
Leon menghela napas , dia benar - benar sedang di uji kesabarannya oleh Eros , pertama datang ke Bumi dia menghancurkan Mobil, sekarang dia di tahan Polisi.
Leon mengeluarkan Ponselnya , dia menelpon Arin untyk pergi ke kantor Polisi , pasalnya Leon belum berpengalaman menghadapi para pejabat Negara.
Setelah menelpon Arin , Leon menyuruh Brandi menyiapkan mobil untuk ke kantor polisi .
" Sayang , jangan marahi Eros , diakan belum tahu aturan lalu lintas " Karina berkata lembut.
Angel menimpali " Benar kata saudari Karina , Eros masih baru di sini jadi dia belum tahu peraturan berkendara "
Leon menghela napas " Kalian jangan terlalu memanjakannya , Eris sudah besar , harusnya dia sudah tahu mana yang benar mana yang salah "
Leon diam sebentar kemudian melanjutkan " Sudahlah , aku pergi dulu, takutnya dia berbuat yang tidak - tidak di kantor polisi .
***
Di kantor Polisi..
Eros sedang di introgasi dalam ruangan tertutup , Seorang polisi muda yang di tugaskan mengintrogasi Eros bertanya " Jadi kenapa kamu kebut - kebutan di jalan raya ?"
Eros duduk dengan santai " siapa yang kebut - kebutan , aku hanya menyetir mobil sesuai standar kecepatan Mobil "
Polisi muda sedikit terkejut dengan jawaban Eros " Standar kecepatan Mobil ?, Kamu bilang kecepatan seperti itu standar kecepatan Mobil ?"
Eros terlihat seperti sedang berpikir " ah.. kamu benar Aku tadi baru menginjak gas Sekitar 150 , harusnya aku tambah lagi , standar kecepatan Mobil yang aku bawakan 200 , terimakasih kamu sudah mengingatkan , lain kali aku aku akan menginjak gas sampai 200 !" ucap Eros bersemangat.
Polisi Muda hampir memuntahkan seteguk darah akibat ucapan Eros , dia menatap Eros dengan penuh tanda tanya.
Padahal dia sedang membahas standar kecepatan rata - rata pengemudi di jalan Raya, tapi Eros malah membahas standar Mobil yang dia bawa.
Polisi tidak tahu harus tertawa atau menangis , pasalnya dia tidak bisa memarahi Eros begitu saja , karena dia yakin jika orang Tua Eros seorang Milyarder, sebab di Kota Siegel dia baru pertama kali melihat Lamborghini Vaneno.
__ADS_1
Polisi masih tertegun dengan jawaban Eros , Eros berkata lagi " oh..ya.. kamu harus mengganti Ban Mobil aku , Kalau tidak Ayahku bisa marah " Eros ketakutan sendiri memikirkannya.
Polisi yang mengitrogasi Eros jatuh dari kursinya karena saking terkejutnya dia , Baru kali ini dia mengintrogasi orang yang lebih takut ayahnya dari pada di amuk masa .
***
Leon dan Brandi sampai di kantor polisi , Leon memasuki kantor polisi , dia melihat Arin dan menghampirinya.
" Bagaimana Arin , apa semuanya sudah beres ?"Leon duduk di dekat Arin.
Arin menggelengkan kepalanya " Masalahnya rumit Tuan Leon , Tuan Eros menerobos lampu merah dan mengakibatkan kecelakaan beruntun , Walaupun tidak ada yang terluka parah , tapi beberapa orang mengalami patah tulang , Kerusakan di lampu merah juga sangat Fatal , puluhan Mobil rusak , ada juga bangunan yang rusak karena tertabrak mobil " Arin menjelaskan dengan detail.
Wajah Leon menggelap , dia bersumpah dalam hati akan menghukum Eros sampai dia kapok.
