
Leon yang tidak tahu jika Theia sedang dalam bahaya , dia masih menikmati kehidupan tenangnya bersama keluarganya.
Karena Leon tidak pernah berpikir jika Hades dalang dari semua kejadian Buruk yang menimpanya, dia selalu berpikir jika Takdir lah yang membuat hidupnya seperti sekarang.
Sementara itu , Leon sedang Menandatangani berkas - berkas perusahaan yang baru di ambil alih oleh dia kemarin.
Leon duduk di ruangannya, dalam gedung Hart Corporation bersama Arin yang membawa berkas - berkas tersebut.
Setelah selesai menandatangani berkas tersebut , Leon kemudian bertanya pada Arin " Menurutmu apakah gedung ini terlalu kecil untuk Hart Corporation yang sekarang Arin ?"
" jika untuk sekarang menurutku tidak Tuan Leon , tapi jika untuk kedepannya mungkin memang terlalu kecil , karena perusahaan yang sudah kita akuisisi sekarang Mereka lebih besar dari Hart Corporation " Ucap Arin menganalisis.
Leon mengangguk - anggukan kepalanya " Kalau begitu , kamu siapkan gedung pengganti sementara kita akan merenovasi bangunan ini menjadi yang termegah dari perusahaan - perusahaan lainnya !" Leon berkata dengan tegas.
Tapi Arin menginterupsi " Tuan Leon jika kita merenovasi gedung ini , maka akan memakan waktu yang lama , belum lagi biaya yang besar juga "
Leon tersenyum " maka dari itu, aku ingin kamu mencari gedung pengganti dulu ,selama masa renovasi gedung ini , soal Biaya apa 50 Milyar dolar cukup ?"
Arin lupa jika Leon tidak pernah kekurangan uang, dia hanya tersenyum kecut saat mendengar jumlah uang yang akan Leon berikan.
" Masalah Pembangunan dan Biaya, biar kita tanya sama kontraktor saja Tuan , agar bisa sekalian bisa memberikan contoh bangunan yang anda mau " Ucap Arin sopan.
Leon mengangguk " Baiklah , kamu Atur semuanya "
Arin kemudian meninggalkan ruagan Leon , dia kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang dia Handle.
***
Selene ,Eros ,Angel dan Karina pergi bersama ke sebuah pusat perbelanjaan , mereka ditemani Homusubi , Wesley dan Jin Mereka bertiga bertindak sebagai pencegahan agar tidak terjadi sesuatu pada Ke empat Orang yang Leon sayangi.
Walaupun Eros dan Selene mungkin lebih kuat dari mereka , tapi sebagai Tuan mereka bertiga tentu saja tidak mungkin turun tangan untuk menangani hal sepele.
__ADS_1
Selene yang sudah beberapa kali ke pusat perbelanjaan , dia bersikap layaknya manusia pada umumnya.
Sementara Eros seperti orang udik yang baru melihat segala sesuatu yang ada di tempat tersebut, dia bertanya terus pada Homusubi dan Selene tentang apa saja yang dia lihat.
" Makmur sekali rakyat disini " gumam Eros yang melihat banyak orang berlalu lalang didepan dan belakangnya.
Selene tersenyum " beginilah kehidupan manusia kakak, ngomong - ngomong kakak ingin apa ?"
" aku boleh minta sesuatu ?" tanya Eros polos.
Angel tersenyum " Tentu saja boleh , kamu mau apa ?"
" aku ingin naik Itu " Eros menunjuk ketempat permainan anak - anak.
Angel dan yang lainnya menoleh kearah yang di tunjuk Eros , Mereka semua seketika tersedak ludah saat Eros menunjuk mobil - mobilan yang sedang di mainkan anak - anak.
Entah kenapa Eros sangat terobsesi dengan Mobil, entah itu yang kecil ataupun yang besar , apalagi mobil yang di mainkan anak - anak tersebut terlihat saling tabrak - tabrakan.
Angel dan Karina saling menatap , Mereka kemudian menoleh ke selene , tapi Selene malah membuang muka , karena dia tidak ingin terlibat dengan masalah kakaknya.
" Eros.., bagaimana kalau yang lain saja " ucap Karina lembut.
" Aku tidak tertarik dengan yang lain , Aku hanya ingin naik mobil kecil itu " jawab Eros yakin.
" Ayo Homusubi , kamu temani aku !!" Eros menarik tangan Homusubi dengan paksa.
Angel dan Karina langsung mengejar mereka berdua di ikuti Selene dan yang lainnya .
Setelah Eros naik dia langsung menabrak - nabrakan mobilnya ke mobil anak - anak hingga mereka semua pada ketakutan, bahkan ada yang menangis " Ayo lawan aku , hahahaha..."
sontak saja semua pengunjung melihat Eros yang sedang memainkan permainan anak kecil tersebut , Karena suara tawa Eros begitu menggelegar.
__ADS_1
Apa lagi wajah Eros sangat menawan , jelas saja semua wanita muda yang ada ditempat tersebut langsung mengelilingi Wahana bermain tersebut untuk melihat Eros.
" Tampan - Tampan tapi kok stres !"
" Mungkin masa kecilnya kurang bahagia "
" ah.. tapi aku mau jadi pacarnya !"
" kamu benar walaupun kekanak - kanakan tapi dia sangat tampan, aku juga mau jadi pacarnya !"
Semua orang memperhatikan Eros dengan tingkah konyolnya, mereka membicarakan Eros yang berpiralaku seperti anak kecil.
Angel dan Karina hanya bisa menghela napas kasar " ternyata begini rasanya punya anak " gumam Angel dalam hati.
" apa anakku nanti juga bakal seperti dia " Batin Karina.
Mereka berdua seolah ditunjukan masa depan oleh tingkah Eros yang di luar Nalar, pasalnya mereka membayangkan bagaimana nanti jika mereka mempunyai seorang anak.
Homusubi, Jin dan Wesley juga menatap tidak berdaya Eros , jika bukan karena Leon mungkin mereka akan meninggalkan Eros ditempat tersebut.
Sementara Selene tiba - tiba tertawa geli " hihihi... Begitulah sifat kakak, dia akan mencoba menaklukan apapun yang dia suka "
Angel menatap Selene " Apakah di Kayangan dia seperti ini ?" tanya Angel lembut.
Selene menggeleng " hanya disini kakak menunjukan sisi lainnya , dikayangan aku hanya melihat satu kali kakak seperti ini , tapi ketika ibunda datang kakak akan berusaha menjadi Dewa yang bijaksana "
Selene dia sebentar kemudian melanjutkan " Kakak selalu berlagak kuat jika di depan ibunda , Karena kakak tahu jika ibunda selalu berasedih jika kita tidak melihatnya , jadi Kakak berusaha sebisa mungkin untuk terus menjadi Kuat agar bisa melindungi ibunda " Raut wajah Selene berubah menjadi Sendu.
Angel dan Karina mengusap punggung Selene bersamaan , Mereka memeluk Selene dari samping kiri dan Kanan , karena Mereka tahu jika Selene dan Eros menjalani kehidupan yang berat tanpa seorang ayah disamping mereka.
..
__ADS_1