
Tubuh Rosalin bergetar, saat Hembusan Nafas Leon mengenai leher , darahnya berdesir, Rosalin memejamkan matanya.
Wajah Rosalin memerah , dia menikmati Sentuhan Leon pada Rambutnya, sebelum akhirnya dia tersadar " Maaf Tuan Leon saya harus pergi !" Ucap Rosalin yang langsung bergegas pergi dari Ruangan tersebut.
Leon Terkekeh geli melihat Rosalin yang salah tingkah " Hahaha... padahal aku cuma bercanda , sudahlah... Lebih baik aku istirahat dulu " gumam Leon Sendiri.
Rosalin yang baru keluar dari ruangan Leon, masih merasakan Hawa panas dalam tubuhnya, dia merasakan gejolak Aneh yang terus merambat dalam tubuhnya.
Rosalin langsung pergi kekamar Mandi dan mengunci diri didalam kamar mandi " Astaga.. perasaan apa ini , kenapa aku sangat menikmati sentuhan Tuan Leon walau hanya sedikit saja "
detak jantung Rosalin semakin tidak beraturan saat mengingat kejadian tersebut , dia menggigit bibir bawahnya saat membayangkan hal tersebut.
Siapa yang menyangka jika Libido Rosalin akan semakin membuncah, Rosalin Memainkan Gunung kembarnya sendiri , dan Memuaskan Hasratnya dikamar Mandi sambil membayangkan Leon.
Setelah beberapa menit terdengar Lenguhan terdam yang menandakan Rosalin sampai dipuncak, dia kemudian tersadar " apa yang aku lakukan !"
Rosalin malu pada dirinya sendiri, setelah melihat pakaiannya yang berantakan, dia bergegas merapikan pakaiannya dan keluar dari kamar mandi.
Sebelumnya Rosalin tidak pernah melakukan hal tersebut, dia juga tidak pernah dekat dengan pria ,Entah kenapa saat membayangkan Leon tibi - tiba Libidonya menjadi Liar.
Rosalin merutuki dirinya sendiri seperti orang bodoh , diruangannya pun dia masih kesal dengan perbuatannya sendiri.
Setelah beberapa Jam istirahat , Leon keluar dari ruangannya, dia berjalan sendirian tanpa ada yang mendampinginya.
Tapi Leon tidak mempermasalahkan hal itu, Karena dia tahu jika Semua orang sedang sibuk bekerja.
Leon berjalan santai dari lantai kelantai ,dia mengecek kinerja karyawannya sendiri.
Saat dia sampai dilantai Bawah , dia dikejutkan dengan suara ******* yang datang dari gudang Perusahaan.
Karena pendengaran Leon begitu tajam Karena Kekuatan fisiknya yang meningkat .
Leon berjalan menghampiri suara tersebut, semakin dekat semakin terdengar ******* dengan sedikit tangisan.
Leon membuka pintu gudang, dia mencari Suara tersebut, saat sampai dipojokan gudang betapa terkejutnya dia saat Melihat seorang wanita dengan berseragam OB, sedang digengbeng Tiga orang Pria.
Terlihat Wanita itu sedikit terisak , Karena Goanya dimasuki dua batang benda tumpul sekaligus.
Leon menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika kedatangan pertama di perusahaannya akan melihat hal seperti itu.
__ADS_1
dia menghampiri mereka dengan santai , dia bertepuk tangan " prok..prok..prok.., Bagus , Bagus "
Seketika ketiga pria dan Wanita tersebut menoleh, Wanita yang mulutnya sedang dijejali Benda tumpul langsung melepasnya dan berteriak memohon " Tolong aku Tuan..., Hiks ..Hiks..."
Sang pria yang batangannya dilepas langsung menampar siwanita " Plaaaakkkk !!"
" Diam Kau !!!" Pria tersebut langsung menatap Leon dan mengancam " lebih baik kamu pergi dari sini !!, jika kamu tidak ingin menanggung akibatnya !!!"
Pria yang batangannya dilepaskan menghardik Leon, sementar dua pria lainnya tertawa masih asyik menggarap sang Wanita.
