Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Liya Sadar


__ADS_3

Setelah membayar biaya adminstrasi , Leon langsung menghubungi Selene.


Selene sangat terkejut saat mendengar berita tersebut , dia langsung bergegas menuju Rumah sakit dan berpamitan pada Luna , Marcel dan Jason.


Tapi Luna meminta ijin ikut dengan Selene ,karena dia penasaran dengan orang tua Selene, Selene yang notabenya tidak tahu apa - apa tentang hubungan Luna dan Leon ,dia menyetujui jika Luna ikut dengannya.


Sementara itu Leon dan Eros sedang menjaga Liya yang masih belum sadar , Mereka berdua harap - harap cemas.


Leon duduk di sebelah Liya dia menggenggam tangan Liya sambil menciumnya " Bangunlah Theia !" ucap Leon lirih.


Eros hanya bisa menatap Ayahnya dengan Sendu , pasalnya dia sudah tahu jika mereka berdua di pisahkan takdir beberapa Juta tahun yang lalu.


Tak berselang lama pintu ruangan tersebut di buka, Selene langsung menghampiri Eros dan Leon.


Tubuh Selene bergetar saat benar - benar menyaksikan ibunya telah bereinkarnasi ketubuh manusia " Ibunda " Ucap Selene lirih dengan menitihka Air matanya.


Leon yang melihat Selene seperti itu ,dia juga merasakan perasaan yang sama dengannya , Perasaan keluarga tersebut sedang bercampur aduk ,antara sedih dan bahagia menjadi satu.


Tiba - tiba Luna buka suara " Le..leon !" ucap Luna keras yang membuat Eros dan Leon menoleh.


Leon tidak kalah terkejut ,pasalnya dia sangat mengagumi Luna ,tapi hanya sebagai Influencer bukan menyukainya.


" Lu..na ?" Leon tanpa sengaja menyebut nama Luna.


Eros menghela napas " Ayah.. bisa tidak sih jangan mencari selir lagi , sekarang sudah ada ibu " ucap Eros kesal.


Leon tersenyum kecut " Hais .. kamu ini ,kami cuma berteman " ucap Leon lembut.


Selene melihat Leon dengan seksama, setelah dia melihat raut wajah Leon yang tidak menunjukan rasa suka seperti melihat Angel dan Karina , Selene menghela napas lega , karena dengan begitu Leon berarti tidak menganggap Luna sebagai wanita spesialnya.


Selene menghampiri Luna " Lun.. kamu keluar sebentar yah , aku mau mengobrol dengan ayahku dulu "


" Ayah ?, Leon Ayah kamu ?" tanya Luna kaget.

__ADS_1


Selene mengangguk " Banyak hal yang telah terjadi , nanti aku ceritakan semuanya sama kamu " ucap Selene lembut.


Luna mengangguk mengerti , dia keluar dari ruangan tersebut bersama Wesley , Walaupun dia penasaran tapi dia harus sedikit memberi ruang pada keluarga tersebut.


Yang di pikirkan Luna , Leon menikahi ibu Selene ,dia mengira jika Selene adalah anak tiri Leon , karena hanya itulah satu - satunya yang bisa menjelaskan kenapa Selene menjadi anak Leon.


Setelah Luna keluar ,Selene mengunci pintu ruangan tersebut , pasalnya dia akan menggunakan teknik penyembuhannya pada Liya.


" Ayah ,Kakak minggir sebentar " perintah Selene pada keduanya.


Leon dan Eros mengangguk , mereka berdua sedikit menyingkir karena tahu apa yang akan dilakukan Selene pada Liya.


Selene mengeluarkan Aura Cahaya dari tangannya dan mengalirkan pada Liya hingga tubuhnya terbungkus oleh Aura cahaya milik Selene.


Hanya beberapa menit saja Liya sudah menggerakan jarinya , kemudian dia mengerjapkan kelopak matanya.


Selene terus mengalirkan teknik penyembuhannya , hingga akhirnya Liya terbangun sepenuhnya , Selene langsung menarik tekniknya dan menghela napas Lega.


" Ibunda !" Eros juga menghampiri Liya.


Theia tersenyum melihat wajah - wajah yang tidak asing baginya , walaupun pandangannya masih sedikit kabur ,dia tidak akan lupa dengan wajah anak - anaknya.


" Kenapa kalian menyusul ibu kemari ?" Tanya Liya dengan suara parau.


" Apanya yang menyusul ibunda !, lihatlah ibunda sudah bangkit kembali !" Ucap Eros tegas.


Liya terkejut " Bangkit ?, apa maksud kalian ?" Liya mencoba bangun.


Leon meraih tangan Liya , dia menggelengkan kepalanya menyuruh dia berbaring saja , terlihat bulir bening jatuh dari pelupuk mata Leon.


Liya menatap Leon " kenapa kamu menangis ?" tanya Liya pada Leon.


Selene menarik Eros , Eros awalnya tidak mau pergi tapi melihat ketegasan pada wajah Selene ,dia tahu jika Ayahnya membutuhkan waktu berdua dengan ibunya untuk melepas rindu.

__ADS_1


Selene dan Eros keluar dari ruangan tersebut , mereka memberikan ruang kepada Ayah dan ibunya.


Setelah kepergian Kedua anaknya , Leon memeluk Liya yang masih terbaring diranjangnya , Liya terkejut dengan perlakuan Leon.


" Leon apa yang kamu lakukan ?" tanya Liya pada Leon , tapi detik berikutnya dia merasakan Lehernya basah karena air mata Leon.


" Biarkan aku seperti ini sebentar " Suara Leon bergetar.


Liya tersenyum ,dia membalas pelukan Leon , Takdir yang memisahkan mereka berdua selama jutaan tahun akhirnya mempertemukan mereka sebagai manusia biasa.


Liya juga menitihkan air matanya " Aku sangat merindukan kamu Leon " ucap Liya lirih.


Leon mengangguk kecil , dia kemudian melepaskan pelukannya , Leon menghapus Air mata yang mengalir dengan tangannya " Maaf .. selama ini aku tidak bisa membuat kamu bahagia Theia " ucap Leon tulus.


Theia tersenyum , dia mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Leon , Leon menggengam tangan Theia yang ada dipipinya.


Leon memejamkan matanya ,menikmati momen tersebut , dia teringat saat pertama menjalin hubungan dengan Theia , dengan sentuhan tangan Theia di pipinya , Leon langsung melunak pada Theia. Dia yang terkenal sering membuat kekacauan di kayangan ,langsung berubah saat menjalin hubungan dengan Theia.


" Apakah kamu masih mencintaiku Leon ?" Tanya Theia lembut.


Leon membuka matanya " Apakah pengorbananku selama ini tidak cukup untuk membuktikan Cintaku padamu Theia ?, kenapa kamu selalu menanyakan hal bodoh seperti itu , Tiga kali aku hidup ,aku merasakan kekosongan dalam hatiku jika tidak bersama kamu , Walau aku memiliki Wanita Lain tapi kamu selalu menjadi yang nomor satu dihatiku " Ucap Leon dengan tatapan penuh keyakinan.


Theia tersenyum " Aku tahu itu , Terimakasih Tartarus ..."


Mereka berdua saling melepas rindu , Leon dengan sangat perhatian ,membuat Theia yang menempati tubuh Liya senyaman mungkin dengan kata - kata yang lembut.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2