
Satria bergeming saat mendengar Jingga meminta padanya untuk melupakannya. Satria tidak pernah menyangka jika hubungan mereka akan berakhir seperti ini. Mati-matian menyembunyikan perasaan mereka selama ini, lalu berpisah untuk membekali diri agar bisa bersanding dengan percaya diri. Nyatanya semua pengorbanan dan kerja keras yang dilakukannya selama ini harus pupus di tengah jalan begitu saja.
" Tidak, Jingga ! Aku tidak akan menyerah dan aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Kita akan terus bersama " ucap Satria tak ingin menerima keputusan Jingga.
Jingga menatap Satria yang juga tengah menatapnya.
" Kak... Ini salah, aku sudah menikah dan aku tidak akan mengkhianati suamiku " sela Jingga.
" Meskipun kau tidak mencintainya ? " selidik Satria.
" Cinta atau tidak, itu bukan urusan kakak ! " sahut Jingga cepat.
" Jingga, tatap mataku dan katakan kau sudah tidak mencintaiku lagi ! " seru Satria meraih tangan Jingga dan menggenggamnya erat.
Jingga mengalihkan pandangannya tak ingin ada kontak mata dengan Satria, karena ia tahu jika ia tak bisa membohongi Satria.
Satria tersenyum penuh kemenangan. Ia yakin jika Jingga masih mencintainya.
" Aku tahu kau masih mencintaiku. Bibirmu bicara tidak, tapi hatimu mengatakan sebaliknya " ucap Satria tanpa ragu sedikitpun.
Jingga menghela nafasnya kemudian melepaskan tangan Satria yang menggenggam tangannya.
" Apa artinya memcintai jika tak bisa bersama ? Ya, Jingga akui jika Jingga masih mencintai Kak Satria. Tapi Jingga sadar kalau kita berdua tak akan pernah bisa bersama. Mau tidak mau kita harus mengakui hal itu, Kak ! " tegas Jingga lagi.
" Lalu aku harus menyerah begitu saja, begitu maksudmu ? " cecar Satria.
" Itu akan jauh lebih baik daripada Kakak terus menyimpan perasaan kepadaku Kakak berhak bahagia " jawab Jingga.
" Kamu pikir aku bisa bahagia tanpamu ? Sumpah demi apapun, cuma kamu Jingga... Cuma kamu wanita yang aku inginkan menjadi pendampingku ! " sahut Satria.
" Tolong terima kenyataan ini Kak. Aku sudah menikah dan aku tak akan pernah menyakiti suamiku... " tukas Jingga.
" Dan aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkanmu kembali ! " tegas Satria yang membuat Jingga tak bisa berkata apapun.
Jingga lantas berdiri kemudian berjalan menjauh dari tempat mereka duduk tadi. Jingga terus berjalan menjauh dari Satria, Satria pun berusaha mengejar Jingga hingga keluar area restoran. Jingga mempercepat langkahnya agar Satria tidak bisa mengejarnya hingga tanpa sengaja ia menubruk seseorang.
" Jingga... "
__ADS_1
" M... Mas Kevin " ucap Jingga saat melihat siapa pria yang berdiri di depannya.
" Kamu kenapa bisa ada disini ? " tanya Kevin heran.
" Ng... Jingga pergi sama kakak Jingga, Mas ! Jingga kan tadi udah minta ijin sama Mas Kevin" jawab Jingga jujur.
" Mas Kevin kenapa ada disini ? " tanya Jingga bertanya balik.
" Kebetulan hari ini ada meeting di dekat sini. Jadi aku dan Ryan kemari untuk makan siang. Lalu dimana kakakmu itu ? " tanya Kevin mencari keberadaan kakak iparnya itu.
" Em, dia... "
Belum sempat Jingga menjawab, Satria sudah berada di belakangnya.
" Jingga... " panggil Satria membuat baik Kevin maupun Jingga menoleh ke arah datangnya suara.
Mata Kevin memicing saat melihat seorang pria yang seusia dengannya memanggil sang istri. Sementara Satria yang sudah pernah melihat Kevin di internet tak terlalu terkejut saat melihat Kevin.
" Mas Kevin, ini Kak Satria. Dia adalah kakak tiri Jingga " ucap Jingga memperkenalkan Satria kepada Kevin.
" Senang bertemu dengan Anda " ucap Kevin ramah sambil mengukurkan tangan kanannya.
