SINAR BULAN

SINAR BULAN
vol 2 E: 2


__ADS_3

tak..ctak..ctak..


Tuk....tuk... “apa sudah tersambung..”



“hei jauhkan mulutmu dari mic itu Jicob”



“aii..aiiya.. ehemm... pemberitahuan panggilan ditunjukan kepada pengurus dan anggota organisasi WH termasuk calon anggota, segera berkumpul di markas kelas reguler lantai satu, terima kasih”


Tut..tut....



**********


Pov. E



“pemberitahuan macam apa itu..? to the point sekali tanpa salam” ucapku menutup buku novel.



“memangnya membuat panggilan seperti itu tidak di waktu..? kau saja yang coba lain kali” ucap putri teman sekelasku dan juga anggota organisasi.



“iya juga. Ayo putri” ucapku berhambur keluar kelas mendahuluinya.



“kau berlagak sekali atau terburu-buru..?”



“ayolah putri, kelas kita masih juga jam kosong. Sensei baru datang esok pagi, dan itu hari minggu kenapa kamu jutek begitu”



“terserahlah apa katamu” ucap putri tersenyum dingin



“permisi, kami boleh masuk..?” ucapku berdiri di depan pintu yang terbuka lebar.

__ADS_1



“silahkan” ucap si wang merapikan lembaran berkas untuk tempat kami duduk.



Banyak juga anggota organisasi ini. kenapa aku baru sadar sekarang ya...



Rata-rata semuanya dari kelas intensif dan internasional, yang dari kelas reguler hanya aku, putri dan seorang laki-laki gendut berkacamata, terlalu tua untuk ukuran seorang murid SMA pikirku.



“kak Bin Andrian, kami sudah berkumpul silahkan di mulai” ucap Su wang menutup pintu.



“terima kasih atas kehadiran kalian yang meluangkan waktu disela KBM. Perkenalkan saya Andrian selaku pembimbing dan pendamping organisasi WH. Saya terkesan dengan antusias kalian yang mau ikut andil dalam organisasi ini dan saya harap kalian mau meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan musyawarah tahunan dan laporan pertanggungjawaban angkatan besok minggu sekaligus pemilihan pengurus baru. Apa semuanya bersedia..?”



Ternyata sosok berkacamata itu benar bukan murid. Dia orang penting dalam organisasi ini. rupanya ada hal yang penting di hari minggu, ck...ck..ck sama saja aku sekolah full time, full day, tanpa weekend hufh. Pasti melelahkan.


**********




“nak gak bangun? Katanya ada acara di sekolah. Sudah jam 6 lo”



“sebentar. Setengah jam lagi ya..”



“baiklah. Ibu tak akan membangunkanmu lagi. Walau di ruang tamu sudah ada teman yang menunggu”



“biarlah temanku menung... eh apa? Teman..?”



“iya.. laki-laki dan perempuan”

__ADS_1



“segera.” Ucapku terburu mengambil handuk berlari ke kamar mandi.



Siapa yang sudah rapi jam segini ini. huh. Menyebalkan. Minggu tenangku apa sudah tamat. Huhhh. Dengan terburu aku mandi seperti burung kutilang. Menggosok gigi sekenanya dan menyiran air 3 kali guyuran dan selesai.



Pakaian seragam sabtu ku pakai lagi. Berjalan menuju ruang tamu sembari ku sisir rambutku tak beraturan. Lirikan singkat di kaca lemari menyadarkan aku rambutku lusuh, ku kepang dan kusematkan hiasan kupu disisinya dan yap aku siap untuk pergi.



“ibu aku berangkat” ucapku langsung menuju ruang tamu memakai kaos kaki



“tak usah buru-buru. Kami mampir ikut sarapan kok” ucap Jicob dan Lilis berbarengan


“kalian..?” ucapku tak percaya



“ya. Siapa lagi yang berani mengganggumu” ucap Jicob menutup buku astronomi yang dibawanya



“pagi-pagi bacaanmu sudah berat yaa.. membosankan”



“teteh... anda tak mau menyapaku..?” goda lilis berhambur memelukku duluan



“lilis tambah cantik ya.. kau bersekolah dimana..? kangen sekali tidak bertemu. Kau harus menginap disini ya. Atau mau tinggal disini saja..?” ucapku antusias



“iya..iya.. aku kangeeennnnnn banggeeett sama teteh. Aku akan tinggal dan menyi...”



“tidak mungkinkan lilis..? kau harus les disebelah rumah. Jika kau tinggal disini aku akan repot ntar jemput dirimu” sela Jicob tegas.


__ADS_1


“aihh,.. aku lupa. Baiklah aku akan sering berkunjung jika ada waktu.” Ucap Lilis menunduk menghindar dari tatapan Jicob. Seperti ada yang disembunyikan. Aneh.


__ADS_2