
Tamparan Angel begitu keras , Membuat telinga Leon berdengung.
Leon Kembali Menatap Angel , dia Melihat Mata Angel yang berkaca - kaca " Angel , Aku tahu aku salah , aku terlalu Naif , aku.. " Belum Leon menyelesaikan kata - katanya , Angel sudah menghambur dan memeluknya.
" Apa kamu bodoh ! , apa kamu pikir bisa menyelesaikan semua masalah Sendiri !?, Leon Aku juga ingin berbagi rasa sakit denganmu , aku tidak ingin melihat kamu berjuang sendirian , aku ingin selalu ada di sisimu saat kamu senang ataupun sedih " Air Mata Angel Menetes deras, membasahi bahu Leon.
Leon membalas pelukan Angel , dia memeluknya dengan Erat " Maaf " Leon Memejamkan matanya, Leon menikmati momen tersebut.
Mereka berdua saling berpelukan beberapa Menit , tanpa ada yang melepas satu sama Lain, Angel menuangkan semua kerinduannya saat Memeluk Leon.
Walau Hanya Beberapa hari dia tidak bersama Leon , tapi entah Kenapa Angel begitu Rindu dengan Bau tubuh Leon, saat dia memeluk Leon seolah ada Rasa nyaman yang mengelilinginya.
" Hei.. apa kita akan terus berpelukan seperti ini ?" Tanya Leon membangunkan Angel yang sedang terbawa dalam imajinasinya.
Angel tersadar , dia segera melepas pelukan Leon , Leon segera menghapus Air Mata Angel yang masih terlihat mengalir di pipinya.
Leon tersenyum " kita mulai lagi dari Awal oke !"
Angel mengangguk , senyum manis terukir di wajahnya , Angel merasa sangat Bahagia , Karena akhirnya Leon mau membuka hatinya untuk dia.
Baru saja Mereka bermesraan , Leon langsung melontarkan Kalimat yang membuat Angel Keki " Ngomong - ngomong Rumah kamu Besar Banget , Berapa kira - kira harga rumah seperti ini ?" Leon Menyapukan pandangannya pada Isi Rumah tersebut.
" Leon !!!" Angel menggembungkan pipinya sambil menghentakan kakinya.
Leon tersenyum kecut , dia menggaruk belakang telingannya yang tidak gatel " Hehehe... aku cuma bercanda "
" ih.... " Angel memeluk Leon kembali.
__ADS_1
Leon menghela Napas " Huh... susahnya menyenangkan Wanita yang sudah punya segalanya " Gerutu Leon dalam hati sambil mengelus puncak kepala Angel yang ada di pelukannya.
Drake dan Wesley yang mengintip mereka berdua , Mereka saling menatap dan menyunggingkan sebuah senyum penuh Arti.
Mereka berdua Sangat Senang , Karena Leon ada di pihak mereka , tanpa bersusah payah untuk Merayunya.
☆☆☆
Awalnya Leon juga ingin ke rumah Karina , tapi Karena Angel terus bermanja - manja padanya , Leon terpaksa menunda Niatnya tersebut.
Leon menemani Angel seharian penuh , dia juga sudah tidak Bersikap Kaku lagi pada Angel.
Angel juga merasakan jika Leon benar - benar berbeda dengan Leon yang dulu baru dia kenal, Leon yang sekarang dia kenal, Berfikirnya lebih logis daripada yang dulu Kenal.
Karena Leon yang dulu sangat Kaku pada Wanita , dia Terlalu Naif. di kasih Apem saja pura - pura tidak mau , padahal dalam hati ngiler, begitulah kira - kira pemikiran Angel.
Leon menyenderkan Tubuhnya di kursi dan menengadah ke langit " Entahlah... Aku hanya sedang fokus untuk memperkuat Anak Buahku, agar mereka mampu menjaga diri " Ucap Leon datar.
" Memperkuat anak Buah ?, Menjaga diri ? , apakah masalah kamu seserius itu Leon ?, jika seperti itu kenapa tidak meminta tolong anak buah Ayahku , dengan Jumlah mereka yang banyak pasti kamu bisa mengalahkan orang yang mengincar kamu " Ucap Angel Lembut.
Leon Duduk dengan tegap, dia menatap Angel " Bukan berarti Jumlah yang banyak bisa mengalahkan Mereka , Brandi dan anak buah Jin saja Kalah oleh satu orang dengan mudah " Leon menghela napas.
Angel terkejut " Brandi kalah dengan mudah ?!, bukankah kekuatan Brandi di atas rata - rata ?"
" itulah kenapa aku tidak ingin kamu terlibat, banyak hal di luar sana yang kamu tidak tahu " Ucap Leon serius.
Angel sangat terkejut Karena sebelum dia mengenal Leon, dia mengira hanya Ayahnya orang terkuat ,mungkin hanya Wesley yang mampu mengimbangi kekuatannya.
__ADS_1
Tapi setelah dia mendengar cerita Leon, dia sekarang tahu kenapa Leon tiba - tiba ingin menjauhinya.
Perasaan Angel menghangat ,dia sangat senang karena Leon Peduli padanya, tapi di lain sisi dia juga Takut jika Ucapan Leon semuanya benar.
Leon yang melihat perubahan raut Wajah Angel tersenyum, dia menggenggam tangan Angel " Kamu jangan Khawatir , Aku pasti akan melindungi kalian apapun yang terjadi !"
Leon kemudian mengeluarkan Auranya , Dia membaluti seluruh Tubuh Angel dengan Auranya , Walaupun tidak bisa melindungi Angel sepenuhnya, tapi setidaknya Aura tersebut mampu menahan Bebrapa serangan Kuat.
Angel yang Belum membuka Aura tentu tidak bisa melihat Aura yang Leon keluarkan. Tapi Angel sedikit Merasa Dingin di seluruh tubuhnya. Kemudian berangsur - angsur Seperti biasa saat Leon sudah Selesai.
Setelah Makan malam bersama Angel dan keluarganya , Leon langsung Pamit Pulang, awalnya Angel mau ikut , Tapi Leon menolaknya , karena dirumah sekarang ada Keluarganya.
Angel pun mengerti, dia juga tidak mau di pandang Wanita yang buruk di mata Keluarga Leon.
...----------------...
Kastil Kelompok Tudung Merah...
Di ruangan pemimpin Tudung Merah , dia sedang Melihat Senjata Sabit Milik Dewa Kematian " Sebentar lagi , aku pasti akan dapat menggunakannya "
Aura Gelap kemerahan Meluap dari tubuh pemimpin Tudung Merah , dia Mencoba memegang Sabit yang ukurannya lebih Besar dari tubuhnya.
Tapi entah Kenapa Aura Sabit tersebut tidak mau menyatu dengan Aura pemimpin Tudung Merah , Sabit tersebut seolah Menolak di pegang Olehnya.
" Ternyata memang masih Perlu menyerap Lebih banyak pemilik Aura Kegelapan !" Pemimpin tudung Merah mengepalkan Tangannya dan menarik Auranya kembali masuk dalam tubuhnya.
Kemampuan Pemimpin Tudung Merah hampir sama dengan Leon, Bedanya dia menyerap Aura sekaligus Jiwa pemilik Aura ,sedangkan Leon hanya Melahap Aura tersebut dan membuat Orang yang terlahap Auranya jadi Manusia Normal.
__ADS_1
Pemimpin Tudung Merah Meninggalkan Ruangan Sabit tersebut. Karena sudah tidak ada gunanya dia di sana.