
" Tuan Leon tolong bangun, apa yang anda lakukan ?" Loid bersusah payah memapah Leon untuk Bangun, Markus juga membantunya kembali.
Leon Tersenyum disela Air matanya yang bercucuran, Walaupun dia dulu telah Membunuh perasaanya sendiri , tapi sekarang dia hidup dengan tubuh yang penuh Perasaan " Loid Ruiz, apa aku Boleh menemui keluarga Ruiz yang tersisa ?"
Loid menggeleng " Tuan Leon , Mungkin sekarang hanya saya yang tersisa ,Akibat pengejaran sekelompok Orang yang mengincar pemilik Aura kegelapan , Keluarga kami lagi - lagi diburu akibat Memiliki Aura kegelapan, saya berhasil melarikan diri dan diselamatkan oleh Markus "
Leon mengepalkan tangannya saat mendengar hal itu, dia sudah bisa menebak kelompok mana yang mengincar Aura kegelapan yang dimiliki Keluarga Ruiz.
Leon mulai menggabungkan semua informasinya, ternyata alasan Kelompok Demon Lord menyerap Aura kegelapan Pasti untuk menggunakan salah satu senjatanya.
Karena Senjata Leon hanya bisa digunakan dengan Aura kegelapan , Leon mulai tahu semua tentang Demon Lord.
Tinggal dia ingin mencari tahu kenapa Demon Lord juga tahu tentang Sistem yang dia miliki, hanya pertanyaan itu yang kini ada dipikirannya.
Leon benar - benar tidak berdaya , ternyata dia sudah terlambat, jika dia tahu kalau keluarga Masalalunya masih ada mungkin dia akan bergegas membantu kerajaan Hayden.
Karena dari arah pembicaraan Loid, Mereka pasti tinggal dikerajaan Hayden.
Leon menghapus air matanya, dia menghela napas dalam - dalam " Loid Ruiz , tiga hari Lagi kita akan pergi kekerajaan Hayden , Aku akan memusnahkan semua Bajingan - bajingan tersebut "
Loid terkejut, kenapa Leon bisa mengetahui dari mana dia berasal , pasalnya dia belum menceritakan asal - usulnya.
Leon Menepuk Bahunya " Malam ini kita istirahat dulu, Besok kita berangkat keprovinsi Brenton untuk menyiapkan segala sesuatunya "
Walaupun tidak mengerti tapi Markus dan Loid menganggukan kepalanya, Karena mereka sudah bertekad ingin Patuh pada Leon ,apa lagi setelah Loid mendengar Leon Akan pergi kekerajaan Hayden ,Loid Semakin percaya dengan Leon.
Keesokan Harinya mereka berangkat keprovinsi Brenton dengan Helikopter.
Leon tidak lupa berpamitan dengan Rosalin ,dia menitipkan pesan Agar Baik - baik disana.
***
__ADS_1
Beberapa jam perjalanan, Mereka Sampai di provinsi Brenton, tepatnya di landasan Helikopter diatas gedung sekolah bela diri milik Leon.
Leon disambut Jin dan Brandi , Markus terkejut saat Melihat Jin, Pasalnya dia tahu jika Jin adalah Pemimpin klan Azure.
" Selamat datang Tuan !" Ucap Jin dan Brandi.
" Jin , Kamu sudah siapakan orang - orang yang akan kita bawakan ?" Tanya Leon datar.
" Semuanya sudah siap Tuan !" Jawab Jin tegas.
Leon menganggukan kepalanya, dia berjalan Kebawah di ikuti Keempat bawahannya.
Saat di Halaman sekolah Beladiri, Leon Melihat Zendrick yang sedang melatih Murid sekolah beladiri, disana juga terlihat Bili yang mengikuti latihan Bersama Murid Lainnya.
" Kalian berdua untuk sementara tinggal disini , Kita akan berangkat Lusa " Ucap Leon pada Markus dan Loid.
" Baik Tuan !" jawab Mereka patuh.
