
Pagi harinya , hanya Karina yang bangun pagi , karena dia sedang merasa tidak enak badan jadi dia tidak ikut dalam party semalam.
Saat bangun Karina menggelengkan kepalanya saat melihat Leon, Angel dan Liya semuanya tidak mengenakan sehelai benangpun.
Karina beranjak dari ranjang , Angel yang mendengar suara langkah kaki terbangun " Pagi Rin " Sapa Angel sambil duduk.
Karina yang akan ke kamar mandi menjawab " Pagi juga ngel , maaf membangunkanmu "
Angel menggelngkan kepalanya " tidak perlu minta maaf , kebetulan hari ini juga aku akan pergi kerumah Ayah sebentar " Angel beranjak dari ranjang.
Mereka berdua memasuki kamar mandi bersamaan , karena sudah terbiasa mandi dan maen bersama sudah tidak ada kecanggungan di antara mereka.
***
Sementara itu Eros sedang mengantar Laura ke Universitasnya , tentu saja ditemani dengan Brandi , tapi kali ini dia dibolehkan menyetir , karena sedang membawa Laura jadi Brandi yakin jika Eros tidak akan berani macam - macam.
" Eros , kamu tidak mau sekolah ?" tanya Laura.
Eros menjawab dengan percaya diri " Sekolah itu cuma buat kalian , Kami dilahirkan dengan pengetahuan yang Luas "
Laura mencibir " pengetahuan yang luas tapi kok bodoh ?"
Brandi mau tertawa tapi dia menahannya , karena dia tahu maksud bodoh yang dibicarakan Laura.
Eros mengerutkan keningnya " Sebodoh - bodohnya aku hanya tentang peratiran di Bumi , tapi ya kalau sudah tahu aku juga cepat paham !" jawab Eros yakin.
" Heleh... paling habis ini juga bikin kakak marah lagi " Laura masih mengejek Eros.
" Kamu ini yah !" Eros melepaskan setir Mau menjitak Laura , dia lupa jika masih membawa Mobil.
Brandi terkejut saat Eros melepaskan Setir , Mobilpun tidak terkendali ,terlihat ada sebuah truk didepan mereka .
" Tuan Eros !!!" Brandi mencoba memgang setir tapi dia terlambat.
" Tiiiiiiinnnnnnn !!!"
" Ciiiiiitttttttt !!" Truk tersebut menginjak Rem sekuat - kuatnya.
" Ahhhhhhhhh !!!" Laura menjerit, Eros langsung mengeluarkan Auranya dan menyelimuti Brandi dan Laura.
" Bruaaaakkkkk !!!" Mereka semua menatap mata, hanya Eros yang tidak.
__ADS_1
Eros terkejut melihat seorang Wanita dengan Aura Cahaya menghentika Truk dan mobilnya , Setelah itu Wanita itu langsung menghilang.
Eros langsung keluar dari mobil mencari Wanita itu, saat dia melihatnya ,wanita tersebut sudah masuk kedalam mobil.
Eros mau mengejar dengan kemuatannya tapi takut terlihat oleh mata umum.
Kejadian sepersekian detik tersebut membuat semua orang yang melihat terheran - heran. Karena tidak ada yang melihat Wanita tersebut menghentikan Truk dan Mobil eros secara bersamaan ,hanya Eros saja yang melihatnya.
Sopir Truk keluar " Woi !! , kalau nyetir jangan Meleng !"
Brandi dan Laura langsung keluar dari Mobil , Brandi membungkuk pada sopir Truk " Maaf pak ,ini kesalahan saya karena tidak mendidiknya dengan baik !"
" Ya sudah !, lain kali hati - hati !" ucap Sopir Truk yang kembali masuk kedalam mobilnya.
Brandi menghela napas , dia langsung menggantikan Eros menyetir .
Setelah kejadian tersebut , Eros terlihat terdiam , Brandi dan Laura mengira jika Eros menyesali perbuatannya.