Leon menghela napas , kemudian menoleh kearah kepala Polisi yang sedang mengobrol dengan Arin " Pak Polisi , apakah kita bisa menempuh jalur damai , Saya akan bertanggung jawab atas semua kerusakan yang diperbuat Eros "
Polisi tersenyum " Kalau Tuan Leon bisa mengganti rugi semuanya ,saya bisa mengusahakan itu , tapi Saya akan mencabut izin mengemudi Tuan Eros , apa Tuan Leon tidak keberatan ?"
Polisi sampai terheran - heran , biasanya orang kaya akan membela anaknya mati - matian , jika Polisi mencabut surat izin mengemudinya ,mereka akan melakukan berbagai cara untuk melindungi anaknya , tapi Leon berbeda dia malah senang Surat izin mengemudi Eros dicabut.
Polisi mengangguk mengerti , dia menelpon petugas yang sedang mengitrogasi Eros untuk membawanya keluar.
Tak berselang lama Eros di bawa keluar oleh Polisi muda yang mengintrogasinya, Eros yang melihat wajah Leon menggelap karena Marah, dia menundukan kepalanya.
" Gawat.. apa ayah sudah tahu jika Ban Mobilnya rusak semua ?" Eros berbicara dalam hati.
Leon bangkit dari duduknya , dia menghampiri Eroa dan bertanya " Jadi... apa kamu bisa menjelaskan yang telah terjadi ?!" Leon menyilangkan tanganya di depan dada mengintimidasi Eros.
Eros nyengir kuda , dia kemudian berbicara " Ayah bukan aku yang merusak ban mobilnya , tapi mereka yang merusak ban Mobil Ayah "
Semua orang yang ada di tempat teraebut tercengang , pasalnya Eros bukannya menyadari kesalahannya malah menuduh Polisi merusak Ban Mobilnya.
__ADS_1
Melihat semuanya diam , Eros berbicara lagi " Aku tidak bohong Ayah , mereka yang me...."
" Pletaaakkk !!!"
" Aduh !" Leon menjitak Eros sekuat tenaga hingga dia terduduk di lantai.
Eros menengadah keatas , dia mau Protes pada Leon , tapi saat melihat urat - urat Wajah Leon bermunculan karena Marah, dia mengurungkan niatnya.
' glek ' Eros menelan ludah , dia baru sadar jika dia telah melakukan kesalahan besar, Karena telah membuatnya sangat Marah.
" Ayo pulang !!!! " Leon menarik kerah baju Eros dan menyeretnya pulang.
" Arin kamu urus biaya kerugian yang di sebabkan Anak bodoh ini !" Ucap Leon sambil menyeret Eros keluar dari kantor polisi.
Semua Polisi menjatuhkan rahangnya , Mereka tercengang karena baru sadar jika Leon adalah ayah Eros , mereka mengira jika Eros saudara atau adiknya Leon.
Setelah Leon dan Eros pergi , kepala polisi bertanya pada Arin dengan Penasaran " Nona Arin , Apa dia benar anak Tuan Leon ?"
Arin tersenyum kecut " Bukankah kita tidak perlu tahu urusan Mereka ?. Tolong beri saya rincian kerugiannya , Nanti saya sendiri yang akan mendatangi para Korban langsung "
Kepala Polisi mengangguk mengerti , pasalnya mereka tidak berhak tahu tentang privasi kehidupan orang lain " Maaf Nona Arin , saya akan segera mengirimkan rincian kerugian pada Nona secepatnya " ketua Polisi berbicara dengan Sopan.
Setelah dari kantor Polisi, Arin dan Asistennya mendatangi Rumah sakit tempat korba di rawat , dia mewakili Eros untuk meminta maaf pada para korban , dia juga bilang pada mereka jika semua biaya perawatan dan kerusakan mental akan mereka bayar penuh.
Para Korban yang awalnya enggan memaafkan Eros , mereka melunak dan memaafkan Eros .
.
.
.
__ADS_1