SINAR BULAN

SINAR BULAN
4 : Jicob


__ADS_3

Rumah penginapan milik keluarga Jicob di kota B.



"Silahkan anda rehat sebentar. Saya akan menyiapkan masakan untuk anda". Usai Jicob membawa barang ku ke kamar ku rebahkan diriku di kasur, aku ingin tidur sebentar.



(Dia tersenyum "aku tahu kau pasti kembali... " dia berlari ke padang ilalang, segera ku kejar namun langkahku terhenti, aku di tengah padang tulip) hanya mimpi lagi sadarku.



Tek...tek .tek.. "makan sudah siap" teriak jicob gaduh di lantai bawah. "Iya" ucapku menyahut.



segera saja ku ganti pakaianku dengan seragam dinas berjas dan lencana kehormatan yang menandakan statusku. "Setelah ini antar aku ke kebun teh sebentar. Ada yang aku perlukan, " kebun teh hanya perlu berjalan memutar arah dibelakang penginapan ini jendral, lantas kenapa perlu berpakaian rapi?".

__ADS_1



Tanpa basa-basi aku kembali ke kamar mengambil beberapa berkas yang sudah aku siapkan semenjak di negeri tulip. Ku masukan tas jinjing yang ku pinjam dari Jicob. Aku pun berjalan keluar penginapan ini.



Hanya perlu waktu 15 menit untuk sampai di perkebunan teh, "kau pandai mengelolanya Jicob. Aku tinggalkan perkebunan ini hanya berukuran 15 hektar, kini sudah jadi 3x lipat. Aku bangga padamu" ucapku mengawali pembicaraan.



"Semua karena jendral yang tetap memantau saya, ini semua milik jendral" jawab jicob, "ahh kau berulah lagi. Aku benci dirimu yang merendah. Kau sunggu berprestasi. Dengan begini aku tidak perlu khawatir masa depanmu dan adikmu" "terima kasih jendral sudah percaya pada saya dan adik saya yang hanya anak buangan", "kau lagi- lagi tak paham maksudku jicob. Kalian itu permata. Hanya saja tidak semua mata bisa melihat kilauan yang berharga" ucapku berjalan menuju pohon ambacang yang tumbuh dipinggiran kebun ini.



"Karena jadi penghalang orang lalu lalang jendral?"


__ADS_1


ku lempar ranting itu ke tengah perkebunan. "Bukankah ranting yang telah dipisah dari tubuh pohon, lebih baik sekalian menjauh", "tapi jen...", "ya Jicob, aku tahu maksudmu, namun bukankah lebih menyedihkan? Bila ranting hanya diam menengada, tak dipungut kembali, dan akan remuk diinjak orang yang lalu lalang?", "bukankah yang menginjak tak sengaja jendral". "Ya, ayo kita berkeliling lagi."



Terdapat kebun bunga aneka warna disisi Barat, "krisan ini sungguh cantik","silahkan jendral mengambilnya sesuai keinginanmu jendral", "terima kasih Jicob." Ku petik lima tangkai dan ku simpan dalam buku bacaan yang ku bawa dalam tas. "Jicob, tentu kau paham maksud kedatanganku", "tidak jendral, tentu anda kesini bukan untuk pergi lagi. Dia membutuhkanmu"



Ku keluarkan tiga berkas yang berisi sertifikat kepemilikan penginapan, kebun, dan surat perpindahan status kewarganegaraan. "Kau tak perlu berbicara, cukup kau baca semua"



pengalihan nama kepemilikan hartaku pada Jicob dan memberi tahu dia bahwa pengesahan perpindahan warga negara miliku sudah jadi. "Aku bukan lagi warga negara Sia, sepenuhnya aku sekarang milik negeri tulip", "anda sudah pergi sekian lama kenapa terburu-buru seperti ini jendral?"



aku menghela nafas.. hampa.

__ADS_1


***********



__ADS_2