
Leon sebenarnya mendengar ucapan yang di lontarkan anak buah Bili, tapi dia tidak menghiraukannya selama mereka tidak menyerangnya.
Leon mengikuti Keberadaan Aura tersebut, sepanjang Perjalanan, Leon di ikuti Anak Buah Bili, Leon tidak mau Repot - Repot berhadapan dengan Mereka.
Tiba - Tiba dengan sekejap Mata Leon menghilang dari pandangan Mereka.
" eh..loh.. Kemana dia ?!"
" Tadi dia kesini kan ?" tanya orang yang satunya lagi.
" Benar, aku juga melihat tadi dia berjalan kesini !" Ucap orang berbrewok memastikan.
Mereka semua terkejut saat Leon menghilang dari pandangan mereka.
☆☆☆
Seorang Pria paruh baya yang ada di kamar Bili terkejut saat Merasakan ada Aura Kuat yang berada di hotel itu juga.
Walaupun Leon bisa menyembunyikan Auranya, tapi saat dia menghilang dari hadapan Anak Buah Bili, dia harus menggunakan Auranya.
Tapi walau dia menggunakan Auranya, pria paruh baya yang ada di kamar Bili bisa merasakannya, jika Aura Leon bukan Aura Biasa.
" Tuan Muda bersiaplah , ada yang datang kemari !" Ucap Pria paruh Baya serius.
Bili meremehkan orang yang datang " apa yang perlu ditakutkan , di kota kecil ini tidak mungkin ada orang yang lebih Kuat darimu Paman Zendrik !"
Zendrik tidak menghiraukan Ucapan Bili, dia tetap Fokus pada Arah Aura yang semakin mendekati mereka.
" Bruaakkk !!" Suara Pintu kamar Bili Hancur terdobrak Paksa oleh tubuh Anak buah Bili yang berjaga di depan Pintu.
Anak Buah Bili meringkuk di atas pintu yang Roboh dan pingsan seketika.
__ADS_1
Leon berjalan dengan Santai memasuki kamar Bili , Zendrik Segera berdiri di depan Bili " Lancang !!, Berani kamu mengganggu Tuan Muda !!!?" Zendrik meraung ke arah Leon.
Leon duduk di sofa Kamar Bili tanpa menghiraukan Zendrik.
Zendrik sangat Marah , dia kemudian mengeluarkan Aura Anginnya dan menebaskan ke arah Leon.
Tapi dengan Mudahnya Leon menghilangkan Aura angin Zendrik dengan melahapnya.
Zendrik terkejut " i..ini , Si..Si..apa kamu sebenarnya " Zendrik Tahu jika Lawannya bukan orang sembarangan.
" Siapa aku ?, Bukankah Orang bodoh di belakangmu menyuruh anak buahnya untuk membunuhku , Kamu madih bertanya siapa aku ?" Leon berbicara dengan Santai sambil Meminum Wine yang ada di meja depannya.
Zendrik Menatap Bili , dia seolah meminta penjelasan, pasalnya waktu Bili mengikuti Lelang dia tidak ikut dengannya.
" Paman Zendrik ,apa kamu takut dengannya, dia hanya anak orang kaya yang sombong, dia berani melawanku saat di lelang !" Ucap Bili membela diri.
Leon menyeringai " Aku sombong ?, apa salahnya dengan Menawar lebih tinggi , Bukankah kamu tahu jika di lelang ,orang yang memiliki banyak uang , dia yang memenangkannya " Tatapan Leon berubah jadi dingin.
" Paman Zendrik Habisi dia !!" Bili Bentak Zendrik.
Zendrik tidak Bergerak sedikitpun, dia merasa jika dia bergerak Maka akan mengantarkan nyawanya, karena intuisinya mengatakan jika Orang di depannya Memiliki kekuatan Yang membahayakan.
