Sistem CashBack 200%

Sistem CashBack 200%
50.Ayah yang Buruk


__ADS_3

Maria Dan Karina langsung menoleh ke arah suara , Karina yang melihat Leon langsung melepaskan pecahan kaca tersebut dan menghambur ke arah Leon.


Karina memeluk Leon dengan Erat " Leon Maafkan aku , Aku tidak ada hubungan dengan Paul, Ayah yang menyuruhku menemuinya, Leon Tolong maafkan aku , Aku tidak bisa Hidup tanpa kamu ( Preeet😂)" Karina tanpa basa - basi langsung menjelaskan semuanya.


Leon yang Masih tertegun Karena Karina tiba - tiba memeluknya, dia tersadar saat Karina membenamkan Wajah ke dadanya.


Leon secara Reflek memeluk Karina, dia mengusap puncak kepala Karina " kamu kenapa seperti ini, aku tidak masalah jika keluargamu tidak menginginkanmu, asalkan kamu bahagia itu sudah cukup Buatku " Ucap Leon Lembut.


" Tidak !!, aku hanya akan bahagia jiga bersama kamu !" Karina mendongakan kepalanya " Leon jangan tinggalkan Aku " Air mata menetes lagi di pipi Karina.


Leon menatap Karina yang Matanya bengkak Karena sudah lama menangis, Wajahnya pucat, Rambutnya acak - acakan, Riasannya juga sudah memudar oleh Air Mata.


Entah kenapa Hati Leon terasa sakit ,saat melihat Karina yang seperti Itu.


Leon menghapus Air Mata Karina dan mencium keningnya " Jangan Menangis lagi oke , aku akan berusaha tetap ada di sampingmu "


Karina Mengulas sebuah senyum " Kamu tidak berbohongkan Leon, kamu janjikan ?"


Leon mengangguk sambil tersenyum , dia melepaskan pelukan Karina dan menggenggam tangannya, Saat dia akan mengatakan sesuatu , Leon merasakan tangannya basah, dia langsung melihat tangannya yang menggenggam tangan Karina.


Leon terkejut saat melihat tangannya dan tangan Karina berlumuran darah " Astaga .. Karina ini ?!" Leon menatap Karina tidak percaya.


Karina tersenyum " Aku .. Aku Rela mati demi kamu Leon " Karina membenamkan kepalanya di dada Leon kembali.


Leon menatap para pelayan " Kenapa kalian diam saja ?!, cepat ambilkan kotak Obat !!!" Leon membentak para pelayan yang masih berkerumun.


Para pelayan yang dari tadi terharu melihat drama Tuannya ,langsung panik seketika , Mereka langsung berhamburan mencari Kotak Obat.

__ADS_1


Leon langsung Merobek Kemejanya untuk membalut Luka Karina agar darahnya sedikit Berhenti.


Tapi Karena sudah terlalu lama darah Karina mengalir, Karina langsung pingsan di pelukan Leon.


" Karina , Karina !, " Leon menggoyang - goyangkan tubuh Karina ,tapi dia tetap Diam.


Leon membopong Karina ke tempat tidurnya dan membaringkan Karina " Anda juga kenapa diam , cepat panggil Dokter !!" Bentak Leon pada Maria yang dari tadi diam tanpa kata.


Maria tersentak kaget " Ba ..Baik !" Maria seperti seorang pelayan yang menurut pada majikannya.


Maria langsung pergi bergegas menghubungi dokter, beberapa saat kemudian Natanil sudah tiba di rumahnya.


Natanil langsung memasuki Kamar " Kenapa dengan Karina Leon ?"


Leon menggertakan giginya , dia yang dari Rumah sudah Marah dengan Natanil, Karena berteriak - teriak seperti orang hila, emosinya langsung memuncak saat Natanil bertanya seperti itu.


Natanil terhuyung, dia jatuh terduduk di lantai " Apa - apaan kamu Leon !!" Natanil Meraung sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


" Kamu bilang apa - apaan !!?, seharusnya aku yang bertanya , Kamu rela menjual anakmu hanya demi sebuah bisnis !!, Apa kamu iblis Natanil !!, Lihat Anakmu sekarang !! " Leon meraung ,meluapkan semua Emosinya yang dari tadi dia pendam.


Natanil Melihat ke arah Karina yang terbaring Lemah , air matanya tiba - tiba menetes , ucapan Leon membuka hatinya ,dia Berdiri dan menghampiri Anaknya.


Natanil Terisak di samping Karina sambil mengelus puncak kepalanya " Sayang Maafkan Ayah, Ayah janji tidak akan berbuat bodoh lagi "


Leon yang melihat itu menghela napas " Renungkan baik - baik Natanil , ini pelajaran Buat kamu !!"


Ketika Para lelayan Masuk membawa kotak obat untuk memberikan pertolongan pertama pada Karina, Leon langsung melangkah pergi dari kamar tersebut.

__ADS_1


saat dia dia sampai di Aula Mansion, Leon berpapasan dengan Maria yang membawa seorang dokter " Dok Anda Ke atas saja Dulu " Ucap Maria pada Dokter.


Fokter tersebut mengangguk Mengerti, dia bergegas ke kamar Karina, karena dia dokter pribadi keluarga Kiehl jadi dia sudah hafal dengan Mansion tersebut tanpa harus ada yang menunjukannya.


" Kamu mau kemana Leon ?" Maria Meraih Tangan Leon yang terus berjalan keluar Mansion.


Leon menghentikan langkahnya , dia membalikan Badan " Nyonya Kiehl , tugasku sudah selesai, Aku rasa tidak ada gunanya aku di sini lagi, lagi pula kalian juga sebenarnya tidak mengharapkan kedatanganku kan ?" Ucap Leon mencibir.


bagai di sambar petir di siang Bolong, ucapan Leon sangat mengena di Hati Maria, Karena awalnya juga dia menyetujui rencana Natanil untuk menjodohkan Karina dengan Paul.


Maria melepaskan tangan Leon , Dia berlutut di hadapan Leon " Leon maafkan Kami, Kami tahu kami salah , tolong beri kesempatan untuk kami , hiks..hiks.." Maria memegangi kaki Leon sambil terisak.


Leon menghela napas " Nyonya Kiehl, Bukan saya yang harus kalian khawatirkan, lebih baik anda Khawatirkan anak anda dulu " Leon melepaskan tangan Maria dari kakinya dan meninggalkan Maria yang masih terisak sendirian di Aula.


Saat sampai di depan Pintu perut Leon berbunyi " Kruyuuuk !"


" Sial !!, gara - gara kejadian ini aku tidak makan - makan !" gerutu Leon sambil menghampiri mobilnya.


jika ada yang mendengar ucapan Leon di antara keluarga Kiehl, Mungkin mereka akan menimpuk Leon pakai batu Bata , atau mungkin ingin membunuhnya ,karena di saat seperti itu masih mementingkan perutnya sendiri.


Saat memasuki Mobil Brandi mengerutkan keningnya " Tuan Leon kenapa dengan baju Anda , apakah Nona Karina sebuas itu !"


Leon yang sedang Kesal mendengus " Buas Matamu !!, ayo jalan !!"


Brandi terkekeh " Hahahaha... Maaf Tuan Leon, saya hanya bercanda "


Mereka kemudian meninggalkan kediaman keluarga Kiehl dan menuju Restoran Milik Leon.

__ADS_1


__ADS_2