
Sementara itu , Lucifer , Sariel dan Greda sedang membahas rencana di saat gerhana Matahari total.
Karena pada saat gerhana matahari total ,pemilik kekuatan Aura cahaya semuanya akan melemah , dari situlah Lucifer dan yang lainnya akan menanam segel budah pada Sarah.
" Penantian kita akhirnya akan segera terwujud " Ucap Lucifer bersemangat.
" Kamu benar , dengan dia berada di bawah kendali kita , Kita bisa mengendalikan alam semesta ini " Sariel berkata dengan yakin.
Greda menghela napas " Yang aku khawatirkan sebenarnya ,jika Para Dewa turun tangan , apa kita bisa bertahan melawan mereka semua , Walaupun Aether kuat tapi kemuatannya tidak mutlak !"
Lucifer tersenyum " jangan Khawatir , Kita masih memiliki ini ..." Lucifer menunjukan sesuatu di tangannya.
Sariel dan Greda terkejut " Sejak kapan kamu mendapatkannya Lucifer ?" tanya Sariel penadaran.
Greda menimpali sambil tertawa " Hahahaha.... pantas saja kamu sangat percaya diri dengan rencamu , baiklah sekarang aku tidak perlu khawatir lagi !"
" Ya .. kita memang tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini , karena kita akan memenangan pertarungan yang akan menentukan kedudukan kita !" ucap Lucifer percaya diri.
Lucifer berniat menguasi Alam semesta , dia merasa jika selalu di dzolimi oleh Mikhael dan yang lainnya , untuk itulah dia berniat membuat semua yang ada di alam semesta padanya.
Lucifer mengira jika rencananya sudah sangat matang ,padahal Mikhael kurang lebih sudah tahu rencananya.
Alasan kenapa Mikhael tidak langsung menyelesaikannya , karena dia bukan malaikan jatuh yang bisa dengan mudahnya keluar masuk dunia manusia.
Mikhael dan yang lain adalah Malaikat yang latuh , jadi mereka hanya bisa membantu Manusia jika masalah tersebut benar - benar berbahaya.
Jika dalam kondisi masa tenang seperti itu mereka mencampuri masalah yang ada di Bumi ,mungkin mereka.juga akan terkena hukuman surga.
***
" Apa aku datangi sarah langsung saja yah ?" gumam Leon yang sedang duduk di pavilium Vila sendirian.
__ADS_1
" Tidak perlu , kamu tunggu saja saat gerhana Matahari dan bergegas menyegel kekuatannya " Ucap Gabriel yang tiba - tiba ada disamping Leon.
Leon terkejut , dia langsung menoleh kearah suara " Siapa kamu !"
Gabriel tersenyum , dia berdiri dan memperkenalkan diri " Saya Gabriel , Saya kemari untuk membimbing orang yang ditakdirkan menjadi penyelamat umat-NYA " ucap Gabriel sopan.
Leon merasa tidak asing dengan nama Gabriel , dia berpikir keras untuk mencari tahu nama tersebut dan dia tercengang saat menyadari jika orang di depannya adalah malaikat.
" Jangan bilang kamu...?" Leon sengaja menggantung kalimatnya.
" Anda benar , sya kemari hanya ingin memberikan buku ini , pelajarilah Leon Hart , itu akan berguna untuk kamu dan istrimu nanti " Setelah memberikan sebuah buka dan mengatakan itu ,Gabriel langsung menghilang.
Leon masih tertegun , karena dia tidak menyangka akan bertemu dengan malaikat secara langsung , dia juga bertanya - tanya apa yang dimaksud dengan penyelamat umat yang Gabriel katakan.
Semakin memikirkannya ,Leon semakin merasa pusing , pasalnya Walaupun dia sebelumnya seorang Dewa tapi tidak pernah bertatap muka denga Malaikat secara langsung.
Liya tiba - tiba berlari kearahnya , dia terlihat sangat Waspada " Leon !, Aura cahaya tadi...?"
Liya duduk dan langsung bertanya " apa yang terjadi ?"
Leon menggeleng " Entahlah... tadi Gabriel memberikanku ini " Leon mendorong buku yang ada diatas meja kearah Liya.
" Gabriel ..? " Beo Liya sambil mengambil buku tersebut dan membukanya.
Semakin Liya membuka buku tersebut wajahnya semakin serius ,membuat Leon bertanya - tanya apa sebenarnya yang ada didalam buku tersebut.
Leon bertanya " ada apa Liya ?" tanya Leon penasaran.
Tapi Liya hanya mengangkat tangannya , menyuruh Leon untuk diam , karena dia sedang fokus membaca buku tersebut.
Leon juga mulai penasaran , tapi dia membiarkan Liya untuk membaca buku tersebut, sampai dia puas terlebih dahulu.
__ADS_1
Liya meletakan buku tersebut dengan halaman yang terbuka " Leon !, ini buku Kuno penyegelan Mutlak , darimana kamu mendapatkan buku ini ?!" tanya Liya penasaran.
Leon menghela napas " bukankah aku sudah bilang jika Gabriel yang memberinya " Ucap Leon sambil mengambil buku tersebut dan membacanya.
" Gabriel.., Gabriel.. , sepertinya aku oernah mendengar nama itu ,tapi dimana ?" Liya terlihat berpikir.
Tapi Leon juga seperti Liya , dia sangat fokus membaca buku tersebut , dia melihat gambar Cahaya yang di balut kekuatan Cahaya dan kegelapan, di bawahnya tertulis segel Mutlak dua inti Dunia.
Leon meletakan buku tersebut dan menatap Liya " Buku ini ..."
Liya mengangguk " Ya.. buku tersebut hanya ada di Surga , itu artinya Gabriel yang kamu maksud adalah malaikat agung bukan ? " ucap Liya serius.
Leon mengangguk " Aku juga sempat berpikir kesana , tapi kenapa dia memberikan aku buku ini dan dia bilang aku harus menyegel tepat pada gerhana Matahari , apa maksud ucapan dia ?" Ucap Leon sambil berpikir.
" Jadi benar jika akan ada malapetaka saat gerhana Matahari muncul ?, harusnya para Dewa di kayangan juga sudah tahu tentang hal ini, tapi kenapa tidak ada yang menghubungi Eros dan Selene yang notabenya Dewa atas ?" ucap Liya merasa janggal.
" Kamu benar , seharusnya Eros dan Selene diberitahu , atau jangan - jangan..." Leon menebak - nebak apa yang terjadi.
" Bumi diselimuti segel sehingga Alam Dewa tidak bisa melihat kesini maksud kamu ?" tanya Liya terkejut.
Leon mengangguk " Hanya itu yang bisa menjelaskan semuanya , tapi sejak kapan ?, Eros dan Selene juga tidak merasakan segel tersebut , jika itu benar - benar terjadi berarti orang tersebut memiliki pengetahuan Surga juga "
Leon dan Liya mencari tahu kemungkinan - kemungkinan yang telah terjadi di Bumi , mereka berdua tidak habis pikir jika akan ada kekuatan yang menakutkan sedang mengincar Bumi..
.
.
.
.
__ADS_1
.