
Leon tidak tahu jika semua anak buahnya semua telah kalah , jika tidak ada campur tangan dari Dewi Cahaya, mungkin mereka semua telah Mati.
Untungnya Dewi Cahaya mengirimkan beberapa anak Buahnya ,termasuk Tangan Kanannya Pribadi Lilit.
Walaupun Lilit dan Yang lainnya Bukan Dewi , Tapi kekuatan Tempur Mereka Hampir Mendekati Dewa/Dewi dikayangan, jadi tidak hwran jika mereka sangat mudah mengalahkan Demon Lord.
" Cih.. Muncul lagi sampah !!" Loris meludah Menghina Flis.
" Jaga Bicaramu !!!" Flis yang tiba - tiba sudah dihapan Loris langsung Memukulnya dengan Kuat.
" Duagggg !!"
" Duaaaaarrrr !!" Pukulan Flis sangat kuat ,hingga membuat Kawah yang begitu Besar dibekas pukulannya.
Untung saja Loris dengan Sigap menghindari pukulan tersebut " Sial !!, Kekuatan macam apa itu ?!!" Gerutu Loris dalam Hati.
Flis kembali Menyerang , Loris yang mengetahui itu tidak tinggal diam.
dia mengeluarkan Aura anginnya untuk Menyerang Flis , Tapi Flis tidak menghindar , dia menggunakan tubuhnya yang sangat kuat untuk Menahan sayatan - sayatan Aura angin milik Loris.
Loris terkejut Karena Kekuatannya tidak mampu menggores Flis sedikitpun.
" Hancurlah kau manusia menjijikan !!!" Flis Menghatam Loris yang sudah tidak bisa berlari Lagi.
" Wuzzzzz !"
" Duaaaarrrrrr !!!" Loris yang mencoba menahan Serangan Flis ,tidak mampu menahannya.
" Arggghhhhh !!!" Jeritan Loris sebelum Tubuhnya hancur Lebur Menjadi potongan daging cincang.
Glis Langsung turun dari pohon dan bertepuk tangan " Yey.. kakak Hebat " Glis berteriak kegirangan.
Flis menghela napas , dia menyetabilkan kemuatannya , dan menghampiri adiknya.
" Kakak, bagaimana Dengan Orang itu ?" Tanya Glis menunjuk Adras yang terkapar ditanah.
Flis tersenyum kearah adiknya " Tentu saja kakak akan menyelamatkannya "
Flis menghampiri Adras, dia menguatkan Jiwa milik Adras ,hingga Adras berangsur - angsur Kembali memiliki Aura.
__ADS_1
Flis dan Glis kemudian membawa Ardas Ketempat Lilit Berada.
***
Zasu yang meninggalkan tempat pertempuran Sampai ditempat Jin " Master Jin !" Zasu menangkupkan Tinju menyapa Jin.
Jin Mengangguk " Mana Adras ?" Tanya Jin Yang sedang Menemani Loid yang masih Tergeletak tak sadarkan diri.
Wajah Sazu berubah Sendu " Kami melawan lawan yang tangguh Master, Adras mengorbankan dirinya agar aku bisa selamat "
Jin menghela napas , dia tahu jika memang lawan yang dilawan Mereka begitu Berat , Jin menepuk Bahu Zasu " Sudahlah , Setelah ini Kita Cari Tuan Leon !"
Saat Mereka sedang Berbicara, Jin dan Zasu merasakan Aura yang kuat menghampiri Mereka , Jin dan Zasu Langsung Berdiri dan bersiap - siap.
Dari gelapnya malam Terlihat Lilit yang membawa Zendrick dan Markus " Kalian tenanglah , Aku bukan Musuh " Lilit Meletakan Zendrick dan Markus disebelah Loid.
Jin menurunkan kewaspadaannya saat Melihat Zendrick dan Markus yang baik - baik saja walau terluka " Terima kasih Nona " Jin Membungkuk Hormat pada Lilit.
Lilit Mengangguk " Kalian pulihkan diri ,Sisanya serahkan pada kami "
Lilit baru selesai Bicara , Glis dan Flis Muncul dari gelapnya malam, Flis Melemparkan Adras kedepan Jin dan Zasu.
