
Leon tidak menyadari jika Sarah masih memyimpan perasaan untuknya , tapi karena dia sekarang dikendalikan oleh Lucifer perasaan tersebut berubah menjadi kebencian.
Sarah pulang ke kediamannya yang sekarang , terlihat mobil sarah Masuk ke sebuah Vila , walaupun Vila tersebut tidak sebesar milik Leon , tapi setidaknya tidak kalah mewah dengan milik Leon.
Sarah turun dari mobilnya setelah pintu mobil dibukakan oleh pelayan.
Dia terlihat memakai barang - barang mahal yang menempel pada tubuhnya , Sarah memasuki Vila dengan begitu Arogan.
" Adrian !!!!" Sarah berteriak memanggil nama Adrian.
Adrian dengan tergopoh - gopoh datang menghampiri Sarah " iya Nyonya !" ucap Adrian Sopan.
Adrian dijadikan Sarah seorang pelayan , pasalnya dia sudah membuat Sarah menderita , karenanya juga Sarah meninggalkan Leon.
Oleh Karena itu Sarah menyuruh Lucifer agar Adrian tunduk padanya , Adrian awalnya melawan tapi tentu saja dia tidak bisa melawan Lucifer.
" Bikinkan aku Jus sekarang !". Ucap Sarah tegas.
" Baik nyonya !" Adrian langsung pergi menjalankan perintah sarah.
Lucifer dari dalam Vila menghampiri Sarah " Bagaimana Nona ?, apa anda sudah menemukan orang yang anda maksud ?" tanya Lucifer saat Sarah sudah duduk di Sofa.
" Aku sudah menemukannya , Aku ingin kamu menjadikan dia pelayanku !" ucap Sarah ketus.
Lucifer tersenyum " dimengerti Nona !" Lucifer membungkuk hormat dan pergi.
Lucifer bergumam saat sudah jauh dari Sarah " Suruhlah kami semau kamu , Sebentar lagi kami yang akan menyuruhmu untuk menghancurkan Alam semesta ini !" Lucifer menyeringai.
***
Di kediaman Leon , ketiga istri Leon sedang menonton Televisi, Karina yang sudah baikan dia turun kebawah untuk berkumpul dengan saudari - saudarinya , tidak sengaja Liya melihat Berita jika akan ada Gerhana Matahari Total Bulan depan.
Entah kenapa perasaan Liya langsung tidak enak saat mendengar berita tersebut , dia mendengarkan berita dengan serius.
Angel dan Karina yang melihat itu penasaran , Karena biasanya Liya tidak pernah menonton Tv dengan Serius.
Mereka berdua kemudian menatap layar TV , setelah melihat berita gerhana Matahari total tersebut.
Angel bertanya pada Liya " ada apa ?, kenapa kamu serius sekali menatap berita gerhana matahari liya ?"
__ADS_1
" Eh... , tidak apa - apa kok, aku cuma penasaran saja " jawab Liya sambil tersenyum.
Angel mengangguk - anggukan kepalanya , dia juga tidak mau terlalu kepo dengan saudarinya tersebut.
Tak berselang lama , Leon menghampiri mereka bertiga setelah membersihkan diri.
Mereka ngobrol - ngobrol di ruangan tersebut dengan ketiga istrinya , terlihat keharmonisan mereka yang saling melengkapi satu sama lain.
Karina yang perlu banyak istirahat pamit untuk kekamar terlebih dahulu , Angel menawarkan diri untuk menemaninya.
Sementara Leon dan Liya masih di ruang keluarga , saat Leon akan mengikuti Angel dan Karina ,Liya menarik tangannya.
Leon mengerutkan kening " Ada apa ?"
" Duduk sebentar ,aku mau bicara " jawab Liya cemas.
Leon duduk dan bertanya " Kamu kenapa terlihat cemas seperti itu ?, apa ada yang kamu khawatirkan ?"
" Bulan depan akan terjadi gerhana Matahari total , aku merasa jika akan ada sesuatu yang besar terjadi " Ucap Liya dengan serius.
" Maksud kamu ?" Leon menatap Liya Serius.
Leon tersenyum , dia menggenggam tangan Liya " Jangan terlalu dipikirkan , selama kita bersama aku yakin kita bisa melewati semuanya " ucap Leon meyakinkan Liya.
Liya menghela napas " Kamu mungkin benar , tapi aku benar - benar sangat khawatir Leon " Liya menatap Leon dengan Sendu.
Leon menarik Liya kedalam pelukannya " Yakinlah , kita pasti bisa melewatinya bersama " Leon mengecup kening Liya.
Liya mengangguk pelan , Walaupun dia khawatir , tapi dia juga harus berpikir positif , karena mau bagaimanapun kejadian dimasa depan siapa yang tahu.
Mereka berdua kemudian menyusul Angel dan Karina yang sudah berada maduk kamar terlebih dahulu.
Angel cemberut saat Leon baru masuk kekamar " kalian habis ngapain sih ? " tanya Angel merajuk.
" Kami hanya ngobrol sebentar , jangan seperti anak kecil " Ucap Liya ketus.
Leon menghela napas " sudah ,sudah , lebih baik kalian istirahat dulu , Tuh karina juga sudah istirahat " ucap Leon Lembut.
Tapi Angel Malah meghambur kearah Leon dengan manja , dia mengedip - ngedipkan matanya genit.
__ADS_1
Liya yang melihat itu menghela napas " Kalian lakukan disofa , aku mau istirahat dengan Karina " Liya keranjang dan berbaring disamping Karina.
Sementara Angel langsung nyosor Bibi Leon tanpa malu - malu , karena jika masalah ranjang Angel lah yang paling agresive diantara mereka bertiga.
Leon tidak menolak sama sekali , dia meladeni permainan Angel dan membopongnya ke sofa seperti perintah Liya.
Nafas Angel menggebu - gebu , karena dia berniat ingin segera hamil.seperti Karina jadi dia sekarang hampir setiap hari selalu minta jatah pada Leon.
Angel di garap Leon dengan brutal , dia dihimpit ketembok ,sambil goanya di hajar oleh Leon.
Leon sengaja tidak memberikan napas pada Angel , walaupun Angel terlihat sudah kelelahan Leon tetap menggarapnya.
Angel hanya bisa pasrah oleh perlakuan Leon , entah sudah berapa kali dia mencapai puncak.
Tubuhnya.sudah benar - benar Lemas , keringatnya membuat tubuhnya semakin terlihat mempesona.
Hingga dua jam kemudian Angel sudah benar - benar terkapar , Leon membong Angel ke ranjang dan menyelimutinya.
Karena pusakanya masih berdiri , tanpa pamit Leon menghujam Goa Liya yang sudah terlelap .
Sontak saja Liya langsung bangun " Leon , apa yang.... mmm" Bibir Leon langsung mendarat di bibir Liya , membuatnya tidak bisa marah dengan Leon.
Liya mulai menikmati permainan Leon , karena keduanya memiliki tubuh yang kuat , mereka bergelut hingga menjelang subuh.
" Kamu ini benar - benar yah " ucap Liya sambil terengah - engah di pelukan Leon.
" Benar - benar perkasa ?" Leon menggoda Liya.
Liya menggelengkan kepalanya tidak berdaya , walaupun dia sebenarnya marah tapi dia juga menikmatinya , jadi dia hanya bisa pasrah pada keadaan.
.
.
.
.
.
__ADS_1