
" Ayah ... aku bosan " Ucap Eros yang membuat Leon dan Arin langsung menoleh kearahnya.
Karena Leon dan Arin membahas perusahaan sampai 1 jam penuh , tentu saja Eros yang dari tadi tidak melakukan apapun pasti akan bosan.
Leon kemudian menyuruh Arin untuk segera melanjutkan lekerjaannya , sementara dia membawa Eros pulang.
Brandi yang menunggu Leon di parkiran sambil ngopi bersama tukang parkir , dia langsung ke mobil saat melihat Leon dan Eros keluar.
Brandi dengan sigap membukakan pintu mobil untuk keduanya , Leon dan Eros memasuki Mobil , Barandi juga bergegas masuk ke mobil.
" Kita mau langdung pulang atau kemana Tuan Leon ?" tanya Brandi setelah berada dalam Mobil.
" Kita pul..." Leon belum selesai bicara Eros memotongnya.
" Tunggu dulu Ayah !, aku merasakan Aura ibunda !" Ucap Eros yang langsung mencari dengan pasti Aura tersebut dengan Auranya.
Leon mengerutkan keningnya , dia menatap Eros dengan penuh tanda tanya , Karena ucapan Eros tidak berdasar, dia saja baru bereinkarnasi setelah ribuan tahun, bagiamana mungkin Theia langsung bereinkarnasi.
Eros membuka matanya " Ayah !, ini benar Aura ibu !, paman Brandi cepat jalankan mobilnya kita langsung kesana !" ucap Eros bersemangat.
Leon menggunakan cara yang sama dengan Eros untuk merasakan Aura Theia , benar saja saat dia melakukannya ,Leon juga merasakan Aura yang sama dengan Theia.
" Ini tidak mungkin !, Brandi cepat jalankan mobilnya !" perintah Leon langsung membuat Brandi bergegas menjalankan mobilnya.
Eros menunjukan jalan ke arah sumber Aura tersebut dan ternyata sumber Aura yang di duga Aura tersebut berasal dari sebuah Rumah sakit di kota Siegel.
" Rumah sakit ?, apa mungkin Theia bereikarnasi di tubuh seseorang ?" gumam Leon lirih.
Eros sudah keluar dari mobil , dia berlari mencari Aura tersebut , Leon yang melihat itu langsung mengejar Eros " Brandi kamu tunggu di Mobil !"
" Baik Tuan !" ucap Brandi patuh.
__ADS_1
Leon memasuki Rumah sakit , Karena dia terburu - buru dia tidak sadar jika berpapasan dengan Sarah yang keluar dari rumah sakit dengan tiga orang pria bersamanya.
Eros terlihat berdiri di depan Ruangan ICU , Leon menghampirinya " apa ada didalam Eros ?"
Eros mengangguk " tidak salah lagi Ayah , ibunda ada di dalam ?"
Leon hanya bisa merasakan Aura sekilas dari Aura Cahaya yang dimiliki Theia, pasalanya Aura dia dengan Theia tidak sama, berbeda dengan Eros yang memiliki Aura yang sama dengan Theia , dia bisa terus merasakan keberadaan Aura Theia.
Seorang Dokter keluar dari ruangan tersebut , Eros mau langsung masuk tapi Leon menahannya , dia menyuruh Eros diam dulu.
Leon bertanya pada Dokter " Dok bagaimana keadaannya ?"
Dokter menatap Leon " Anda siapanya pasien yah ?"
" Kami keluarganya Dok " jawab Leon cepat.
Dokter tersenyum " Keadaan Nona Liya baik - baik saja , sebenarnya ini Mukjizat dari tuhan , dia sempat menghembuskan napas terakhir beberapa menit lalu , tapi dia sekarang sudah lebih baik " ucap Dokter lembut.
" Syukurlah , apa kami boleh masuk Dok ?" tanya Leon penasaran.
Leon mengangguk mengerti , dia mengucapkan terimakasih pada Dokter tersebut, setelah kepergian Dokter ,Eros mau masuk keruangan tersebut kembali , tapi Leon menahannya.
" Ayah .. aku ingin bertemu dengan ibunda " Ucap Eros sendu.
" Aku tahu Eros , tapi kamu harus mematuhi aturan rumah sakit, jangan buat kegaduhan , kita tunggu sebentar lagi " Ucap Leon lembut.
Leon juga sebenarnya penasaran ,apakah di dalam benar - benar Theia atau bukan , karena sesungguhnya dia mungkin lebih berharap daripada Eros.
Eros dan Leon duduk dikursi depan ruang ICU , Eros kemudian berkata " Tapi ini aneh Ayah , waktu kita baru sampai Aura cahaya di sini begitu kuat , tapi sekarang melemah , apakah ibunda tidak apa - apa ?"
Leon terkejut dengan analisis Eros , pasalnya dia tidak begitu mengerti dengan Keberadaan Aura di tempat tersebut , dia mulai khawatir dengan keselamatan Orang yang ada di dalam tempat tersebut.
__ADS_1
Tidak berselang lama , beberapa orang perawat datang untuk memindahkan orang di dalam Ruangan ICU yang di duga Eros dan Leon sebagai Theia.
Para perawat tersebut mendorong pasien yang terbaring lemas di Ranjang dorong rumah sakit , Eros dan Leon langsung Melihat Orang yang terbaring lemas tersebut.
Betapa terkejutnya Leon saat melihat wajah orang yang bernama Liya tersebut , dia benar - benar mirip Theia tapi Versi manusia ,karena kulitnya tidak secerah kulit Theia, Karena Theia merupakan Dewi cahaya sementara Liya adalah Manusia.
Hati Leon bergetar hebat , dia tidak menyangka jika Takdir akan mempermainkan hidupnya seperti itu , jika dia tahu kalau Theia akan langsung bereinkarnasi mungkin Leon akan menunggunya dan Menikahinya langsung.
Leon dan Eros mengikuti perawat yang membawanya ke ruangan biasa , Setelah mereka selesai memindahkan Liya, Leon dan Eros di persilahkan masuk.
Seorang perawat kemudian berkata pada Leon " Apakah anda kekasih Nona Liya ?" tanya perawat tersebut.
Leon tanpa ragu mengangguk " Benar Sus !"
Suster kemudian memberikan sebuah surat penagihan biaya pada Leon " Nona Liya sudah di rawat disini selama tiga bulan , tapi sampai saat ini keluarganya tidak ada yang menjenguk sama sekali ,Karena rumah sakit ini memprioritaskan nyawa pasien terlebih dahulu jadi kami merawat Nona Liya dengan baik , saya harap Tuan segera melunasi biaya perawatan Nona Liya "
Leon menambil surat tagihannya " Tentu saja sus , saya akan melunasinya , terimakasih banyak karena telah merawat Liya , Eros kamu tunggu disini aku mau melunasi biayanya !"
" Baik Ayah !" Ucap Eros yang sedang duduk di samping ranjang Liya sambil menitihkan air mata.
Perawat langsung mengantar Leon ke adminstrasi untuk melunasi biaya perawatan Theia selama tiga bulan yang belum dibayar.
Jangankan biaya tiga Bulan , satu tahun biaya perawatan juga akan Leon bayar tanpa ragu ,bukan karena dia memiliki sistem , tapi lebih kepada Rasa senangnya karena bertemu dengan pujaan hatinya lagi, apa lagi sekarang Theia dalam wujud manusia.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.