Leon sangat geram , Tanpa basa - basi dia langsung menghajar pria yang berteriak padanya, dengan sekali pukul pria tersebut terhempas dan menabarak tembok.
" Buakkk !!" Pria tersebut menyemburkan seteguk darah dan langsung terkapar tanpa memakai sehelai benangpun.
dua pria yang sedang menggarap Wanita tersebut terkejut " Kamu hadapi dia dulu aku sedang tanggung mau keluar !!" Ucap salah satu pria.
" ah.. aku juga hampir keluar juga " Mereka berdua berdebad tanpa menghiraukan Leon.
Wajah Leon menggelap karena mereka mengabaikannya, urat - urat dikepala Leon menonjol keluar karena saking kesalnya.
Leon Langsung menendang mereka berdua sekaligus ,hingga terdengar bunyi " plooonggg " Saat Batangan keduanya terlepas dari Goa Wanita.
Dua pria tersebut berguling dilantai beberapa meter, kemudian mereka bangun.
" Sialan !!, Padahal sudah dipucuk !!"
" aku juga sama !!"
Leon semakin kesal, dia mengepalkan tangannya dan langsung menerjang kearah dua pria tersebut dan memukuli keduanya tanpa ampun.
" Bak
" Buk
" Bak
" Buk
" Bang.., Bangg...!!!" Dua pria tersebut terhempas dengan kencang Karena Leon mengeluarkan seperempat tenaganya.
__ADS_1
" Bruak !!
" Bruaakk !!" dua pria tersebut menabrak tembok dan pingsan seketika.
Leon menghampiri sang Wanita yang sedang terkapar Lemas tanpa sehelai benangpun " Pakailah kembali bajumu " Ucap Leon sambil membuang mukanya, pasalnya Leon takut tergoda karena melihat montoknya Goa wanita tersebut.
Sang Wanita dengan perlahan duduk dan mencari celananya dan memakainya kembali " Terimakasih Tuan "
Leon mengangguk , Leon mengumpulkan ketiga pria tersebut , mengikatnya dan menyeret mereka yang tanpa sehelai benangpun, Keluar dari gudang .
Leon menelpon Rosalin ,dia menyuruhnya segera turun kebawah.
Sambil menunggu Rosalin Leon menatap Wanita yang digarap oleh ketiga pria tersebut, Leon membatin " Pantas saja mereka menggarapnya, pasti mereka membayangkan Arisa Nakano "
karena menurut Leon perawakan dan wajah wanita tersebut sangat Mirip dengan bintang Blue film yang pernah dia tonton, apa lagi Montoknya goa wanita tersebut juga mirip.
Leon menggelengkan kepalanya agar tersadar , dia menghela napas " siapa namamu ?" Tanya Leon datar.
" A..aku Arisa zoe " Jawab wanita tersebut.
Leon tersedak air liurnya "uhuk..uhuk.., Astaga ..sampai namapun mirip !" Ucap Leon dalam hati.
Arisa khawatir " Tuan kamu tidak apa - apa ?"
Leon mengangkat tangannya " aku tidak apa - apa "
Setelah Beberapa Menit , Rosalin dan Walker sampai ditempat Leon dan Arisa berada.
Rosalin dan Walker terkejut saat melihat ketiga pria yang pingsan dan di ikat tanpa sehelai benang pun.
" Tuan Leon apa yang terjadi ?" Tanya Rosalin penasaran.
Leon tidak menjawab ,dia menatap Walker dan bertanya " apa kamu kenal mereka ?" Tanya Leon dingin.
' glek ' Walker menelan Ludah , pasalnya salah satu dari mereka adalah keponakannya , Walker berkeringat dingin, dia tidak tahu harus menjawab apa.
Walker menatap ketiganya ,dia kemudian melirik Wanita disebelah Leon, Walker langung mengerti apa yang telah dilakukan ketiganya.
Walker membatin " Dasar anak bodoh, kenapa kamu lakukan ini disaat ada Tuan Leon, kamu benar - benar membunuhku " Walker merasa dunianya akan Runtuh seketika.
__ADS_1