Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
Bocah Pemanggil Naga


__ADS_3

Di tempat lain para Dewa dan anak buah Leon masih bertarung dengan Sengit dengan Monster penghuni Neraka yang seakan tidak ada habisnya.


Mereka semua sudah terlalu banyak mengeluarkan kekuatan , sampai - sampai anak buah Leon yang notabenya manusia biasa tumbang satu persatu.


Leon dan yang lainnya sampai ditempat Para Dewa yang sedang bertaraung .


" kalau seperti ini terus kita semua akan kehabisan Aura !!" teriak salah satu Dewa.


" Terus kita harus bagaimana ?"


" Kita harus mencari sumber masalahnya !"


" Benar juga, kenapa tidak terpikirkan kita dari Awal !!"


" Duar !


" Srat


" Srat


" Groaaaaarrrr !!" Suara pertarungan dan auman monster membuat gaduh tempat tersebut.


Saat Leon mendengar hal itu ,dia juga merasa telah dibodohi , pasalnya dia ingat jika dia harus menyegel Sarah.


" Sial !, kita lupa tugas kita Liya " Ucap Leon pada Liya.


Liya menghela napas " Mau bagaimana lagi ,kita harus melawan mereka semua !"


Leon mengangguk setuju ,karena jika mereka berdua tidak membantu bertarung ,tentu saja tidak ada yang bisa mengalahkan Naga tengkorak.


" Liya deteksi sumber mereka datang , aku akan menjagamu !" ucap Leon tegas, Walaupun dia hanya memilikisatu tangan saja untuk bertarung ,tapi untuk melawan oara Skeleton dia bisa menanganinya dengan mudah menggunakan tombak bayangan.


Liya bersila ditanah dia memfokuskan Auranya untuk mendeteksi sumber musuh keluar.


Tak berselang lama Liya membuka matanya " Leon !, Sumbernya di Utara kota Siegel !"


Leon mengangguk " Baik kita kesana ! "


Leon membungkus Liya dengan Auranya dan terbang kesana dengan kecepatan penuh.


Karena Liya baru bereikarnasi dalam tubuh manusia jadi dia belum bisa menggunakan kemuatan penuhnya ,dia belum bisa terbang seperti Leon.


***


Sementara itu di Vila Leon ,Brandi dan anak buah Leon lainnya sudah kelelahan , mereka sudah terduduk lemas akibat terlalu banyak menggunakan Aura mereka.


" Sial !!, apa kita akan mati disini ?" ucap salah satu anak buah Leon yang sudah terbaring lemas di tanah.


" Ah... padahal aku masih ingin menikamati hidup ini , anak - anak maafkan ayah " ucap orang yang ada disamping orang tadi.

__ADS_1


" Bagaimana denganku yang belum pernah merasakan goa kenikmatan Wanita ?" ucap pria muda yang sudah menjadi anak buah Leon.


Semua orang punya pemikiran masing - masing , karena mereka pikir sudah tidak akan bisa bertahan lagi.


Hanya tersisa anak buah Theia yang masih bertarung dengan sisa - sisa Aura mereka .


" Srat


" Srat


" Kraakk !


" Craangg !!


Benturan pedang dengan Skeleton dan kelelawar Neraka terus terdengar di Vila Leon.


Angel dan Karina yang menyaksikan hal itu ,mereka benar - benar di buat ketakutan , Selene yang hanya fokus melindungi Vila juga mulai melemah.


" Ngiikk


" Ngiikk


" Ngiiik


" Groaaaarrrr !!!" Ratusan kelelawar Neraka dan satu Monster Merah Raksasa m


Mereka menyerbu bersamaan , anak buah Leon yang ada di depan Vila sudah pasrah , mereka tidak bergerak sedikitpun dari tempat tersebut.


Saat Monster tersebut tinggal beberapa Menit lagi sampai di sana .....


" Duar !


" Duar !


" Duar !


Seekor Naga Hitam menyerang monster - monster tersebut dengan tembakan bola - bola Api "


Semua orang terkejut , merrka bertanya - tanya kenapa Monster saling menyerang Monster lainnya.


Lilit dan lara Dewa lainnya tercengang saat melihat Naga tersebut , Mereka gemetar ketakutan.


" Nona Lilit !, Bukankah itu Dark Dragon yang berada di lembah Kegelapan ?" tanya Flis terkejut.


Lilit mengangguk " Tapi kenapa ,dia bisa berada disini ?"


Mereka bertanya - tanya ,apa yang sebenarnya terjadi , tapi mereka memperhatikan jika diatas kepala Naga terlihat seseorang yang mengendalikannya.


" Darksi , apa kamu sanggup melawan mereka semua sendiri " ucap penunggang Naga yang suaranya terdengar seperti anak kecil.

__ADS_1


" Kurasa tidak Nona ....., Kita harus memanggil beberapa tambahan kekuatan !" Ucap Naga Hitam tegas.


" Baiklah ...!"


" Teknik pemanggilan !!" Anak tersebut membuat segel .


Di langit terlihat Segel gelap yang membesar di langit , tiba - tiba portal terbuka , Chimera dan Grifon keluar dari portal tersebut dengan jumlah banyak.


Walaupun jatuh dari ketinggian ,Tapi Chimera yang notabenya binatang Kayangan tidak terluka ,mereka mendarat sempurna ditanah.


Sedangkan para Grifon berterbangan dan langsung menyerang para Monster Neraka.


Anak tersebut ambruk di kepala Naga " Darksi aku lelah , aku mau istirahat dulu " ucap Anak tersebut sambil menutup matanya.


" Baik Nona ! , serahkan sisanya pada kami !" Darksi menyelimuti anak tersebut dengan Auranya agar dia tidak jatuh saat beristirahat dikepalanya.


" Groaaaaaaarrrr !!" Darksi mengaum, membuat para binatang panggilan menoleh kearahnya.


Mereka semua terlihat mengangguk mengerti , kawanan Chimera dan Grifon langdung menyerang para Monster Neraka.


" Apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Anak buah Leon yang tadi sudah pasrah.


" Entahlah ... mungkin kita selamat !"


" Belum tentu juga , mereka juga Monster siapa tahu mereka melindungi kita karena ingin menyantap kita !"


" Husss !!.. Sok udzon melulu , pantas saja kamu tidak bisa menikmati Goa Wanita !"


" Apa hubungannya !"


Mereka semua masih bertanya - tanya , kenapa tiba - tiba bermunculan Monster yang menyerang Monster lainnya.


Sementara Lilit fomus memperhatikan kepala naga, dia penasaran dengan Bocah yang ada di kepala naga tersebut , pasalnya dia yakin jika yang memanggil mereka semua adalah Bocah tersebut.


Tapi yang membuat Lilit penasaran ,kenapa Bocah tersebut bisa memanggil Monster kegelapan , seharusnya hanya Tartarus yang bisa memanggil mereka yang notabenya adalah majikan mereka ,karena istana Tartarus berada di lembah kegelapan.


Tapi semakin dipikirkan Lilit semakin punya pikiran Liar " Jangan - Jangan dia anak Yang mulia Tartarus juga !" Batin Lilit terkejut.


Karena hanya hal tersebut yang bisa menjelaskan semuanya , Lilit semakin berpikir Negatif ,karena dia tidak tahu jika Tartarus memiliki istri lagi dikayangan selain Theia.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2