" Mas... Jingga boleh pulang sama Mas Kevin ? " tanya Jingga.
" Tentu, tapi Mas masih harus kembali ke kantor. Kamu mau ikut dulu ke kantor ? " tanya Kevin.
" Biar aku yang mengantar Jingga. Tadi aku yang menjemputnya jadi biarkan aku yang mengantarnya pulang ke rumah. Lagi pula ada banyak hal yang harus aku bicarakan dengan Jingga setelah perpisahan kami. Kau tidak keberatan kan ? " tanya Satria kepada Kevin.
" Tentu saja tidak. Aku sangat berterima kasih jika kau bersedia mengantarnya kembali " jawab Kevin.
" Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarkannya pulang ke rumahmu dengan selamat " sahut Satria dengan seringai di bibirnya.
" Kamu pulang bersamanya saja ya, kalau ikut aku ke kantor nanti pulangnya sore " seru Kevin.
Jingga menghela nafasnya kemudian mengangguk.
" Aku titip Jingga ! " seru Kevin kepada Satria.
__ADS_1
" Kau tenang saja. Bahkan jauh sebelum Jingga bertemu denganmu, akulah yang menjaganya. " sahut Satria.
Tak lama berselang, Jingga dan Satria pun berlalu meninggalkan Kevin dan Ryan.
" Kak... Apa kakak tidak merasa aneh dengan sikap kakak tirinya Jingga itu ? " tanya Ryan sambil melihat kepergian Jingga dan Satria.
" Hem... " jawab Kevin singkat.
" Jadi, kakak setuju dengan ucapanku ? " tanya Ryan lagi.
" Ya, kita lihat saja nanti... " jawab Kevin sambil memperhatikan laju Jingga dan Satria yang berjalan menuju tempat parkir.
Jingga kini sudah berada di dalam mobil Satria, tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka. Keduanya hanya saling diam walaupun sesekali Satria berusaha mengajak Jingga bicara.
Satria menghentikan laju kendaraannya di depan sebuah taman.
" Kenapa berhenti disini, Kak ? " tanya Jingga heran karena Satria tiba-tiba menghentikan kendaraannya.
" Jingga... Aku serius dengan ucapanku tadi. Kembalilah kepadaku ! Kita mulai lagi hubungan kita. Aku tahu sebenarnya, kau juga menginginkan bersamaku bukan ? "
" Cukup Kak ! Jangan bicarakan ini lagi. Aku sudah menikah, biarkan aku bahagia bersama suamiku " pinta Jingga.
" Apa kamu pikir aku akan rela melihatmu bahagia bersama laki-laki lain ? Aku tidak bisa Jingga ! Kamu hanya bisa bahagia bersamaku " ucap Satria dengan suara meninggi.
" Jangan mempersulit keadaan, Kak ! Untuk apa kakak tiba-tiba kembali ? Untuk menebus rasa bersalah kakak karena sudah meninggalkanku selama ini ? " tanya Jingga.
" Aku meninggalkanmu bukan tanpa alasan, Jingga. Bukankah sudah kukatakan jika aku sedang membangun karirku untuk masa depan kita. Jingga... Aku mohon ! Beri aku kesempatan lagi. Aku tidak akan menyia-nyiakan kebersamaan kita lagi... " ucap Satria yang kini sudah mengelus pipi Jingga.
Jingga menggeleng pelan lalu menurunkan tangan Satria dari pipinya.
" Kesempatan itu sudah tidak ada lagi, Kak ! Sekarang semua sudah terlambat, tidak ada gunanya lagi " ucap Jingga lirih.
" Sekarang tolong Kak Satria, antar Jingga pulang ! " seru Jingga lalu menatap ke luar jendela.
Sungguh kenyataan yang begitu berat bagi mereka berdua. Satria akhirnya melajukan kendaraannya kembali menuju kediaman keluarga Kevin. Sementara Jingga berusaha menahan agar air matanya tidak luruh kendati ada saja air mata yang berhasil lolos dan langsung ia hapus.
Satria pun menyadari hal itu. Betapa ia merasakan kepedihan yang Jingga alami. Jika saja Jingga bersedia kembali padanya, maka Satria tak akan menunda untuk membawa Jingga pergi.
__ADS_1
Aku tidak akan menyerah, Jingga ! Aku akan tetap memperjuangkanmu