Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
47.Perasaan Karina


__ADS_3

Ĺeon terbangun jam 5 sore, Dia memegangi kepalanya karena terasa masih pusing " Sial !!, kenapa aku mabuk lagi ?" gerutu Leon sambil pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat turun dari Kamar, Leon Melihat Rosalin, Arin dan Angel yang sedang membicarakan dirinya.


Leon menghampiri Mereka " Jadi kalau tidak ada aku, begini yang kalian lakukan ?" Leon menegur Mereka dengan menyilangkan tangannya di depan Dada.


Sontak saja ke tiga perempuan itu langsung menengok ke arah Suara, walaupun Mereka tidak bicara buruk soal Leon, tetap saja mereka kaget saat Leon menegurnya.


Angel tersenyum ke arah Leon " Anda sudah bangun Tuan Leon ?" dia Berkata dengan Sopan. Angel Berdiri dan mempersilahkan Leon duduk, dia kemudian pergi ke dapur.


Leon mengerutkan keningnya, karena biasanya Angel tidak seramah itu pada dirinya, Angel kalau tidak ngomel ,bicaranya juga dingin.


Leon bertanya pada Rosalin dan Arin " Kesambet setan apa tuh Orang ?, Tumben - tumbenan ramah ?"


Rosalin dan Arin menggeleng bersama " Entahlah Tuan Leon, Angel juga memberikan nomor CEO Weis industri, Dia bilang Weis Industri pasti mau bekerja sama Dengan Hart Corporation !" ucap Rosalin menjelaskan.


" Jadi Tadi kalian membicarakan masalah itu ? " Tanya Leon kaget.


Arin Mengangguk " Ya ..Tuan Leon, Angel Juga Menyuruhku untuk Menemui Manajer Hotel Rose ,Agar Restoran kita bisa kerja sama dengan Mereka "


Leon sontak Kaget saat mendengar penjelasan Keduanya, dia bertanya - tanya kenapa Angel memiliki kenalan orang - orang penting.


Len membatin " Apakah Angel Sugar Baby Para CEO ?" saat Leon membayangkan itu dia begidik ngeri.


" Ya sudah ,kalian hubungi mereka, Toh ini juga bagus buat perkembangan perusahaan Kita bukan ?" Ucap Leon santain.


Rosalin dan Arin mengangguk Setuju, Karena mereka juga sebenarnya sedang menghubungi Koneksinya untuk mendapat Kerja sama dengan perusahaan Lain.


jika Angel Memberikan koneksinya secara cuma - cuma ,itu akan mempermudah pekerjaan Mereka.


Mereka kemudian Pamit undur diri, Untuk istirahat, Karena Jam kerja mereka sudah Habis.


Angel ke ruang Tamu lagi dengan membawa Teh hangat untuk Leon, saat Rosalin dan Arin sudah pergi.


" Silahkan Tuan Leon " Angel Memberikan Teh hangat dengan sopan.

__ADS_1


Leon menghela napas " Angel , Duduklah !, aku ingin bicara padamu !"


Bukannya duduk di seberang Leon seperti biadanya, Angel malah duduk di samping Leon " Ada apa ?" Tanya Angel masih dengan senyum Manisnya.


" Angel , Lebih baik kamu tinggalkan pekerjaan seperti itu, Jika kamu butuh uang tinggal bilang Padaku, aku bisa memberimu berapapun !" Leon menatap Angel dengan Serius.


Senyum Angel tiba - tiba menghilang " Apa maksud Anda Tuan Leon ?" tanya Angel menyelidik.


Leon menghela Napas " Angel , tidak usah menutup - nutupi pekerjaanmu dari Aku , Aku sudah tahu " Leon menatap Angel sendu


Angel mengerutkan Keningnya " Pekerjaan Apa?, aku hanya bekerja untuk Anda !" Angel sedikit meninggikan suaranya.


" Angel stop bersandiwara !, Aku tahu kamu mengenal Ceo Weis Industri Karena kamu berkencan dengan me..."


" Ceplakkkkkk !!!" Suara Tamparan Angel begitu Renyah mendarat di pipi Leon.


