
Rosalin di seberang telepon tercengang , Bagaimana dia tidak terkejut, Adrax Capital merupakan Perusahaan Nomor satu Di Provinsi Marhaz.
Adrax Capital memiliki berbagai Cabang perusahaan yang meliputi segala hal di bidang industri , Di Provinsi Marhaz tidak ada yang berani menyinggung Adrax Capital. Nilai Pasar Adrax Capital di perkirakan 150 miliar dolar.
Tangan Rosalin bergetar " Jadi Tuan Leon pemilik Adrax Capital , astaga aku sebenarnya bekerja untuk orang seperti apa ? " Rosalin bertanya - tanya sendiri.
Arin yang kebetulan sedang mendiskusikan sesuatu dengan Roasalin juga ikut terkejut saat mendengar ucapan Rosalin " Rosalin apa maksudmu Tuan Leon pemilik Adrax Capital ?"
Rosalin menoleh ke arah Arin dan mengangguk , Arin berkata dengan semangat " berarti Tuan Leon Ke provinsi Brenton untuk ..." dia menghentikan kalimatnya.
Arin menatap Rosalin tidak percaya, jika dugaan Mereka benar, Leon juga ingin menguasai Pasar Provinsi Brenton.
Rosalin dan Arin begidik ngeri , ternyata mereka bekerja dengan Seorang Miliarder muda, awalnya mereka pikir jika Leon hanya anak orang kaya biasa yang iseng - iseng ingin membuat perusahaan.
Jika Leon Tahu pemikiran Rosalin Dan Arin , mungkin dia akan tertawa terpingkal - pingkal, sampai sakit perut.
Di waktu yang Sama di grand Vila yang baru di beli Leon.
Saat Leon menutup Telepon Dengan Santai, dia tidak memperhatikan expresi Angel dan semua orang yang ada di tempat tersebut, yang sedang terkejut.
Pasalnya kalangan pebisnis pasti semua Tahu tentang Adrax Capital, jika ada yang tidak tahu ,mungkin mereka yang tidak pernah ke luar Provinsi.
Angel tersadar dari Terkejutnya dan bertanya memastikan " Leon !" Kamu pemilik Adrax Capital ?"
Leon tersenyum Ke Arah Angel dan Mengangguk " Ya seperti itulah " Ucap Leon Santai.
Sekretaris Drake Menatap Angel dengan iri " Beruntungnya Nona Angel, mendapat Pria yang benar - benar Mapan " gumam Sekretaris dalam hati.
" Leon apa kamu serius ?" tanya Angel Memastikan.
__ADS_1
Leon menghela napas " apa untungnya aku berbohong padamu, Lagi pula itu hanya sebuah perusahaan " Leon berkata dengan santai.
Angel terbelalak Kaget " Adrax Capital Kamu bilang hanya sebuah Perusahaan ?!"
Angel benar - benar tidak tahu harus berkata apa, Pasalnya ,walaupun Ayahnya orang terkaya di Provinsi Brenton, tapi perusahaan Ayahnya hanya bisa mencakup sebagian pasar Brenton, sementara Adrax Capital sudah bisa mencakup seluruh Provinsi Marhaz.
jika di hitung - hitung lagi , Menurut Angel Kekayaan Leon di luar imajinasinya, Angel tidak menyangka jika status Leon setinggi itu, dia yang Awalnya mengira jika Kekayaan leon ada berada di bawah Ayahnya, sekarang Angel Merasakan tekanan Karena sudah berhubungan dengan Leon.
" Sudahlah jangan Bahas itu lagi, apa kamu bisa mencari pelayan untuk melayani kita di sini ?" Tanya Leon mengalihkan pembicaraan.
Angel menghela napas " aku akan menarik pelayan pribadiku yang ada di rumah kamu, nanti akan ada pelayan yang menggantikan Mereka " Ucap Angel Sendu.
" Baiklah, kamu atur semuanya, masalah gaji jangan khawatir , biar aku yang membayar mereka semua " Leon Tersenyum ke arah Angel.
