADS_3

Devisi B tentang aturan dan tata tertib organisasi. Banyak atribut yang dibebankan untuk anggota dan beberapa bersumber dari dana pribadi. Aku tak seberapa paham alasan mereka tapi pihak sekolah tidak membantah ku anggap itu hal yang lumrah.



Devisi C tentang keuangan dan pengelolaan sedikit mengejutkan. Rincian yang begitu banyaknya dengan angka-angka minus yang belum terselesaikan.



“rapat kita tunda hingga selesainya jam coffee break” ucap moderator mempersilahkan kami berpindah menuju ruang dengan meja melingkar.



Dug... “ah maaf saya tidak sengaja” ucap seseorang dari belakangku saat mengantri mengambil jamuan. Ku hanya membalas dengan senyuman.



“hei” lambai Jicob mengkodeku untuk menghampirinya. Dia duduk dengan Ahn dan satu temannya lagi yang tidak ku ketahui namanya.



“permisi..” ucapku sembari duduk diantara Jicob dan Ahn



“bagaimana menurutmu acara ini..?”



“cukup melelahkan Jicob. Kau sendiri..?”


“he..he... biasa saja. Kau akan paham alurnya jika terbiasa”



“kau sendiri bagaimana Ahn..?” tanyaku mencoba akrab



“kau sudah tau tidak usah bertanya lagi” jawabnya sembari menyeruput kopi mocca.



“aku boleh mencicipi kopimu..?” tanyaku mengambil paksa milik Ahn



“uhg.. ngilu. Manis sekali, kau minum kopi apa makan permen kopi Ahn” ucapku mengembalikan



Diambilnya ganti latte kesukaanku



“pahit. Sepahit hariku karena melihatmu” jawab Ahn tak kalah pedas.



“ha..ha..ha.. kalian sepertinya ada cemistry. Syukurlah Ahn yang pendiam akhirnya cepat akrab dengan perempuan.” Komentar teman Jicob menilai diriku.



“kau blak-blakan sekali yaaa” ucapku padanya.

__ADS_1



“salam kenal aku Yanuar” ucap dirinya menyalamiku dan ku jawab hanya dengan anggukan senyum.



“sudah jam berapa ayok kembali” ajak Ahn merusak suasana.



Srak..srak..srak...



“Jicob, Ahn, yanuar aku mau bantu pak Bon dulu kalian lanjutkan saja. Aku masih ingin diluar”



“ok.”



“baiklah”



“aku akan memintakan ijin untukmu”



“ya..ya.. kalian yang terbaik” ucapku melambai menuju pak Bon yang menyapu taman halaman sekolah.




“neng..? minggu kok sekolah aja, gak pulang?”


“enggak pak ini masih ada ekskul. Eh kok rame pengen nyari angin dulu”



“kalau haus tuh ada es teh dari bu kepala sekolah punya bapak.”



“boleh ni pak..? ntar habis lo?”



“iya... ambil aja. Bantuin ngehabisin”



“sip deh” ucapku mengambil gelas air mineral yang kosong dan mengisinya dengan es teh



1 gelas, 2 gelas, 3 gelas



Glug...glug...glug

__ADS_1



“habis deh pak” ucapku tak terasa menghabiskan seceret es milik pak Bon.


“masih banyak kok neng tuh di kantor kalo mau mbuat sendiri”



“enggak berani pak. Saya bantu nyapu aja bapak yang buat lagi”



He....he...he...



30 menit berlalu...



“neng daun yang gugur dikumpulin aja ntar dibakar”



“gak dijadiin kompos aja pak..?”



“kompos..?”



“iya pak pake komposter. Tuh punya Arida Sensei, mungkin baru dikirim. Disimpan aja dulu besok saya minta”



“ya ambil aja neng. Simpen yang baik biar gak kena angin”



“ok pak bon” ucapku bersemangat menyisihkan dedaunan dan menyimpannya dalam satu tong yang tertutup.



“heiiiiii...” teriak Yanuar meneriaki aku



“neng dipanggil yayangnya itu lo”



“itu teman pak haduh ampun deh” ucapku jengkel



“iya teman tapi jadi demen” kekeh pak bon



Saya kesana dulu deh pak. Makasi es tehnya” ucapku pamit menuju arah sumber suara. Yanuar melambai diluar kelas sidang yang sedang bubar.


__ADS_1


__ADS_2