Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Krisis Menimpa Theia dan Anaknya


__ADS_3

Leon menatap kosong kejdian yang telah terjadi , dia diam mematung di tempatnya, seakan dia sudah tidak punya harapan lagi.


" Plaaaaakkk !!!" Dua tangan Liya menyentuh pipi Leon dengan keras.


" Bangunlah suamiku !, aku tahu kamu orang yang kuat ! " Ucap Liya tegas.


Seketika Leon tersadar , dia memegang kedua tangan Liya yang berada di pipinya " Maaf Liya !" ucap Leon sambil menurunkan tangan Liya.


Leon maju kedepan dan menghela napas " Seribu Tombak bayangan !!"


Ribuan Tombak yang terbuat dari bayangan bermunculan di atas kepala Leon.


Liya tersenyum , dia juga mengeluarkan tekniknya berupa tembakan Cahaya .


" Wuzzzz


" Wuuzzz


" Wuuzzzz


Ribuan Tombak bayangan Leon dan tembakan Cahaya Liya menghujani ribuan Skeleton dan Kelelawar Neraka.


Sementara itu Para Dewa yang sedang menghadapi Raksasa Merah , mereka terus bekerja sama untuk menumbangkan satu persatu Raksasa tersebut.


Eros dan Helios yang sedang melawan Naga tengkorak kesulitan melawannya , karena setiap mereka memberikan serangan fatal , Naga tengkorak akan selalu beregenerasi lagi.


" Sial !!, paman apakah tidak ada cara lain ?" Gerutu Eros kesal.


" Entahlah ..., walaupun sudah hancur lebur juga dia masih bisa kembali seperti semula lagi !" jawab Helios tidak berdaya.


" Groaaaaarrrr !!" Naga tengkorak yang tadi sudah di jatuhkan oleh Eros dan Helios, dia kembali utuh lagi dan terbang kelangit kembali.


" Bluaaaarr !!" Naga tersebut menyemburkan Api yang sangat besar.


" Eros Awas !!!"


" Duaarrrrr !!!" untung saja Helios mendorong Eros tepat waktu hingga dia tidak terkena serangan tersebut.


Di sisi lain , Suara Ledakan membuat semua orang yang belum di ungsikan panik , mereka berteriak histeris karena ketakutan.


Ditempat Andreas , Luminas dan Bawahan Brandi yang lainnya , mereka fokus mengungsikan para Warga.


" Ayo.. Cepat kesini !"


" jangan dorong - dorongan , semuanya harus tertib !" Ucap Luminas tegas , walaupun dia sudah terluka , tapi dia mencoba terus bertahan.

__ADS_1


Para Warga akan di bawa ketempat sekolah Beladiri milik Leon , pasalnya disana sudah dipasang perisai oleh Jin dan para guru sekolah beladiri.


Semua orang di bawa ke Bus , Mobil atau truk mereka secepat mungkin di ungsikan .


" Tuan... carukan anak saya Tuan tolong , hiks ..hiks..." Ucap Seorang ibu muda yang khilangan anaknya.


Andreas tersenyum " Anda tenang saja Nona , kami pasti akan mencarikannya , yang oenting kalian mengungsi terlebih dahulu !" Ucap Andreas mencoba menenangkan para Warga.


Militer Provinsi Brenton sebenarnya sudah membantu , tapi karena lawannya monster jadu mereka hanya fokus membantu mengungsikan Warga , adapaun mereka yang ikut berperang yang memakai Senjata berat seperti Basoka , Roket dan Tank.


Di Vila Leon juga para Monster sudah sampai kesana , tapi berkat perisai Selene dan Glis yang sudah turun ke Bumi , maka Vila tersebut aman.


Sementara itu Lilit , Flis dan anak buah Theia mereka fokus di kuar perisai untuk mengalahkan Monster - Monster tersebut.


Orang Tua Leon dan para pelayan , mereka ketakutan didalam Vila , tidak ada yang berani bergerak sedikitpun disana.


Sementara Laura yang masih memiliki kekuatan Roh api , dia membantu sebisa mungkin dengan menembakan bola - bola Api pada Skeleton dan Monster Kecil lainnya.


Suasana semakin tak terkendali , para Monster sudah sepenuhnya mengelilingi Provinsi Brenton .


Drake dan Anak buahnya juga sudah menyebar untuk membantu Leon dan para Dewa.


Para Monster mulai akan menyebrang ke Provinsi Marhaz , tapi saat hal itu akan terjadi , Mikharl dan Malaikat agung lainnya turun dari Surga , mereka membuat Segel pembatas yang mengelilingi Provinsi Brenton.


Segel tersebut sangat kokoh karena di buat langsung oleh para Malaikat agung , tidak mungkin Monster Neraka mampu menembusnya.


" Ayah !!, Bantu kami !!!" Eros berteriak , karena dia sudah sangat prusatasi melawan Naga tengkorak yang tidak bisa mati.


Leon mengangguk , dia membuka Dimensi kekosongan " masukan dia ke sana !!" perintah Leon pada Helios dan Eros .


Helios mengangguk , dia langsung menembakan bola - bola Api pada naga tersebut.


Eros juga melakukan Serangan dengan panahnya .


" Duar


" Duar


" Duar !


Naga tersebut lerlahan tapi pasti mulai mendekati Dimensi kekosongan yang dibuat Leon.


Leon mengeluarkan teknik pengikat bayangannya , dia mengikat seluruh tubuh naga tersebut dan memasukannya kedalam Dimensi yang telah dia buat.


Helios mengeluarkan Bola Api yang sangat Besar , dia menembakan ke arah Naga tersebut.

__ADS_1


" Bluaaarrrrr !!!"


" Groaaarrr !" Naga tersebut seolah tidak terima.


Leon langsung menariknya dengan Kuat kedalam Dimensi tersebut , Naga Meronta - ronta .


" Masuklah kau sialan !!!" Eros menembakan panah peledak.


" Duar !!"


" Groaaar !


" Slaaapp !!!" Naga tersebut tersedot masuk kedalam Dimensi yang Leon buat.


Leon langsung menutup Dimensi tersebut , Baru saja mereka akan tersenyum tiba - tiba ...


" Groaarrrrr !


" Groaaarrrrr !


" Groaarrrrrr !


Puluhan Naga tengkorak bermunculan dia tas mereka , Leon dan yang lainnya terkejut.


" Sial !!, Melawan satu saja sangat merepotkan !" gerutu Eros .


Pertarungan terus terjadi hingga sampai Tiga hari , Para Dewa mulai kepayahan , pasalnya mereka semua sudah terlalu banyak menggunakan kekuatan mereka.


Sementara itu Liya tiba - tiba ambruk ditanah ,dia hampir saja di tebas oleh Skeleton yang membawa pedang , untung saja Leon melihatnya.


" Sraatt !!"


" Liya kamu kenapa ?" Tanya Leon sambil memapah Liya.


" Tidak tahu kekuatanku tiba - tiba menghilang " ucap Liya lemah.


" Kedebbuugggh !!" Eros juga terjatuh dari langit.


Di Vila Leon Selene juga sama seperti Liya dan Eros , tiba - tiba dia ambruk di lantai , Karena mereka keturunan Dewa Cahaya langsung ,otomatis kekuatan mereka langsung melemah setelah terjadi gerhana Matahari Total.


Glis yang awalnya hanya melindungi orang - orang yang bertarung , dia sekarang mengalihkan pertahanannya Ke Vila dan melepaskan perisai di orang - orang yang sedang bertarung di sekitar Vila.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2