
Leon menatap kosong kejdian yang telah terjadi , dia diam mematung di tempatnya, seakan dia sudah tidak punya harapan lagi.
" Plaaaaakkk !!!" Dua tangan Liya menyentuh pipi Leon dengan keras.
" Bangunlah suamiku !, aku tahu kamu orang yang kuat ! " Ucap Liya tegas.
Seketika Leon tersadar , dia memegang kedua tangan Liya yang berada di pipinya " Maaf Liya !" ucap Leon sambil menurunkan tangan Liya.
Leon maju kedepan dan menghela napas " Seribu Tombak bayangan !!"
Ribuan Tombak yang terbuat dari bayangan bermunculan di atas kepala Leon.
Liya tersenyum , dia juga mengeluarkan tekniknya berupa tembakan Cahaya .
" Wuzzzz
" Wuuzzz
" Wuuzzzz
Ribuan Tombak bayangan Leon dan tembakan Cahaya Liya menghujani ribuan Skeleton dan Kelelawar Neraka.
Sementara itu Para Dewa yang sedang menghadapi Raksasa Merah , mereka terus bekerja sama untuk menumbangkan satu persatu Raksasa tersebut.
Eros dan Helios yang sedang melawan Naga tengkorak kesulitan melawannya , karena setiap mereka memberikan serangan fatal , Naga tengkorak akan selalu beregenerasi lagi.
" Sial !!, paman apakah tidak ada cara lain ?" Gerutu Eros kesal.
" Entahlah ..., walaupun sudah hancur lebur juga dia masih bisa kembali seperti semula lagi !" jawab Helios tidak berdaya.
" Groaaaaarrrr !!" Naga tengkorak yang tadi sudah di jatuhkan oleh Eros dan Helios, dia kembali utuh lagi dan terbang kelangit kembali.
" Bluaaaarr !!" Naga tersebut menyemburkan Api yang sangat besar.
" Eros Awas !!!"
" Duaarrrrr !!!" untung saja Helios mendorong Eros tepat waktu hingga dia tidak terkena serangan tersebut.
Di sisi lain , Suara Ledakan membuat semua orang yang belum di ungsikan panik , mereka berteriak histeris karena ketakutan.
Ditempat Andreas , Luminas dan Bawahan Brandi yang lainnya , mereka fokus mengungsikan para Warga.
" Ayo.. Cepat kesini !"
" jangan dorong - dorongan , semuanya harus tertib !" Ucap Luminas tegas , walaupun dia sudah terluka , tapi dia mencoba terus bertahan.
__ADS_1
Para Warga akan di bawa ketempat sekolah Beladiri milik Leon , pasalnya disana sudah dipasang perisai oleh Jin dan para guru sekolah beladiri.
Semua orang di bawa ke Bus , Mobil atau truk mereka secepat mungkin di ungsikan .
" Tuan... carukan anak saya Tuan tolong , hiks ..hiks..." Ucap Seorang ibu muda yang khilangan anaknya.
Andreas tersenyum " Anda tenang saja Nona , kami pasti akan mencarikannya , yang oenting kalian mengungsi terlebih dahulu !" Ucap Andreas mencoba menenangkan para Warga.
Militer Provinsi Brenton sebenarnya sudah membantu , tapi karena lawannya monster jadu mereka hanya fokus membantu mengungsikan Warga , adapaun mereka yang ikut berperang yang memakai Senjata berat seperti Basoka , Roket dan Tank.
Di Vila Leon juga para Monster sudah sampai kesana , tapi berkat perisai Selene dan Glis yang sudah turun ke Bumi , maka Vila tersebut aman.
Sementara itu Lilit , Flis dan anak buah Theia mereka fokus di kuar perisai untuk mengalahkan Monster - Monster tersebut.
Orang Tua Leon dan para pelayan , mereka ketakutan didalam Vila , tidak ada yang berani bergerak sedikitpun disana.
Sementara Laura yang masih memiliki kekuatan Roh api , dia membantu sebisa mungkin dengan menembakan bola - bola Api pada Skeleton dan Monster Kecil lainnya.
Suasana semakin tak terkendali , para Monster sudah sepenuhnya mengelilingi Provinsi Brenton .
Drake dan Anak buahnya juga sudah menyebar untuk membantu Leon dan para Dewa.
Para Monster mulai akan menyebrang ke Provinsi Marhaz , tapi saat hal itu akan terjadi , Mikharl dan Malaikat agung lainnya turun dari Surga , mereka membuat Segel pembatas yang mengelilingi Provinsi Brenton.
Segel tersebut sangat kokoh karena di buat langsung oleh para Malaikat agung , tidak mungkin Monster Neraka mampu menembusnya.
" Ayah !!, Bantu kami !!!" Eros berteriak , karena dia sudah sangat prusatasi melawan Naga tengkorak yang tidak bisa mati.
Leon mengangguk , dia membuka Dimensi kekosongan " masukan dia ke sana !!" perintah Leon pada Helios dan Eros .
Helios mengangguk , dia langsung menembakan bola - bola Api pada naga tersebut.
Eros juga melakukan Serangan dengan panahnya .
" Duar
" Duar
" Duar !
Naga tersebut lerlahan tapi pasti mulai mendekati Dimensi kekosongan yang dibuat Leon.
Leon mengeluarkan teknik pengikat bayangannya , dia mengikat seluruh tubuh naga tersebut dan memasukannya kedalam Dimensi yang telah dia buat.
Helios mengeluarkan Bola Api yang sangat Besar , dia menembakan ke arah Naga tersebut.
__ADS_1
" Bluaaarrrrr !!!"
" Groaaarrr !" Naga tersebut seolah tidak terima.
Leon langsung menariknya dengan Kuat kedalam Dimensi tersebut , Naga Meronta - ronta .
" Masuklah kau sialan !!!" Eros menembakan panah peledak.
" Duar !!"
" Groaaar !
" Slaaapp !!!" Naga tersebut tersedot masuk kedalam Dimensi yang Leon buat.
Leon langsung menutup Dimensi tersebut , Baru saja mereka akan tersenyum tiba - tiba ...
" Groaarrrrr !
" Groaaarrrrr !
" Groaarrrrrr !
Puluhan Naga tengkorak bermunculan dia tas mereka , Leon dan yang lainnya terkejut.
" Sial !!, Melawan satu saja sangat merepotkan !" gerutu Eros .
Pertarungan terus terjadi hingga sampai Tiga hari , Para Dewa mulai kepayahan , pasalnya mereka semua sudah terlalu banyak menggunakan kekuatan mereka.
Sementara itu Liya tiba - tiba ambruk ditanah ,dia hampir saja di tebas oleh Skeleton yang membawa pedang , untung saja Leon melihatnya.
" Sraatt !!"
" Liya kamu kenapa ?" Tanya Leon sambil memapah Liya.
" Tidak tahu kekuatanku tiba - tiba menghilang " ucap Liya lemah.
" Kedebbuugggh !!" Eros juga terjatuh dari langit.
Di Vila Leon Selene juga sama seperti Liya dan Eros , tiba - tiba dia ambruk di lantai , Karena mereka keturunan Dewa Cahaya langsung ,otomatis kekuatan mereka langsung melemah setelah terjadi gerhana Matahari Total.
Glis yang awalnya hanya melindungi orang - orang yang bertarung , dia sekarang mengalihkan pertahanannya Ke Vila dan melepaskan perisai di orang - orang yang sedang bertarung di sekitar Vila.
.
.
__ADS_1
.