
Keesokan Harinya Zendrick terbangun oleh gemuruh suara Siswa Beladiri yang sedang berlatih , walaupun tidak Begitu keras tapi Suara mereka terdengar sampai ruang perawatan.
" Arghhh !!!" Zendrick mencoba untuk membangunkan tubuhnya yang penuh dengan Luka.
Bili yang dari semalam tidur diruang Perawatan untuk menjaga Zendrick segera menahannya " Paman Zendrick, lebih baik jangan bergerak dulu , Luka Paman masih dalam perawatan " Ucap Bili Lembut.
Zendrick Menoleh kearah Tuan mudanya " Tuan Muda, apakah Tuan Leon sudah datang ?" Tanya Zendrick Cemas.
Bili mengangguk " Tuan Leon kemarin sudah datang, aku juga sudah mengobrol degannya , Tapi dia belum memutuskan untuk bertindak atau tidak " Ucap Bili sedikit kecewa.
" Begitu yah " Zendrick berkata dengan Lembut.
Jika Zendrick diposisi Leon dia juga mungkin akan melakukan Hal yang sama, Karena dia belum tahu seberapa Besar Kekuatan Demon Lord.
" Bukankah dia begitu Kuat Paman? , Kenapa , Kenapa Tuan Leon mengabaikan masalah ini !!" Bili tiba - tiba berkata dengan Keras.
Zendrick akan bicara , Tapi Leon berbicara Lebih dulu " Kalau aku bilang itu bukan urusanku bagaimana ?" Ucap Leon Santai saat baru masuk keruangan tersebut.
Zendrick dan Bili terkejut ,saat melihat Leon yang sudah memasuki Ruang perawatan , Bili yang sudah Emosi ,dia berdiri.
Bili Meraung " Bukankah Kamu bilang ingin melindungi orang - orang terdekatmu ?, Apakah kami bukan salah satunya ?!!!!" Ucap Bili sambil menitihkan air mata.
" Tuan Muda..." Zendrick mencoba bicara.
Tapi Leon mengangkat tangannya agar Zendrick diam " Apa kamu orang terdekatku ?, diawal kita bertemu saja ,kamu hampir tidak memberikan muka padaku karena kamu adalah Tuan Muda Hayden , terus dengan posisi kamu yang sekarang Kamu bisa apa ?, apa kamu masih berhak meminta pertolongan orang Lain ,apa kamu sadar jika kamu terlalu mementingkan egomu ?"
__ADS_1
Bili dan Zendrick tertegun, tenggorokan mereka tercekat, semua ucapan Leon ada benarnya diawal pertemuan mereka jika Leon tidak memiliki kekuatan mungkin mereka akan membunuh Leon tanpa memberinya maaf.
tapi sekarang Mereka malah meminta bantuan pada orang yang akan mereka bunuh, bukankah mereka terlalu impulsif.
Leon kemudian kembali berbicara " Pemimpin yang baik memang harus memikirkan Nasib Warganya, tapi pemimpin yang baik tidak akan pernah mengorbankan orang Lain yang tidak ada sangkut pautnya untuk menolong dirinya sendiri !"
" Maafkan kami Tuan Leon , Kami telah salah Bicara " Ucap Zendrick yang masih terbaring Diranjang dengan Lemah, sementara Bili hanya bisa menunduk tidak berdaya.
Leon menghela napas, dia menarik sebuah Kursi dan duduk " Kita butuh rencana , bukan hanya sekedar menyerang "
Leon kemudian menatap Zendrick " apa kamu bisa memberi informasi terinci tentang kelompok Demon Lord ini Zendrick ?"
Zendrick menganggukan Kepalanya, dia kemudian memberikan Rinci kekuatan Kelompok Demond Lord yang dia tahu pada Leon.
" Jadi kita cuma tidak tahu kekuatan pemimpin Mereka , Jika aku menyimpulkan mungkin aku bisa menghadapi semua yang memiliki pembukaan Aura tahap 8, tapi jika terlalu banyak yang memiliki Aura tahap 9, Kemungkinan aku akan kesulitan juga melawan mereka !" Ucap Leon serius.
Zendrick menatap Leon tidak percaya " Pantas saja aku yang memiliki pembukaan Aura tahap 8 bukan apa - apa baginya , ternyata Tuan Leon sudah membuka semua tahapan !" Batin Zendrick.
Bili juga ikut terkejut, pasalnya dia tidak menyangka jika Leon akan Menfatakan hal yang diluar imajinasinya, Leon kurang lebih masih seumuran dengannya tapi dia mengatakan jika bisa menghadapi semua orang yang memiliki pembukaan Aura tahap 8, bahkan tahap 9 pun masih bisa dia hadapi.
Bili menatap Leon bagaikan Monster , dia berkeringat dingin saat teringat dirinya berbicara lancang barusan.
" Tuan Leon, apakah anda punya Rencana ?" Tanya jin sopan.
Leon menggeleng " Aku tidak punya Rencana untuk sekarang, Lebih baik kamu Fokus pulihkan tubuhmu terlebih dahulu , kita bicarakan ini lagi jika kamu sudah sembuh total " Leon bangkit dari duduknya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Jin yang selalu ada disamping Leon , dia mengikuti dengan patuh saat Leon pergi dari Ruang perawatan.
*****
Di Villa Leon, Angel dan Karina kebetulan datang bersama , Mereka sedang Berbincang dangan Kedua Orang Tua Leon.
" apa kalian yakin mau berbagi pria yang sama , ibu khawatir jika nantinya kalian malah akan merusak hubungan kalian sendiri " Uvap Frista mengingatkan mereka berdua.
Marvin Menimpali " istriku benar, walaupun Leon sudah memiliki segalanya, tapi dia juga tidak bisa menjamin jika dia tidak akan menyakiti perasaan kalian, Kalian berdua wanita yang Cantik , aku yakin banyak Pria yang ingin bersama kalian, pikirkanlah baik - baik nak "
Marvin dan Frista sengaja mengatakan hal yang seolah mereka tidak menyetujui jika Leon akan memiliki dua pasangan sekaligus.
karena mereka hanya ingin menguji keseriusan keduanya, Marvin dan Frista tidak mau jika nantinya Karina dan Angel menyesali keputusannya.
Angel tersenyum " Om, Tante , saya juga sadar jika keputusan saya bertentangan dengan perasaan seorang Wanita, Tapi saya juga tidak bisa menyalahkan Leon , Karena semua ini sudah keputusan saya dan saya akan berusaha sebisa mungkin untuk menghindari Masalah tersebut " Ucap Angel tegas.
Karina menimpali " Angel Benar ,Pak ,Bu..., mungkin diluar sana akan ada yang menghujat kami berdua dan menganggap kami Bodoh, tapi kenyataannya kami memang memiliki perasaan yang kuat dengan Leon dan kami tidak akan menyesali itu nantinya !"
Mungkin bukan cuma karina dan Angel yang akan mengatakan Hal itu tentang Leon. Angel dan Karina Mengatakan Hal tersebut karena memang benar - benar menyukai Leon dari lubuk hatinya.
Jika Angel dan Karina melepaskan Leon , bukan tidak mungkin Bahwa Leon akan memiliki Wanita yang hanya melihat dari sisi kekayaannya.
faktanya Wanita sekarang memang Cenderung memilih pria yang memiliki kekayaan daripada mempunyai wajah yang tampan tidak banyak uang.
Itu semua sudah hukum alam ,bukan karena Wanita matre atau apa , tapi kenyataannya tanpa uang kehidupan takkan berjalan dengan Lancar.
__ADS_1