"Leon !!, apa di pikiranmu aku perempuan Murahan Heh !!!" Angel langsung bangkit dari duduknya dan Pergi meninggalkan Leon yang melongo sambil memegang pipinya.


Angel Menggerutu sambil berjalan " Dasar Brengsek !!, berani sekali dia mengira aku perempuan murahan !"


Dering ponsel Leon berbunyi , Leon mengambilnya dan menatap Layar ponsel, saat Melihat Nama Karina di layar Ponselnya dia Langsung meReject panggilan tersebut.


Hingga Tiga kali Leon MeReject panggilan Karina, Leon Mendesah Kesal dan mematikan ponselnya " buat apa menghubungiku jika kamu sudah bahagia dengan orang lain ! " Gumam Leon sambil menyenderkan tubuhnya pada Sofa.


Di kamar Karina..


dia sedang Gelisah Karena Leon terus memutus panggilannya " Leon !, kamu beneran marah padaku ?" Karina bermonolog sambil Menitihkan Air mata.


Karina kemudian Mengetik pesan Dan mengirimnya pada Leon Melalui WA, Tapi Pesannya hanya centang satu.


Karina mulai prustasi , dia berteriak " Leon.. !!, Maafkan aku !!, Hiks..hiks.. "


Karina membanting Barang - barang yang Ada Di meja Riasnya.


" Prak..

__ADS_1


" Bruk..


" Praaanggg !!!" Karina membanting Kaca yang ada di dinding.


Natanil dan Istrinya yang mendengar jeritan dan Barang - barang Pecah langsung bergegas ke kamar Karina.


Saat Mereka Ada di depan pintu Kamar Karina , Mereka terlonjak Kaget saat Karina Histeris .


" Argggghhh...!!, Leon !!!!"


Natanil Panik , Dia mencoba membuka pintu , tapi Pintu terkunci " Karina , Sayang ... , Kamu Kenapa ?!" Natanil Menggerak - gerakan gagang pintu.


" Karina sayang , buka Pintunya !" Maria juga tak kalah panik dengan Suaminya.


Pelayan dan pengawal pribadi Keluarga Kiehl Berdatangan saat mendengar Nona Mudanya Histeris, seorang Pengawal Pribadi berbicara " Tuan Lebih baik dobrak aja Pintunya "


Natanil Setuju dengan ucapan Pengawal Pribadi tersebut " Lakukan !" ucap Natanil ketes.


" Tuan Dan Nyonya minggir dulu !" Pengawal Bersiap Mendobrak Pintu.


" Braaak !!!" Dengan sekali Hentak kunci Pintu Langsung jebol.


Natanil dan istrinya langsung bergegas Menghampiri Karina, Maria langsung memeluk putrinya yang sedang bersimpuh di lantai dengan Air Mata yang bercucuran " Leon..., Hiks, Hiks.."


Maria Memeluk Erat Anak semata Wayangnya, dia menciumi Kening Karina " Ada ibu di sini sayang, Kamu tenang yah ?" Ucap Maria dengan penuh Kasih.


" Leon Bu, Aku Mau Leon memaafkan Aku , Hiks, Hiks.." Karina Menangis dengan tesedu - sedu.


" Iyah sayang ibu tahu " Maria mengelus - elus puncak Kepala Karina.


" Ayah lihatlah Putrimu !, apa kamu Rela mengorbankan putrimu demi Sebuah Kerja sama !!!?" Bentak Maria Pada Suaminya.


Natanil tercengang saat Maria membentaknya, pasalnya selama puluhan Tahun mereka menikah, mereka tidak Pernah Bertengkar Besar , apa lagi saling membentak.


Natanil Menggertakan Giginya, dia Berjongkok " Karina Sayang, apa Bagusnya Leon, Lihatlah Paul, dia sudah Mapan, Keluarganya sangat Baik juga pada Kamu " Ucap Natanil lembut.

__ADS_1


Karina melepaskan Pelukan ibunya dan Menatap Natanil dengan Sinis " Aku tidak Suka dengan Paul Ayah !!, Aku Mau Leon , jika Tidak lebih Baik aku Mati !!!" Karina Mengambil pecahan Kaca dan Menggoreskan di nadinya Hingga setetes Darah mengalir.


__ADS_2