Zasu langsung berteriak " Adras !!" dia langsung Membenarkan posisi Adras yang dilempar begitu saja oleh Flis.
" Manusia Lemah seperti kalian harusnya diam dirumah saja !, apa kalian kira dengan modal nekad kalian bisa selamat, Bodoh !!" Flis mencibir Jin dan Zasu.
" Flis diamlah !!!" Lilit Menegur Flis.
Flis langsung ketakutan " Maaf Nona "
Sementara Glis terkikik Geli melihat kakaknya yang Seperti anak kecil dimarahi orang tuanya " Hihihi.. "
" Kalian Beristirahatlah , Kami pergi dulu !" Ucap Lilit tegas.
" Slaap !!" Lilit menghilang dari tempat tersebut.
" Slaapp!!".
" Slaaap !!" Flis dan Glis juga menghilang mengikuti Lilit.
__ADS_1
Jin dan Zasu hanya bisa menghela napas Lega , Karena mereka beruntung Wanita - Wanita tadi berada dipihak Mereka.
Jika Mereka musuh , tentu saja Jin dan yang lainnya tidak akan Selamat , Mungkin hanya akan tinggal nama mereka yang tersisa jika bertarung denga ketiga Wanita tadi, Pasalnya Jin merasakan Aura yang sangat Kuat didalam Tubuh mereka bertiga , Jin yakin jika Aura tersebut Melebihi Tahap 10.
Faktanya memang Seperti itu, Karena manusia yang bisa membuka Aura hanya sampai ditahap sepuluh, Berbeda dengan para Dewa yang kekuatannya tidak terbatas.
***
Di tempat Leon, dia sedang membantai Anak Buah Demond Lord.
Dia duduk digunungan Mayat , Leon berasa bernostalgia dengan masa lalunya , Bedanya Leon sekarang tidak menggunakan Senjata kesayangannya.
Leon menyeringai Menatap Zeriz Petinggi satu Demond Lord .
Leon tahu jika Zeris memiliki Aura tahap 10, Yang artinya kekuatannya dan Zeris di atas Kertas seimbang.
" Pemilik Sistem yang memiliki Tahapan Aura 10, Aku tidak menyangka Manusia sepertimu memiliki keberuntungan Dewa !" Zeris Berkata dengan Angkuh.
Leon berdiri, dia Berjalan Menuruni gundukan Mayat " Oh.. Jadi Kalian tahu tentang Sistem Juga , Pantas saja kalian Menggunakan berbagai Cara Kotor Untuk memburuku " Ucap Leon santai.
Zeris tidak menyangka jika Leon tidak memiliki rasa takut sama sekali , Zeriz Malah Melihat Leon seperti menikmati pembunuhan yang dilakukannya.
Pasalnya Leon terlihat santai saat Membunuh Semua Anak Buahnya dengan Keji, Leon tidak menunjukan Belas kasihan sama sekali, seakan dia bukan Seorang Manusia yang memiliki perasaan.
Zeriz Langsung meluapkan Aura Darahnya , Siluet Iblis darah dengan Dua kepala muncul diatasnya.
Tanpa basa - basi , sebelum Leon mengeluarjan Auranya , Zeris langsung Menyerang " Penyerap Jiwa !"
Siluet Iblis darah Menyemburkan Darah Segar yang Begitu Banyak , Darah tersebut Langsung menyerbu Kearah Leon.
Tiba - Tiba Glis yang Merupakan memiliki pertahanan terkuat Menghadang Serangan tersebut dengan Tameng Cahaya miliknya, dia membungkus dirinya dan Leon dengan Tameng Tersebut.
Darah Yang bisa menyerap Jiwa, tidak bisa memasuki Tameng Tersebut.
Leon yang sudah Tahu jika Ada Beberapa Orang yang datang , dia sengaja tidak mengeluarkan Auranya. Karena dia tidak Merasakan Aura permusuhan dari kedatangan orang - orang tersebut.
Leon Menatap Gadis Kecil yang ada dihadapannya dengan penuh tanda tanya, pasalnya dia tidak tahu kenapa Gadis kecil tersebut melindunginya.
.
__ADS_1