
Seiring berjalannya waktu perusahaan Leon semakin berkembang , Setelah beberapa bulan gedung Hart Corporation di Futown juga sudah berdiri.
Provinsi Haringtown hampir dikuasai Hart Corporation, Sayne grup, perusahaan milik Drake yang dulunya nomor satu di Provinsi Haringtown sekarang menjadi perusahaan Nomor dua di bawah Hart Corporation.
Drake tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena semakin Leon tumbuh menjadi orang yang lebih besar itu akan lebih baik , untuk menjaga Angel putrinya.
Sekolah beladiri yang didirikan Leon juga sudah memiliki ribuan murid , dari orang yang tidak memiliki Aura sampai yang memiliki Aura tahap 7.
Sementara Jin sudah mampu menembus Aura tahap 10, Wesley tahap 9 dan Brandi tahap 8.
Anak buah mereka bertiga rata - rata sudah mencapai Aura tahap 7, kecuali 5 bawahan Jin yang notabenya memiliki Aura spesial ,mereka sudah setingkat dengan Aura Brandi.
Pembangunan Sekolah Beladiri juga bertambah seiring menambahnya jumlah murid .
Di provinsi Marhaz , Adrax Capital sudah menjadi ikon di sana , Semua Vasilitas di provinsi Marhaz hampir semuanya dari Adrax Capital.
Dari Sekolah Dasar , menengah ,Atas, perguruan tinggi ,Rumah sakit semuanya di suplai oleh Adrax Capital , Karena Leon memerintahkan Rosalin agar mensejahterakan semua golongan Masyarakat di Adrax Capital.
Pemukiman kumuh juga di Sulap Adrax Capital menjadi komplek rumah susun yang Elegan, tujuannya agar tidak ada kesenjangan diantara mereka.
Tentu saja Leon juga membuka lapangan pekerjaan untuk mereka semua , dari kalangan bawah hingga kalangan Atas. Hampir di bilang Provinsi Marhaz 95% sudah makmur.
Para pejabat dalam negeri juga tidak berani menentang Adrax Capital , mereka cenderung mengikuti intruksi dari Adrax Capital.
Sementara itu diRasdale, Leon baru membangun beberapa perusahaan saja , Hart Technologi, Hart Carity Foundation dan Hart industries.
Adapun Kerajaan Hayden yang di pimpin Bili mulai menunjukan perubahan yang signifikan berkat kerja sama mereka dengan Leon.
Bili mampu memenuhi janjinya pada Leon, untuk membangun kerajaan yang mementingkan warganya.
***
" Hoek..Hoek.... " Karina terlihat sedang mual - mual di kamar mandi.
__ADS_1
Angel menghampiri " Kamu sakit Rin?" ucap Angel sambil mengusap - ngusap punggung Karina.
Karina mengangkat tangannya " Aku tidak apa - apa ngel , cuma sedikit gak enak badan " ucap Karina lemah.
Angel terkejut melihat wajah Karina yang pucat " Nggak papa apanya ?!, muka kamu pucat begitu , kita ke Rumah sakit sekarang !" ucap Angel tegas.
Karina tidak menolak , Angel memapah karina keluar dari kamar .
Liya yang melihat Angel memapah Karina bertanya " Karina kenapa Ngel ?"
" Dia sepertinya sakit, aku mau membawanya kerumah sakit " jawab Angel sambil berlalu.
Liya hanya tersenyum , sebenarnya dia tahu jika Angel sedang hamil , tapi dia juga tidak bisa berbuat apa - apa , karena Dewa dan Dewi hanya bisa menyembuhkan luka bukan menyembuhkan orang hamil 😅😅
Liya membantu memapah Karina menuruni tangga , Frista yang kebetulan melihat bertanya " Karina kenapa ?" tanya Frista khawatir.
" Tidak tahu bu , dia dari semalam muntah - muntah terus " jawab Angel.
Liya tersenyum dan buka Suara " Ibu tenang saja ,Karina tidak kenapa - napa kok "
Sementara Frista langsung paham , dia juga tersenyum kearah Karina " Ya sudah , bawa ke Dokter dulu , ibu mau menelpon Leon agar nanti dia menyusul ke Rumah sakit " ucap Frista lembut.
Ketiga Wanita Leon mengangguk , mereka membawa Karina kerumah sakit Hart Medical yang merupakan rumah sakit milik suami mereka.
Leon yang sedang duduk santai di kursi kebesarannya ,tiba - tiba ponselnya berdering ,dia langsung mengangkat telepon tersebut " Halo.."
" Leon , Karina di bawa Ke rumah sakit , Kamu susul mereka gih !" Ucap Frista lembut.
Leon langsung menegakkan badannya " Rumah sakit ?, Karina kenapa bu ?" tanya Leon khawatir.
" Sudah jangan banyak tanya , cepat susul istrimu !" jawab Frista tegas.
" Baik bu !" Leon mematikan panggilan dan langsung bergegas kerumah sakit.
__ADS_1
Leon sangat cemas , dia mengemudikan mobilnya secepat mungkin agar sampai dirumah sakit secepatnya.
Di parkiran Leon melihat Brandi dan Wesley yang sedang menunggu ketiga istri Leon.
Leon keluar dari mobil dan menghampiri mereka " Bagaimana keadaan Karina Brandi ?" tanya Leon khawatir.
" Kami tidak tahu Tuan , Nona masih didalam " jawab Brandi sopan.
Leon menghela napas ,dia langsung masuk kedalam rumah sakit Mencari ketiga istrinya . Karena Rumah sakit tersebut miliknya ,tentu saja dia sudah tahu semua ruangan rumah sakit tersebut.
Leon langsung menuju Ruangan Dokter Pribadinya ,karena semua keluarganya jika sakit pasti akan ke Dokter pribadi mereka.
Walaupun Liya dan Selene memiliki teknik penyembuhan , tapi Leon tidak mau mereka mengobati luka ringan untuk keluarganya , karena menurut Leon jika hanya luka ringan lebih baik kerumah sakit.
Leon langsung membuka pintu ruangan dokter pribadinya , benar saja ketiga istrinya ada disana.
Mereka semua seketika menoleh kearah pintu karena mendengar suara pintu di buka .
Leon menghampiri Karina dan bertanya " Kamu tidak kenapa - napakan ?" tanya Leon Cemas.
Karina tersenyum " Aku tidak apa - apa kok sayang " ucap Karina lembut.
Leon masih tidak percaya Karena wajah Karina pucat " Dok !, kenapa dengan istriku ?" tanya Leon pada Dokter Ferdi.
Dokter Ferdi tersenyum " Selamat Tuan Leon anda akan menjadi seorang Ayah " Ucap Dokter singkat tapi membuat Leon tertegun.
" A..yah ?!" Ucap Leon tidak percaya.
Dokter Ferdi mengangguk " Ya.. Nona Karina Hamil , usia kandungannya mau masuk dua Bulan , untuk masalah mual - mualnya itu biasa terjadi pada beberapa ibu hamil , Nanti saya akan berikan Resep agar sedikit mengurangi mualnya " ucap Dokter lembut.
Leon menatap Karina , matanya berkaca - kaca , Leon langsung memeluk Karina " Selamat yah sayang " ucap Leon dengan penuh kasih sayang.
.
__ADS_1
.
.