
Wesley menyunggingkan Senyum pada keduanya, Karena Wesley tahu siapa mereka berdua.
Marcel adalah anak Edi ,bawahan Drake , sementara Jason sepupunya ,mereka berdua mengenal Wesley karena Mereka pernah di ajak Edi untuk menemui Wesley dan Drake.
Marcel berkata sambil tergagap " Ke..napa a..anda berada disini Tuan Wesley ?"
" Jadi kalian teman Nona Selene ?" Wesley malah balik bertanya.
Marcel dan Jason saling menatap " Nona ?" Sedetik kemudian wajah mereka berubah menjadi jelek, pasalnya jika Selene adalah Majikan Wesley , mereka tidak layak untuk duduk bersama Selene.
Marcel dan Jason seketika langsung berdiri , mereka tidak berani duduk sejajar dengan Selene .
Luna mengerutkan keningnya " Kalian kenapa berdiri ?"
Marcel tersenyum kecut " ah.. kami hanya ingin berdiri "Marcel menyikut Jason.
" Be..benar kata Marcel , kami hanya ingin berdiri " ucap Jason menimpali.
Luna bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi , dia memandang Wesley yang berada di belakang Selene ,Karena penasaran siapa orang yang bersama Selene tersebut.
Luna akhirnya bertanya pada Selene " Selene, siapa orang di belakangmu itu ?"
" Dia Paman Wesley, pengawal pribadi ibu Angel , tapi sekarang dia yang menjagaku jika aku pergi keluar " Selene berkata dengan Santai.
" Ibu ??!!!" Marcel dan Jason seketika terkejut.
" Tu..Tunggu dulu Selene , maksud kamu Nona Angel menikah dengan Ayah kamu ?" Tanya Marecel penasaran.
__ADS_1
Selene mengangguk " ya.. baru saja kemarin mereka menikah , bukankah kalian harusnya mendengar tentang pernikahan Ibu Angel jika kalian mengenal paman Wesley ?" ucap Selene santai.
" Haaahhh... !!" Marcel dan Jason terkejut lagi , karena mereka mendengar jika Angel menikah dengan pria seusianya ,bagaimana mungkin Selene adalah anak dari pria tersebut.
Semakin memikirkannya Marcel dan Jason semakin tidak mengerti , karena jika Selene anak dari pria tersebut ,itu srmua di luar nalar mereka.
Luna yang tidak tahu apa yang di bicarakan mereka, dia bertanya " Sebenarnya kalian membahas apa sih ?" tanya Luna penasaran.
" Sudahlah tidak usah membahas hal tersebut , Kalian berdua duduklah , pesan sesuatu , biar aku yang traktir " Selene sengaja mengalihkan pembicaraan.
Marcel dan Jason menatap Wesley yang berdiri di belakang Selene meminta persetujuan , Wesley menganggukan kepalanya. Seketika keduanya langsung duduk kembali.
***
Sementara itu Leon dan Eros yang sudah di Hart Corporation ,dia memasuki ruangan CEO.
Arin dan asistennya sudah menunggu di sana , Leon menghampiri kursi CEO dan mendudukinya , Sementara Eros dengan latuh duduk di sofa ruangan tersebut , pasalnya dia hanya akan mendengarkan pembicaraan ayahnya saja.
" Mereka akan berangkat besok Tuan Leon , saya juga sudah memberitahu Tuan Zendrick jika mereka akan tiba di Rasdale paling lambat Besok sore " jawab Arin.
Leon menganggukan kepalanya " Baguslah , Bagaimana proyek kita di kota Futown ?:
Asisten Arin maju " Tuan Leon semua berjalan lancar, jika tidak ada gangguan yang berarti gedung Hart Corporation akan berdiri paling lambat dua bulan lagi "
Leon terkejut , pasalnya pembangunan gedung Hart Corporation begitu cepat , tapi Leon berusaha tetap tenang agar tidak menurunkan wibawanya.
" Terus , apa ada yang mau kalian laporkan lagi ?" tanya Leon santai.
__ADS_1
Arin buka Suara " Tuan Leon , Hart Corporation berhadil bekerja sama dengan tujuh perusahaan yang bergerak di bidang yang berbeda - beda sesuai kemauan Tuan , kita juga sudah mengakuisisi 60% saham mereka , jadi perusahaan - perusahaan tersebut sudah resmi menjadi perusahaan cabang milik Hart Corporation ".
Leon mengangguk puas " Kerja kalian cukup bagus , Oh ya Arin... Tolong kamu cek beberapa Rumah sakit yang ada provinsi Haringtown, Kalian Cari Rumah sakit yang ada di pelosok jangan di kota besar , aku ingin memberikan sedikit bantuan medis pada kalangan bawah " ucap Leon lembut.
Arin dan Asistennya saling menatap , mereka benar - benar di buat kagum oleh Leon , entah sudah di rencanakan atau belum , yang pasti jika Leon akan menyumbang dana pada rumah sakit pelosok berarti dia orang yang sangat dermawan.
" Tuan Leon , jika saya boleh memberi saran , bukankah kita lebih baik membuat Rumah sakit sendiri ?, dengan begitu kita bisa mengontrol biaya perawatan pasien , obat pasien dan yang lainnya , kita juga bisa menekan harga serendah yang Tuan mau " Ucap Arin memberikan saran.
Leon mengangguk mengerti " Tapi kita perlu waktu untuk membangun sebuah rumah sakit , sementara pasien - pasien kritis dari kalangan bawah terus bertambah jika seperti itu " Leon berkata dengan tidak berdaya.
Arin tersenyum " Tuan tidak perlu khawatir , saya tahu banyak tentang gedung kosong yang bisa kita jadikan Rumah sakit dan hanya perlu di renovasi sedikit saja "
Leon terkejut " Kamu sudah ada rencana ini ?"
Arin menggeleng " tidak Tuan , saya sebenarnya berencana menyarankan Tuan untuk membeli gedung - gedung ini dan merenovasinya untuk di jadikan apartemen , karena tempat -tempat tersebut masih memiliki banyak lahan kosong kita juga bisa membangun Mall ,taman dan yang lainnya , tapi jika Tuan maymu menggunakan untuk Rumah sakit ,itu juga tidak buruk "
" Aku memang tidak salah mempekerjakan kalian , baiklah ,beli gedung - gedung tersebut juga lahan di sekitarnya , dan segera jalankan proyeknya !" Ucap Leon tegas.
Leon mengeluarkan sesuatu dari sakunya " Ambil ini Arin , di dalamnya ada 5 Milyar dolar , jika kurang hubungi aku lagi !" Leon meletakan BlackCard di meja hadapannya.
Arin mengambilnya dengan senang hati ,dia sudah tidak terkejut lagi dengan tindakan Leon , karena dia sudah terbiasa melihat Leon mengeluarkan banyak uang.
Sementara Asisten Arin yang baru melihat , Rahangnya seperti mau jatuh , dia menatap tidak percaya jika Tuannya memberikan Black Card berisi 5 Milyar Dolar pada Arin tanpa khawatir dia akan membawanya kabur .
.
.
__ADS_1
.
.