Angel tersenyum Kecut " iya Tuan Leon " Goda Angel pada Leon.
Rosalin Menghela Napas saat Melihat gedung pencakar Langit yang merupakan , Kantor pusat Adrax Capital. Dia menyetabilkan napasnya agar tidak gugup.
Rosalin memasuki gedung tersebut dengan Santai, walau bagaimanpaun dia harus terlihat berwibawa karena dia sekarang Asisten Bos Besar.
Seorang Pria Paruh Baya yang Merupakan CEO Adrax Capital menyambutnya dengan Hangat, pasalnya kemarin Mereka sudah saling memberi tahu lewat telepon jika Risalin akan datang ke perusahaan.
" Selamat datang Nona Rosalin , Silahkan " Walker Ceo Adrax Capital memberikan jalan Dengan sopan.
Rosalin Hanya mengangguk, tidak menjawab uvapan Walker.
Semua karyawan yang ikut menyambut kedatangan Rosalin juga tersenyum ke arah Rosalin semua.
mereka seolah menunjukan Jika Mereka layak di pertahankan.
__ADS_1
Rosalin Berjalan mengikuti Walker ke ruang Rapat, Karena Rosalin ingin mengenal semua petinggi Adrax Capital.
Saat di ruang Rapat , terlihat sudah Ada 15 orang menunggunya , Rosalin duduk di Kursi CEO ,sementara Walker duduk di sebelahnya.
Rosalin menatap semua Orang, dia melihat ada tiga orang yang tampak tidak suka dengan ke datangannya , Rosalin kemudian buka Suara " Baiklah !, kita mulai Rapatnya !" ucap Rosalin Tegas.
" Pertama saya akan memperkenalkan diri , Saya Rosalin Asisten pribadi Tuan Leon dan saya juga yang memegang tanggung Jawab untuk Mengurus perusahaan.." saat Rosalin baru bicar , Seorang pria muda yang angkuh mencibir.
" Hanya Asisten saja Apa hebatnya , Asal kamu tahu, sebelum Leon atau siapalah itu membeli Adrax Capital, kami di sini baik - baik saja , tidak perlu bantuanmu " Ucap Pria itu Sinis.
Rosalin tidak percaya jika di awal pertemuan akan di bantah seperti itu, Tapi Rosalin tahu jika statusnya sekarang lebih tinggi dari orang tersebut, jadi dia tidak takut " Siapa yang menyurhmu bicara !" Ucap Rosalin tegas.
" Braakkkk !!" pria itu menggebrak Meja .
" apa kamu pikir aku takut denganmu ?" Pria itu menyeringai dan menghampiri Rosalin.
Rosalin sedikit panik, pasalnya dia datang seorang diri , pria itu berbicara sambil mendekatimu " Memangnya sekuat apa orang yang bernama Leon, apa dia pikir dia sudah menang karena telah membeli Adrax Capital, Asal kamu tahu ,cepat atau Lambat dia juga akan menyerahkan perusahaan ini pada kami Lagi !"
Semua orang tidak berani menjawab, pasalnya yang bebicara adalah Roni Aliser, Anak pemimpin geng tengkorak, dia Menjabat sebagai salah satu petinggi Adrax Capital Karena Alasan Geng Tengkorak ingin mengawasi Adrax Capital dari dalam.
tapi Saat Roni akan Memegang Rosalin, Sebuah tangan mencekalnya, Orang berpakaian Ninja memelintir tangan Roni kebelakang " Arghhhh !!" teriak Roni ketakutan.
Melihat Roni yang di perlakukan Seperti itu, Dua orang temannya maju , Tapi mereka di hadang orang berpakaian ninja Lainnya.
Tiba - tiba 10 orang Berpakain Ninja ada di dalam Ruangan , Seorang pemimpin Ninja tersebut menghadap Rosalin " Nona Rosalin tidak perlu takut, kami orang Tuan Leon , silahkan Lanjutkan , biar kami yang mengurus mereka.
Semua orang yang ada di situ menelan Ludah , ternyata Bos Baru mereka bukan orang sembarangan.
...----------------...
__ADS_1