Zendrik menghela Napas " Anak Muda , Tolong maafkan Tuan Muda kami , Aku harapa kamu mengerti, jika berurusan dengan Kami maka kamu tidak mungkin lepas dari kami, lebih baik kita akhiri masalh ini sampai di sini saja " Zendrik berkata dengan Lembut.
" Paman ..."
" Diamlah Tuan Muda !!" Zendrik membentak Bili.
Bili yang tidak pernah melihat Zendrik ketakutan seperti itupun diam, dia hanya tidak menyangka jika Zendrik akan takut pada Pemuda di hadapannya.
dengan sekejap Mata , Leon sudah ada di hadapan Zendrik " Maaf ?, Apa jika Kamu akan di bunuh seseorang terus kamu akan memaafkan otang itu begitu saja " Aura Leon meluap Keluar.
__ADS_1
Zendrik terkejut " i..ini !!, Tuan Muda menjauhlah !!" Zendrik mendorong Bili agar menjauh ,Hingga Bili menabrak Tembok Kamar.
Zendrik yang sudah hidup lama, tentu tahu Aura milik Leon , Zendrik tidak berani mengelurakan Auranya, Leon Mencengkram Lehernya " Kenapa ?, Apa Cuma segini kemampuan Pengawal Pribadi Kerjaan Hayden !?" Leon berkata dengan dingin.
" Tu..Tuan.. maafkan Kami , Kami Janji tidak akan berbuat seperti ini lagi " Zendrik menciba bernegosiasi di sela Cengkraman Leon.
Leon melemparkan Zendrik ke dinding , Zendrik menyemburkan seteguk darah.
Bili yang hanya Memiliki Aura tahap dua Menelan Ludah, dia berkeringat dingin Saat Leon berjalan Ke arahnya.
Zendrik yang melihat Itu langsung berlutut dan membenturkan kepalanya di lantai " Tuan.. Tolong Maafkan Kami , Kami Akan memberi Kompensasi yang setimpal untuk anda !"
Leon tidak menggubrisnya , dia masih mendekati Bili, Bili yang saking takutnya Tubuhnya Bergetar , Cairan Pesing Merembes Keluar dari celanya. Kemudian Bili pingsan di tempat.
Leon mengerutkan keningnya, dia belum menyentuh sedikitpun tapi Bili sudah pingsan.
Leon menghela Napas , dia menarik Auranya masuk dalam Tubuhnya.
Leon kemudian kembali duduk di sofa " Jadi Apa kompensasi yang ingin kamu tawarkan ?, jika aku tidak puas aku akan membunuh Kalian !!" Uvap Leon dingin.
Zendrik mengangkat Kepalanya " Tuan, Kami dari Kerajaan Hayden Siap menawarkan Bantuan jika anda membutuhkan Kami , kekutan Kami juga lumayan Kuat , Kami memiliki empat Orang yang sudah berada tahap 9, Walupun mereka masih di bawah saya tapi saya yakin mereka akan berguna untuk anda ?" Jawab Zendrik tergesa - gesa.
Leon menatap Zendrik " Kenapa kamu berfikir jika aku membutuhkan Kalian , apa kamu pikir Aku selemah itu ?"
" tidak, tidak, tidak, Tuan..., Saya tahu anda Kuat , Tapi saya yakin jika suatu saat Nanti anda juga membutuhkan Bawahan yang Setia dengan Anda, saya bisa menjanjikan hal tersebut !"
Zendrik sudah tidak peduli lagi dengan Citra kerajaan Hayden.pasalnya dengan menjadi bawahan Leon itu tidak buruk juga, Karena Leon memiliki kekuatan yang mengerikan.
Pasti akan banyak orang yang mengikutinya, Menurut Zendrik itu sebuah kesempatan agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan Leon.
" apa kamu ingin memanfaatkan aku ?" Ucap Leon Santai.
__ADS_1
Zendrik Terkejut Karena Leon Mengetahui Rencananya, dia berkeringat dingin tidak berani menatap Leon ,apalagi bersuara.