" Makanya kalau nyetir fokus !" ucap Laura ketus.
Tapi Eros tetap diam ,dia terlihat sedang berpikir , Eros kemudian buka suara " Paman Brandi berhenti didepan , aku mau pulang "
Brandi bertanya " Tapi Tuan Eros , anda kan...?"
Setelah mobil berjalan kembali , Laura bertanya " Paman Brandi Eros kenapa ?"
Brandi menggeleng " Entahlah .., tidak biadanya Tuan Eros serius seperti itu "
Laura juga heran , pasalnya dia belum pernah melihat Eros seserius itu , tapi dia tidak memikirkannya , dia pikir mungkin Eros sedang teringat sesuatu.
***
Eros sampai dirumah , dia bertanya pada Karina yang sedang duduk diruang keluarga bersama orang tua Leon.
" Ayah kemana Bu ?" tanya Eros mengagetkan Karina.
" Astaga , Eros !, kamu bikin kaget saja, Ayahmu belum bangun " Jawab Karina lembut.
" Ada apa Eros ?" Leon yang baru keluar kamar langsung menyaut saat mendengar Eros mencarinya.
Eros menghampiri Leon " Ayah aku ingin membicarakan sesuatu " ucap Eros serius.
__ADS_1
Leon mengerutkan keningnya " Bicara saja "
" Jangan disini Ayah , ini penting " Ucap Eros tidak puas , karena Leon seolah meremehkannya.
Leon menghela napas " Baiklah , kita ke kamar Ayah ,sekalian bicara dengan ibumu !"
Eros mengangguk , dia mengikuti Leon kemarnya, saat Masuk kamar , terlihat Liya sedang duduk didelan meja Rias.
Karena Liya sekarang Manusia otomatis dia juga butuh Riasan wajah seperti manusia pada umumnya agar terlihat lebih cantik , tentu saja dia di ajarkan oleh Angel dan Karina.
" Ada apa Leon ?" tanya Liya.
Leon menggendikan bahunya " Entahlah .. tuh anakmu ingi bicara serius katanya " ucap Leon sambil duduk di sofa.
Liya menghampiri Eros " duduklah Eros , Ceritakan ada apa ?" Liya duduk disamping Leon.
Eros duduk dan mulai bercerita " begini Ayah, ibu , tadi aku yang mengemudi mengantar Laura ke Universitasnya , tapi di jalan kami akan menabrak..."
" Apa !!, Eros !, kalau sampai Laura terluka ,kali ini aku akan menghukummu dengan serius !!" Leon meraung sambil berdiri.
Eros ketakutan, dia buru - buru menjelaskan " Ayah , aku belum selesai bicara " keluh Eros.
Liya menarik baju Leon " Dengarkan Eros dulu , duduklah " ucap Liya lembut.
" Lanjutkan !" ucap Leon masih kesal.
Eros menghela napas " Saat Mobil kami akan saing bertabrakan ,seprsekian detik saja aku melihat seorang Wanita menyelamatkan kita , Aku mencoba mengejarnya tapi gerakan dia sangat cepat dan disana ramai ,jadi aku tidak bisa menggunakan kekuatanku ! "
Leon dan Liya saling menatap , Liya kemudian bertanya pada Eros "Eros apa kamu tidak salah lihat ?!"
Eros mengangguk " Saya yakin Ibunda !"
Liya menatap Leon " Leon , apakah ini...?"
Leon menghela napas " jangan terlalu berlebihan , lebih baik kita cari tahu dulu , Eros kamu melihat mobilnya ?"
Eros mengangguk , dia kemudian menjelaskan ciri - ciri orang tersebut dan Mobilnya , Ciri - Ciri orangnya Leon seakan tidak asing , tapi saat mendengar mobilnya Roll's Royce dia merasa bukan orang yang dia pikirkan.
.
.
__ADS_1
.
.