Brandi menyiapkan Mobil dan membawa Leon Ke kediamannya , diperjalanan Brandi bertanya " Apa mereka bakal membantu kita Tuan ?"
Leon mengangguk " Brandi , sementara Kami pergi Kamu yang akan bertanggung jawab disini "
" Tuan ijinkan saya ikut dengan anda, walaupun kekuatan saya tidak sekuat kalian, tapi saya ingin membuktikan kesetiaan saya !" Brandi berkata dengan tegas sambil menyetir.
Leon tersenyum " Brandi, aku tidak pernah meragukan kesetiaanmu , Aku hanya tidak bisa menyerahkan pengawasan disini pada orang lain, percayalah aku melakukan ini untuk kebaikan kalian , dan Bela hanya mempunyai kamu sekarang Bukan ?"
Brandi Hanya bisa mengangguk pasrah , Mau bagaimanapun semua yang dikatakan Leon tidak bisa ditolak, dia juga sadar kekuatannya masih lemah, kalau dia ikut hanya akan membebani yang Lain " Saya mengerti Tuan !"
Beberapa saat Kemudian mobil Leon memasuki Vila , Leon turun dari mobilnya , dia tercengang saat Memasuki Vila.
Leon melihat Angel dan Karina yang sedang mengobrol dengan orang tuanya seperti layaknya anak sendiri diruang Tamu, padahal dia tidak memberitahu Angel dan Karina jika dia akan pulang dari Provinsi Marhaz hari ini.
__ADS_1
" kenapa kalian ada disini ?" Tanya Leon menghampiri mereka.
Sontak saja saat mendengar suara Leon mereka langsung Menoleh " Leon !!" Ucap Karina dan Angel yang Langsung menghampiri Leon.
" Jadi .. Kenapa Kalian ada disini ?" Tanya Leon Lagi.
" Loh.. bukannya kamu yang menyuruh mereka berdua tinggal disini ?" Frista malah balik bertanya pada Leon.
Leon mengerutkan keningnya , dia menatap Angel dan Karina untuk meminta penjelasan, pasalnya Leon menyuruh mereka tinggal di Vilanya saat dia sudah berangkat ke Rasdale.
Angel dan Karina tersenyum kecut, saat melihat Leon yang seperti marah pada mereka.
" Ayo jelaskan " Leon Menyilangkan tangannya didepan dada.
" Hehehe... Kami kan hanya ingin lebih dekat dengan calon Ayah dan ibu Mertua , iyakan ngel ?"
Angel menimpali " Benar Leon, Biar nanti kami tidak canggung lagi tinggal disini, lagi pula Ayah dan ibu juga tidak melarang kami kok "
" Sudahlah Leon, lagipula masih ada satu kamar kosong, kamu juga kan yang mengusulkan mereka tinggal disini ?" Frista melerai anaknya.
" Tapi Bu... , Kalau mereka tinggal disini Sebelum menikah takutnya nan..."
Belum selesai bicara, Laura yang baru turun dari kamarnyanya memotong " Nanti kakak gak bisa menahan diri memasuki kamar mereka Bu, iyak kak ?" Goda Laura sambil menaik turunkan Alisnya.
Leon mendengus kesal " Kamu ini yah, kalau kakak lagi bicara Nyambar mulu !"
" Tapi memang itu faktanya kan kak ?, jangan Membohongi diri sendiri kak, Lihat Kemolekan tubuh kak Angel dan Kak Karina , apa lagi nih punya kak Karina tanganku saja gak mencakup " Laura masih menggoda dengan Menangkup gunung kembar Karina dari Belakang.
Karina langsung melepaskan tangan Laura, dia tersipu Malu , dia dengan reflek menyilangkan tangannya didepan gunung kembarnya.
Sementara Angel menatap gunung kembar Mini Miliknya dengan tidak berdaya, pasalnya punya Karina lebih besar dari miliknya.
__ADS_1
Leon Memelototi adiknya yang semakin hari mulutnya semakin usil , sementara Marvin dan Frista hanya memandang kedua anaknya tidak berdaya, Mereka berdua hanya bisa menghela napas.