
" Helios !!, lindungi Eros !" Leon berteriak.
Helios mengangguk , mereka beremapat Melawan 6 Naga tengkorak yang tersisa , jadi kekuatan mereka sangat terkuras , di tambah Liya dan Eros yang kehilangan kekuatannya , mereka berdua terbaring lemah di tanah.
Helios dan Leon mati - matian menjaga mereka berdua dari serangan Naga tengkorak .
" Hoss..Hoss... !" Leon terlihat terengah - engah berbeda dengan Helios yang masih tenang , karena Leon hanya memiliki Tubuh setengah Dewa , jadi kondisi fisiknya terbatas berbeda dengan Helios.
" Apa kamu masih kuat Tartarus ?" tanya Helios sambil menatap Enam naga tengkorak yang terbang diatas mereka.
" Jangan bercanda Helios , aku tidak mungkin membiarkan anak dan istriku Mati disini !" ucap Leon sambil bangkit.
Helios tersenyum " Baguslah !"
Liya dan Eros yang notabenya sadar ,mereka sangat terharu dengan ucapan Leon , mereka hanya bisa meneteskan air mata , karena tidak bisa berbuat apa - apa.
Di Vila Sarah , sarah yang sudah di beri obat penenang oleh Lucifer selama tiga hari , dia tidak membuka mata sedikitpun.
Lucifer ,Sariel dan Greda sedang Bersiap memasang Segel untuk Sarah , Mereka dengan Cepat melakukan hal itu , pasalnya Gerhana Matahari Total hanya beberapa menit saja terjadi.
Karena di sibukan dengan Monster Neraka , Leon dan Liya lupa akan Rencana mereka .
Akhirnya Lucifer ,Sariel.dan Greda berhasi menanamkan segel Budak pada Sarah.
Gerhana Matahari berangsur - angsur menghilang , Sarah mengerjapkan matanya , saat dia merasakan segel Budak dalam tubuhnya.
Sarah langsung mengamuk " Apa yang kalian lakukan !"
" Hahahaha.... Sekarang kamu adalah budakku !!" ucap Lucifer sinis.
" Siapa yang mau menjadi budakmu !!" Sarah meraung.
Dia menggunakan kekuatannya , tapi Lucifer langsung berkata " Berlutut !!!"
Seketika Sarah langsung berlutut " Bruugggg !!!" Benturan tersebut sangat keras mengakibatkan lantai di kamar Sarah retak.
Sarah tidak dapat menggerakan tubuhnya .perlahan - lahan kesadaran Sarah juga menghilang , tatapan matanya Kosong.
Seketika Sarah langsung menunduk patuh pada Lucifer , Lucifer tertawa " Hahahaha.... akhirnya mimpiku akan jadi kenyataan !"
****
Di tempat Leon ..
__ADS_1
" Blarrr !
" Blaarr !
" Blaarr !
Naga tengkorak menghujani Helios dan Leon dengan Bola Api , Leon selalu menggunakan portal Dimensi untuk mengalihakan tembakan tersebut.
" Hooeeeekkk !!!" Leon menyemburkan seteguk darah karena dia terlalu banyak menggunakan kekutannya.
" Tartarus !" Helios Khawatir.
Leon tersenyum " Aku tidak apa - apa , Hos..Hos..." Ucap Leon sambil terengah - engah.
Bola - Bola Api datang Lagi , Leon menggertakan giginya " Pergilah Helios !, Bawa Liya dan Eros !"
Helios tidak bergeming , tiba - tiba siluet perisai Cahaya mengelilingi mereka .
Leon terkejut " ini... " Leon langsung menoleh kebelakang.
" Yos ... aku sudah cukup istirahat Ayah , Sekarang giliranku !!" Ucap Eros sombong.
Eros langsung menghujani Para Naga Tengkorak dengan panah ledakannya tanpa Henti, walaupun dia tidak bisa melenyapkan mereka. Tapi setidaknya dia memberikan waktu pada ibunya untuk menyembuhkan Leon.
