
Pelayan yang menghina Leon Ambruk di lantai, dia tidak bisa Berkata - kata lagi, dia hanya bisa menyesali perbuatannya.
Edi ikut terkejut dengan ucapan Leon , dia Tahu jika Leon Kaya , tapi bukankah orang kaya pun akan berpikir dua kali untuk memborong pakaian yang jumlahnya begitu banyak.
Leon yang melihat Edi dan Manajer toko diam, dia menegurnya " kenapa ?, apa Aku tidak boleh belanja di sini ?!" Tanya Leon sinis.
Edi tersadar , dia bergegas Menjawab " tidak , tidak ,tidak , Tuan Leon , Tentu saja boleh " ucap Edi sambil tersenyum.
Edi menengok ke manajer Toko " Cepat bungkus Semuanya !, jangan Lupa kasih diskon untuk Tuan Leon !!"
" Apa kamu menghinaku Edi ?!, apa kamu pikir aku tidak bisa membeli semuanya tanpa diskon ?!" Leon berkata dengan sedikit meninggikan Suaranya.
Edi berkeringat dingin, pasalnya apa yang dia lakukan serba salah di Mata Leon, Edi tersenyum kecut dan menjawab " Bukan seperti itu Tuan Leon "
Edi menghela napas, dia yang melihat pelayan toko dan Manajer masih diam di tempat Meraung " Kalian Tuli apa gimana sih !, Kenapa masih diam !!"
Manaer langsung menyuruh semua pelayan Toko untuk membungkus pakaian - Pakain yang jumlahnya Ratusan tersebut.
Leon melemparkan kartu banknya pada Edi " gesek Itu , dan Kirim pakain tersebut ke Vilaku, kamu pasti tahu kan ?"
Edi mengangguk " tentu saja Tuan Leon !"
Kedua orang Tua Leon dan adiknya mendekat ke Leon , Frista berkata " Nak ,bukanah itu terlalu berlebihan, Ayah dan Ibu tidak perlu pakaian sebanyak itu " Ucap Frista Lembut.
Marvin menimpali " Benar Nak, Kamu jangan menghamburkan uang kamu hanya demi pakaian "
Sementara Laura hanya mengangguk, karena dia tidak tahu harus berkata apa, pasalnya dia sangat senang akan memiliki banyak pakaian Baru bermerk tapi di lain sisi dia juga setuju dengan ucapan kedua orang tuanya.
Leon tersenyum ke arah mereka " kalian tenang saja, aku tidak akan kehabisan uang hanya Karena membeli pakain di sini , aku hanya tidak ingin keluarga kita selalu di rendahkan "
Leon diam sebentar kemudian melanjutkan " Sudah saatnya semua orang tahu Keluarga Hart !" ucap Leon tegas.
__ADS_1
Edi memanggil manajer untuk Menjumlah semuanya tanpa diskon seperti yang Leon Mau, tapi Edi juga tidak Bodoh, dia memberikan diskon tanpa sepengetahuan Leon.
" Semuanya jadi 325 Juta dolar Tuan " Manajer Berkata dengan Sopan.
Edi kemudian memberikan Kartu Bank Leon Pada Manajer untu Menggeseknya , setelah Leon Memasukan Pin Pembayaranpun berhasil.
" glek " Manajer Toko menelan Ludah, pasalnya dia juga tahu banyak orang kaya , tapi dia belum pernah melihat yang seperti Leon.
Manajer Toko memberikan Kartu Bank Pada Leon dengan tangan Gemetar " I..ini Tuan , Te..rima kasih Sudah berbelanja di toko Kami !" Ucap manajer dengan sangat Sopan.
Suara Sistem pun berbunyi di benak Leon.
[ selamat anda telah membelanjakan uang 325.000.000 dolar. anda akan mendapatkan cashback 200% sebesar 650.000.000 dolar. uang telah di kreditkan ke akun bank anda.]
Leon mengambil kartu banknya , Lalu mengajak keluarganya pergi , dalam langkahnya Leon Bertanya " Kalian ingin beli apa lagi ?" Tanya Leon pada Kedua orang tua dan Adiknya.
Mereka kompak menggeleng , orang Tua Leon menatap Anaknya dengan tidak percaya, mereka tidak pernah berfikir jika Leon akan sesukses itu.
Jelas orang tua Leon berfikir seperti itu, karena memang kenyataannya Leon tidak pernah berbisnis sama sekali.
jika kedua orang Tua Leon kebenarannya mungkin mereka akan syok,atau mungkin terkena serangan jantung. Entahlah...
Leon menghela napas, dia tahu jika Keluarganya belum sepenuhnya bisa menerima keadaan yang sekarang , Leon menatap adiknya " Laura , apa keperluan sekolahmu sudah Lengkap ?"
Laura terlonjak kaget " eh..emmm.. Aku pengen beli Laptop kak, Kan sebentar Lagi aku akan masuk Universitas ".
Leon tersenyum, dia mengacak - acak rambut adiknya " Baiklah ,kita cari Laptop untuk kamu "
Leon menoleh Ke belakang dan bertanya pada Edi yang mengikutinya " Edi antarkan kami ke toko Laptop terbaik di tempat ini "
" Baik Tuan Leon, mari ikuti saya " Edi Menunjukan jalan pada Leon dan Keluarganya.
__ADS_1
Leon dan Keluarga Di Beri Tur langsung Oleh Edi, Leon dengan senang hati berbelanja semaunya Hingga Saldo dia Mencapai 1 Milyar dolar Lebih.
Walaupun Leon sudah memiliki Kekuatan yang besar, tapi dia juga sadar jika dia Harus memiliki Uang yang banyak Agar Kehidupannya semakin tenang.
Tapi yang tidak Leon tahu , semakin dia memiliki Kekayaan berlimpah , ada satu orang yang semakin membencinya.
Di Mansion Kelompok Tudung Merah..
Orang yang di tebas satu tangannya oleh Leon sedang Melapor Pada Pemimpinnya.
" Tuan , sepertinua informasi kita salah , Leon memiliki kekuatan yang menakutkan !"
Pemimpin Kelompok Tudung Merah Berdiri dari singgasananya, dia melihat anak buahnya yang kehilangan satu tangannya.
" Apa maksudmu Weis , Bukankah dia seharusnya tidak memiliki Kekuatan !" Ucap Pria tersebut dengan tajam.
" Tuan , saya tidak mungkin membohongi anda , Lihatlah keadaan saya , ini semua karena dia "
Weis kemudian menjelaskan tentang Aura Leon yang sudah masuk Tahap 10. Weis juga mengatakan jika dia terkejut karena Leon benar - benar bisa menyembunyikan Auranya.
Awalnya Weis juga tidak berpikir jika Leon akan mengalahkan Ares dengan Mudah, apalagi Ares sudah di tahap 8.
" Tuan , saya Merasa jika Leon bukan berlatih Membuka Auranya, tapi dia memang memiliki tubuh spesial seperti anda !" Ucap Weis Yakin.
Pemimpin Tudung Merah mengangguk, dia merasa sudah cukup mendapat informasi dan Menyuruh Weis Pergi dari hadapannya.
" Jika bukan karena Kakak Bodohku Yang memilih mati Membuang Sistemnya, daripada bekerja sama denganku, pasti semuanya tidak akan seperti ini , Brengsek !!"
biar tidak salah berimajinasi Kelompok bertudung merahnya ini 😅😅
__ADS_1