Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
96. Mimpi Karina


__ADS_3

Karina Menginap dirumah Leon malam itu, dia bahkan sampai bangun kesiangan karena merasakan jika Bawah perutnya begitu perih saat akan bangun.


diruang Makan Laura Menggoda Leon, saat Leon mengambil sarapan untuk Karina " Lelaki dimanapun sama saja, mau semarah apapun dia atau Mencoba menjauhinya ,jika dikasih Apem lasti langsung Luluh " Ucap Laura sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Leon memelototi adiknya yang semakin hari semakin berani , Laura yang melihat itu Berbivara lagi " Kenapa ?, Memang benarkan Kak ?" Laura menaik turunkan Alisnya.


Marvin dan Frista saling menatap, Mereka tersenyum kecut saat Melihat expresi Leon , Frista kemudian angkat bicara " Sudah, sudah , Leon berikan sarapannya pada Karina , dia pasti sudah lapar "


" Lapar ?, Bagaimana mungkin Lapar, Kak Karinakan habis Makan Kak Leon, upss...!" Laura menutup Mulutnya sambil Tersenyum Sinis.


" Dasar Bocah !!" Leon mendengus kemudian membawa sarapan untuk Karina.


setelah Leon pergi Frista menegur Laura ," Laura , Lain kali jangan ikut Campur urusan kakak kamu !" Frista sedikit membentak anak bungsunya.


Laura menundukan kepalanya " iya bu maaf "


Mereka kembali melanjutkan sarapannya kembali, Sementara Leon yang sudah didalam Kamar membawa Makanan untuk karina, dia Menyuruh Karina untuk bangun dan Makan bersamanya.


Karina Bangun dia menyenderkan Tubuhnya pada Ranjang , Gunung kembarnya menyembul keluar saat dia duduk ,Karena Selimutnya Turun, tapi Karina tidak berniat untuk menutupinya.


" Tutupi itu, apa kamu tidak malu ?" tanya Leon Polos.


" Malu untuk apa , toh kamu sudah melihat semuanya " Jawab Karina Acuh.


Leon menghela napas " ya sudah, makan dulu gih !" Ucap leon sambil menyodorkan piring yang dia pegang.


Karina menghembungkan pipinya " Suapin .." ucap Karina Manja.


Leon menghela kembali menghela napas , dia kemudian menyuapi Karina ,

__ADS_1


Leon memperlakukan Karina dengan sangat lembut, padahal dia sedang Gelisah , bagaimana dia akan menjelaskan hubungannya dengan Karina.


Saat dia sedang Menyuapi Karina , Ponselnya berdering , dia memberikan Piring pada Karina " Sebentar yah , aku angkat telepon dulu "


Karina mengangguk, dia menyelesaikan makannya sendiri sambil Mendengarkan Leon yang sedang menelpon disampingnya.


" ada apa Rosalin ?" Ucap Leon saat mengangkat panggilan Rosalin.


Rosalin duseberang telepon menjawab " Tuan Leon , saya sudah mentransfer Deviden pada anda untuk Bulan ini "


" Apa cuma itu yang ingin kamu Bicarakan ?" Jawab Leon datar.


Rosalin terdengar menghela napas diseberang telepon " saya juga ingin melaporkan ,Jika Adrax Capital sedang membuat Sebuah terobosan Baru untuk Produk Technologi kita , Tapi karena kita ingin memasarkan produk kita Skala Global, kita perlu membuat sebuah Pabrik Baru Tuan , Tapi sayangnya diprovinsi Marhaz sudah tidak ada Tanah yang Luas, saya berencana untuk membeli sebidang tanah diprovinsi Harington ,Bagaimana menurut anda ?"


Leon mengangguk Mengerti " Berapa Luas perkiraan yang kamu butuhkan ?"


Belum selesai Bicara Leon Memotong ucapan Rosalin " Ambil tanah yang aku beli kemarin di Lelang, Tanah tersebut terletak dikota Futown, Luasnya juga cukup karena ada 10.000 m2 , kamu atur semuanya, jika perlu tambahan biaya kamu segera hubungi saya !" Leon langsung mematikan ponselnya.


