Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
44. Di Antara Luna Dan Karina.


__ADS_3

Luna membuka Matanya , Dia kemudian duduk di ranjang, Karena efek alkohol semalam , dia memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing.


Luna Baru sadar sepenuhnya setelah beberapa saat dia bangun, Dia mengedarkan pandangannya melihat ke setiap sudut Kamar Tersebut.


Alangkah terkejutnya dia saat melihat seorang pria bertelanjang dada tidur di sampingnya.


Luna seketika menjerit " aaaaaaaaahhhhh !!!!!!"


Leon Yang mendengar jeritan Luna, sontak saja langsung Bangun, dia melompat kaget dan jatuh dari ranjang " kedebug " Suara tubuh Leon menghantam lantai kamar.


" adu..du.duh " Leon Memegangi punggungnya.


" Le..Leon !!?" Luna menutup mulutnya tidak percaya.


Luna kemudian melihat pakaiannya, setelah melihat pakainnya yang masih menempel seperti saat semalam dia masih sadar, ada sedikit semburat rasa kecewa di hati Luna.


" Kamu bikin kaget saja, ada apa sih ?" Tanya Leon seperti orang bodoh.


Luna Menggigit bibir bawahnya ,dia sedikit malu karena telah berprasangka buruk pada Leon " Emm..tidak ada apa - apa, aku hanya kaget saja saat melihat kamu tidak memakai Baju " Luna menyibakkan rambut di sela telinganya.


Leon menatap diri sendiri, sambil tersenyum kecut " Oh maaf... tadi malam entah kenapa Tubuhku panas banget, jadi aku lepaskan bajuku "


semakin memandang Leon, Luna semakin tersipu, wajahnya merah merona, apa lagi saat dia melihat Dada bidang Leon , jantung Luna berdekup dengan kencang.


Jika Luna wanita nakal ,mungkin dia sudah menerkam Leon ,seperti harimau yang melihat Ayam geprek.


Luna menundukan kepala, dia tidak berani melihat Leon, takutnya semakin dia melihat Leon semakin besar pula keinginan dia untuk bermesraan dengan Leon.


Leon kemudian berdiri " mandi Gih !!, terus nanti kita sarapan Bareng " Leon mencoba memecah kecanggungan di ruangan itu.


Leon Langsung melangkah keluar dari Kamar tersebut, Saat Leon sudah menutup pintu , Luna memegang dadanya " Astaga.. perasaan apa ini ?, tidak , tidak, aku tidak boleh terlalu agresif agar Leon tidak risih denganku !" ucap Luna bermonolog.


Luna langsung beranjak dari ranjang dan memasuki kamar Mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Leon pergi Ke kamar Brandi ,yang menginap di Hotel itu juga.

__ADS_1


Leon terdengar sedang membersihkan wajahnya di kamar Mandi .


Saat Leon keluar dari kamar mandi , dia bertanya pada Brandi " Apa kamu tahu tempat sarapan yang enak di sekitar Sini Brandi ?"


Brandi menggeleng sambil tersenyum " Tuan Leon, Hotel ini juga menyediakan Resto di bawah, apa Tuan tidak melihatnya semalam saat memasuki hotel ?"


Leon tercengang " iya kah ?"


Wajar jika Leon juga tidak ingat, pasalnya dia juga semalam sebenarnya sudah mabuk, tapi entah kenapa dia kuat Membopong Luna sampai ke kamarnya.


Awalnya Brandi yang akan membawa Luna, tapi Leon tidak mengijinkannya sama sekali.


Brandi tersenyum kecut " apa Nona Luna sudah bangun ?" Tanya Brandi mengalihkan pembicaraan.


Leon mengangguk " sudah, dia sedang membersihkan diri " ucap Leon santai.


" Apa tadi Malam seru Tuan Leon ?" Brandi menggoda Leon.


Leon menghentikan aktivitasnya yang sedang merapikan pakainnya " apanya yang menyenangkan, kami sama - sama tepar !" ucap Leon seperti menyesal karena tadi malam tidak berbuat apa - apa.


" Hais kamu ini !, Ayo keluar !" Ajak Leon pada Brandi.


Brandi mengangguk ,dia mengikuti Leon dari belakang, saat dia keluar kamar ,Karena kamar Yang mereka sewa berdekatan jadi Leon Langsung melihat Luna yang sedang celingukan mencari keberadaannya.


Leon menghampiri Luna " nyari apa Non ?"


Luna yang sedang menghadap berlawanan Arah dengan Leon ,tidak tahu jika itu Leon " Nyari teman saya "


" Kenapa Tidak di telfon saja ?" Leon sengaja menggoda Luna.


Luna yang belum menyadari juga itu Leon ,dia langsung Mencari ponselnya di tas kecil yang selalu dia bawa " Ah.. teri..., Leon ih...." Luna memukul - mukul dada Leon.


" Aw..awa.. sakit Lun.. maaf " Leon pura - pura kesakitan.


Luna menggembungkan pipinya " Leon jahat ih..." dia menyilangkan tangannya di depan dada.

__ADS_1


" aku minta maaf, sudah jangan ngambek terus , nanti cantiknya ilang loh " Ucap Leon merayu Luna.


Luna langsung tersipu, Dia kemudian mengembangkan senyum. Leon yang melihat itu langsung Mengajak Luna ke bawah untuk sarapan.


Saat Leon akan melangkahkan kakinya ,dia terkejut saat Luna tiba - tiba Merangkul lengannya, Gunung Kembar Luna menempel di lengan Leon.


Leon yang merasakan Kelembutan sentuhan gunung Kembar Luna menelan Ludah, pasalnya walau masih terbungkus rapi Oleh pakaian tapi kekenyalannya tidak bisa di tutupi kain tersebut.


Brandi yang mengikuti dari belakang ,Hanya menggelengkan kepalanya saat melihat dua insan yang sedang Menikmati indahnya masa remaja.


Saat di Lift, ponsel Leon berdering, dia mengambil ponselnya dari saku, saat melihat nama Karina di layar dia langsung Mematikan ponsel tersebut dan Menggunakan mode silent.


Luna yang melihat itu bertanya " Karina itu siapa Leon " Luna melepaskan rangkulannya.


Leon menghela napas " Bukan siapa - siapa , hanya teman " Leon berkata jujur.


" Yakin cuma teman ?" Tanya Luna menyelidik.


" Yakin , Noh tanya aja Brandi " Leon menunjuk Brandi.


Brandi yang di tunjuk Leon sontak saja kaget, pasalnya dia tidak menyangka jika Leon akan menyeretnya ikut dalam masalahnya.


Brandi tersenyum kecut ke arah Luna " Benar kata Tuan Leon ,Nona Luna "


Luna tersenyum puas " oh.. baguslah " Luna kembali merangkul tangan Leon.


Leon tidak tahu harus tertawa atau menangis, Pasalnya sikap Luna sudah jelas tidak suka jika Leon dekat dengan wanita Lain.


sedangkan di pikiran Leon ,dia tidak ingin terikat dengan satu wanita seperti dulu.


Leon ingin membuktikan pada Wanita - wanita yang dulu meremehkan dan memandang rendah dirinya, Bukan seperti sekarang yang seperti sedang di kekang oleh Luna.


Sementara itu , di kediaman Keluarga kiehl..


Karina sedang mondar - mandir sambil Menelpon seseorang " Leon angkat dong, Kamu kemana Sih ?!"

__ADS_1


__ADS_2