Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Kekhawatiran


__ADS_3

Leon tidak menyadari jika Sarah masih memyimpan perasaan untuknya , tapi karena dia sekarang dikendalikan oleh Lucifer perasaan tersebut berubah menjadi kebencian.


Sarah pulang ke kediamannya yang sekarang , terlihat mobil sarah Masuk ke sebuah Vila , walaupun Vila tersebut tidak sebesar milik Leon , tapi setidaknya tidak kalah mewah dengan milik Leon.


Sarah turun dari mobilnya setelah pintu mobil dibukakan oleh pelayan.


Dia terlihat memakai barang - barang mahal yang menempel pada tubuhnya , Sarah memasuki Vila dengan begitu Arogan.


" Adrian !!!!" Sarah berteriak memanggil nama Adrian.


Adrian dengan tergopoh - gopoh datang menghampiri Sarah " iya Nyonya !" ucap Adrian Sopan.


Adrian dijadikan Sarah seorang pelayan , pasalnya dia sudah membuat Sarah menderita , karenanya juga Sarah meninggalkan Leon.


Oleh Karena itu Sarah menyuruh Lucifer agar Adrian tunduk padanya , Adrian awalnya melawan tapi tentu saja dia tidak bisa melawan Lucifer.


" Bikinkan aku Jus sekarang !". Ucap Sarah tegas.


" Baik nyonya !" Adrian langsung pergi menjalankan perintah sarah.


Lucifer dari dalam Vila menghampiri Sarah " Bagaimana Nona ?, apa anda sudah menemukan orang yang anda maksud ?" tanya Lucifer saat Sarah sudah duduk di Sofa.


" Aku sudah menemukannya , Aku ingin kamu menjadikan dia pelayanku !" ucap Sarah ketus.


Lucifer tersenyum " dimengerti Nona !" Lucifer membungkuk hormat dan pergi.


Lucifer bergumam saat sudah jauh dari Sarah " Suruhlah kami semau kamu , Sebentar lagi kami yang akan menyuruhmu untuk menghancurkan Alam semesta ini !" Lucifer menyeringai.


***


Di kediaman Leon , ketiga istri Leon sedang menonton Televisi, Karina yang sudah baikan dia turun kebawah untuk berkumpul dengan saudari - saudarinya , tidak sengaja Liya melihat Berita jika akan ada Gerhana Matahari Total Bulan depan.


Entah kenapa perasaan Liya langsung tidak enak saat mendengar berita tersebut , dia mendengarkan berita dengan serius.


Angel dan Karina yang melihat itu penasaran , Karena biasanya Liya tidak pernah menonton Tv dengan Serius.


Mereka berdua kemudian menatap layar TV , setelah melihat berita gerhana Matahari total tersebut.


Angel bertanya pada Liya " ada apa ?, kenapa kamu serius sekali menatap berita gerhana matahari liya ?"

__ADS_1


" Eh... , tidak apa - apa kok, aku cuma penasaran saja " jawab Liya sambil tersenyum.


Angel mengangguk - anggukan kepalanya , dia juga tidak mau terlalu kepo dengan saudarinya tersebut.


Tak berselang lama , Leon menghampiri mereka bertiga setelah membersihkan diri.


Mereka ngobrol - ngobrol di ruangan tersebut dengan ketiga istrinya , terlihat keharmonisan mereka yang saling melengkapi satu sama lain.


Karina yang perlu banyak istirahat pamit untuk kekamar terlebih dahulu , Angel menawarkan diri untuk menemaninya.


Sementara Leon dan Liya masih di ruang keluarga , saat Leon akan mengikuti Angel dan Karina ,Liya menarik tangannya.


Leon mengerutkan kening " Ada apa ?"


" Duduk sebentar ,aku mau bicara " jawab Liya cemas.


Leon duduk dan bertanya " Kamu kenapa terlihat cemas seperti itu ?, apa ada yang kamu khawatirkan ?"


" Bulan depan akan terjadi gerhana Matahari total , aku merasa jika akan ada sesuatu yang besar terjadi " Ucap Liya dengan serius.


" Maksud kamu ?" Leon menatap Liya Serius.


Leon tersenyum , dia menggenggam tangan Liya " Jangan terlalu dipikirkan , selama kita bersama aku yakin kita bisa melewati semuanya " ucap Leon meyakinkan Liya.


Liya menghela napas " Kamu mungkin benar , tapi aku benar - benar sangat khawatir Leon " Liya menatap Leon dengan Sendu.


Leon menarik Liya kedalam pelukannya " Yakinlah , kita pasti bisa melewatinya bersama " Leon mengecup kening Liya.


Liya mengangguk pelan , Walaupun dia khawatir , tapi dia juga harus berpikir positif , karena mau bagaimanapun kejadian dimasa depan siapa yang tahu.


Mereka berdua kemudian menyusul Angel dan Karina yang sudah berada maduk kamar terlebih dahulu.


Angel cemberut saat Leon baru masuk kekamar " kalian habis ngapain sih ? " tanya Angel merajuk.


" Kami hanya ngobrol sebentar , jangan seperti anak kecil " Ucap Liya ketus.


Leon menghela napas " sudah ,sudah , lebih baik kalian istirahat dulu , Tuh karina juga sudah istirahat " ucap Leon Lembut.


Tapi Angel Malah meghambur kearah Leon dengan manja , dia mengedip - ngedipkan matanya genit.

__ADS_1


Liya yang melihat itu menghela napas " Kalian lakukan disofa , aku mau istirahat dengan Karina " Liya keranjang dan berbaring disamping Karina.


Sementara Angel langsung nyosor Bibi Leon tanpa malu - malu , karena jika masalah ranjang Angel lah yang paling agresive diantara mereka bertiga.


Leon tidak menolak sama sekali , dia meladeni permainan Angel dan membopongnya ke sofa seperti perintah Liya.


Nafas Angel menggebu - gebu , karena dia berniat ingin segera hamil.seperti Karina jadi dia sekarang hampir setiap hari selalu minta jatah pada Leon.


Angel di garap Leon dengan brutal , dia dihimpit ketembok ,sambil goanya di hajar oleh Leon.


Leon sengaja tidak memberikan napas pada Angel , walaupun Angel terlihat sudah kelelahan Leon tetap menggarapnya.


Angel hanya bisa pasrah oleh perlakuan Leon , entah sudah berapa kali dia mencapai puncak.


Tubuhnya.sudah benar - benar Lemas , keringatnya membuat tubuhnya semakin terlihat mempesona.


Hingga dua jam kemudian Angel sudah benar - benar terkapar , Leon membong Angel ke ranjang dan menyelimutinya.


Karena pusakanya masih berdiri , tanpa pamit Leon menghujam Goa Liya yang sudah terlelap .


Sontak saja Liya langsung bangun " Leon , apa yang.... mmm" Bibir Leon langsung mendarat di bibir Liya , membuatnya tidak bisa marah dengan Leon.


Liya mulai menikmati permainan Leon , karena keduanya memiliki tubuh yang kuat , mereka bergelut hingga menjelang subuh.


" Kamu ini benar - benar yah " ucap Liya sambil terengah - engah di pelukan Leon.


" Benar - benar perkasa ?" Leon menggoda Liya.


Liya menggelengkan kepalanya tidak berdaya , walaupun dia sebenarnya marah tapi dia juga menikmatinya , jadi dia hanya bisa pasrah pada keadaan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2