Rosalin diruangannya tercengang " 10.000 m2 , Astaga.. apa Tuan Leon sudah tahu jika produk barunya akan dipasarkan secara global, Benar - benar menakutkan pemikirannya " Gumam Rosalin begidik ngeri.


Karena menurut Rosalin Leon sudah memperkirakan semuanya, dia belum memberitahu proyeknya tapi Leon sudah membeli tanahnya.


Bukankah dengan begitu, pemikiran Leon sudah jauh kedepan , Jika semua orang yang diposisi Rosalin juga akan memiliki pemikiran yang sama dengan Rosalin, Mereka akan Ketakutan dengan vara pemikiran Leon yang sudah jauh kedepan.


Padahal Leon hanya iseng - iseng membeli tanah tersebut, awalnya dia juga ingin membuat sebuah Mansion ditanah tersebut, tapi tidak terduga jika tanah tersebut akan berguna untuk perusahaannya.


Karina Yang Melihat Leon sudah mematikan ponselnya bertanya " Siapa Leon ?" Tanya Karina Penasaran.


Leon menoleh kearah Karina " Asistenku , Kamu habiskan makannanya ,aku Mandi dulu " Len berdiri, dia menaruh Ponselnya disamping Karina.

__ADS_1


Karina mengangguk , dia yang penasaran dengan Ponsel Leon Mengambilnya ,Karena ponsel Leon tidak menggunakan Kunci Sandi ,jadi Karina dengan Mudah membukanya.


Karina melihat Pesan yang belum dibaca Leon ,Karina Ragu saat ingin membukanya " Leon Marah gak yah ?, Ah.. nanti tinggal bilang saja Sama Leon "


Karina membuka isi pesan Tersebut , dia tercengang saat melihat isi saldo Leon.


( akun bank xxxxxxxx34 telah mentransfer uang sebesar 500 juta dolar. saldo anda saat ini 4.700.080.100 dolar .)


' glek ' Karina menelan Ludah , dia matanya membelalak saat melihat Jumlah saldo Leon " i..ini.. , Leon.. Kamu sekaya apa sebenarnya ?" Karina menatap pintu kamar Mandi.


Karina menggigit Bibir Bawahnya , dia tidak menyangka jika Leon memilik Saldo sampai milyaran dolar. Belum dengan perusahaannya yang sekarang sedang berkembang pesat.


Perasaan Karina menciut , dia merasakan jika dirinya begitu kerdil dimata Leon, pasalnya dengan kekayaan seperti itu, Leon dapat memilih wanita manapun yang dia mau.


dan mungkin semua Wanita akan menerima Leon tanpa sarat jika melihat Jumlah Saldo Leon yang diluar Nalar.


Karena untuk Pria muda seperti Leon sudah memiliki aset Ratusan Milyar dolar ditambah Saldo Milyaran Dolar , Mungkin hanya dia Pria Muda yang ada dibumi ini yang sukses saat seusianya.


Saat Leon keluar Kamar Mandi , Karina meletakan piring dan ponsel Leon dilaci dekat Ranjang, dia langsung Memeluk Leon dengan tubuh Polosnya.


" Leon, kamu tidak akan pernah meninggalkan akukan ?" Tanya Karina khawatir.


Leon mengerutkan keningnya , dia memegang Kedua Bahu Karina " Hei.. Kamu kenapa lagi ?, Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu "


Karina menundukan kepalanya " tapi dengan kekayaanmu yang sekarang, kamu bisa mendapatkan Wanita manapun yang kamu Mau ,apa..."


Leon menempelkan jari telunjuknya dibibir Karinya " Sstt... , kamu tahukan aku buka orang yang seperti itu ?, Sekarang kamu mandi dulu oke !"


Karina mengangguk , walaupun dia masih khawatir ,dia juga tahu jika Leon memang tidak seperti itu, tapi dalam hati Karina berpikir ,jika Uang dapat merubah segalanya, makanya Karina Khawatir jika Leon akan Berubah.

__ADS_1


__ADS_2