Leon tersenyum " Jika bukan aku yang melindungi kamu siapa lagi coba ?"
Helios yang mendengar itu mendengus " apa kamu melupakan jasaku begitu saja Tartarus !"
Liya terkikik geli , pasalnya Helios dan Tartarus memang selalu saling mengejek , walaupun mereka tidak pernah bertengkar.
Setelah Liya memulihkan Aura Leon , Leon langsung berdiri " Helios ,Eros !!, gunakan teknik terkuat kalian !, aku akan mencoba sesuatu !!"
Helios dan Eros mengangguk , Mereka berdua menggunakan teknik terkuatnya .
" Duar !
" Duar !
Naga tengkorak hancur berkeping - keping berkat serangan Helios dan Eros.
Tak berselang lama , mereka kembali beregenerasi lagi , Leon menggunakan segel " Dimensi Lubang hitam !!"
Portal Besar terbuka diatas tulang - tulang yang sedang beregenerasi , Portal tersebut semakin besar.
__ADS_1
" Wuzzz !
" Wuzzz !
Portal tersebut menyedot apapun yang ada didekatnya , Tulang - tulang Naga yang sedang beregenerasi tersedot mauk kedalam.
Karena daya sedot yang begitu besar, puing - puing kota, Mayat manusia dan monster yang sudah tumbang juga ikut tersedot.
Helios ,Eros dan Liya terkejut , pasalnya teknik tersebut sangat kuat, Mereka juga hampir tersedot masuk ke Portal tersebut. Tapi Leon menahan mereka dengan teknik bayangan pengikatnya.
Setelah semua Naga tengkorak tersedot , Leon bergegas menghentikan teknik tersebut .
Portal perlahan menutup , Seekor Naga tengkorak yang sudah pulih berusaha keluar , tapi Eros langsung memanahnya, hingga dia masuk kembali.
" Wuuzzzz !"
" Slaapppp !!" Portal tersebut menghilang.
Area sekitar pertarungn Leon menjafi bersih seperti padang pasir yang tandus , tidak tersisa puing sedikitpun disana.
" Bruggg !!"
" Hos..Hoss... " Leon ambruk ditanah sambil terengah - engah.
Helios menghampiri Leon " Kalau punya teknik seperti itu kenapa tidak kamu gunakan langsung dari Awal Brengsek !!" ucap Helios Kesal.
" Apanya yang dari Awal ?, aku saja tadi hanya mencoba , dan lihat ini resikonya !" Leon menunjukan tangan kanannya yang menghitam dan tidak bergerak.
Helios ,Liya dan Eros terkejut , Mereka menatap Tangan Leon yang seperti terkena kutukan.
" Tartarus ini...?" Tanya Helios penasaran.
Tartarus menghela napas " Aku mengorbankan tanganku untuk menggunakan kekuatan tersebut " Ucap Tartarus datar.
Liya langsung menangis " Kenapa kamu selalu seperti ini ?!, apa ka...."
Leon menaruh jari telunjuk tangan kirinya di mulut Liya " asalkan kita bisa menyelamatkan Bumi , ini tidak apa - apa bagiku , kamu tenang saja ,yang penting aku masih hidup !" ucap Tartarus lembut.
Liya memeluk Leon dengan berurai air mata ,Leon mengusap - usap puncak kepala Liya dengan lembut.
Helios yang melihat itu menghela napas " Kalian lebih baik tunda dulu bermesraannya , kita harus segera membantu yang lainnya !" ucap Helios yang langsung terbang menuju yang lainnya, di ikuti Eros di belakangnya.
Leon melepaskan pelukan Liya , dia menyuruh Liya untuk tidak usah khawatir , karena Leon merasa dirinya masih baik - baik saja.
__ADS_1
Liya akhirnya mau mengerti , mereka berdua mengejar Helios dan Eros yang sudah pergi terlebih dahulu.