
Beberapa bulan berlalu, keluarga Damar semakin dekat dengan keluarga Kevin. Tentu saja, ini dikarenakan tingkah polah si kembar Anik dan Haziq. Kedua bocah lucu dan menggemaskan itu sangat dekat dengan Jingga.
Jingga memang diprediksi kesulitan mendapatkan keturunan akibat kecelakaan yang dialaminya yang membuatnya kehilangan calon bayinya. Oleh karena itu, Jingga sangat menyayangi murid-muridnya.
Hari ini, Jingga membawa Anik dan Haziq ke rumahnya dikarenakan Aluna masih melakukan pemeriksaan di dokter kandungan. Jingga dengan senang hati menjaga kedua bocah lucu itu bahkan meminta Aluna tidak perlu menjemput mereka kerena dia sendiri dan Kevin yang akan mengantarkan mereka pulang. Secara kebetulan orang tua Kevin pun tengah berkunjung sehingga mereka akhirnya bertemu.
Kedua bocah itu, langsung akrab dengan kedua mertua dari Jingga. Bahkan Mami Sita sangat menyukai Anik dan Haziq. Sementara Papi Tommy justru lebih memperhatikan Haziq. Entah mengapa melihat Haziq justru membuatnya teringat Kevin sewaktu kecil.
" Papi perhatikan siapa ? Haziq ? " tanya Mami Sita sambil duduk di sebelah sang suami yang tengah memandangi Haziq dan Anik yang sedang bermain lego bersama Jingga.
Papi Tommy mengalihkan pandangannya ke arah sang istri.
" Ini perasaan Papi saja atau... "
" Papi juga merasa kalau Haziq itu mirip sama Kevin ? " tanya Mami Sita penasaran.
Papi Tommy mengangguk pelan. Mami Sita membuang nafasnya kasar.
" Mami pikir cuma perasaan Mami saja. Apa mungkin ya kalau Haziq itu anaknya Kevin, Pi ? " tanya Mami Sita lalu mengalihkan pandangan kepada Haziq.
" Hush ! Jangan bicara sembarangan Mi ! Apa mungkin Kevin ada main sama ibunya Haziq dan Anik ? Mami ini ada-ada saja " bantah Papi Tommy. Ia tak mengerti jalan pikiran sang istri.
" Tapi, Pi... Mungkin saja kan kalau Haziq itu bukan saudara kembarnya Anik. Bisa saja Haziq itu anak orang lain. Mereka kembar tapi tidak ada mirip-miripnya " sanggah Mami Sita.
Papi Tommy memandangi sang istri. Walaupun ucapan sang istri itu ada benarnya, tapi tidak bisa menyimpulkan sendiri hal yang belum tentu kebenarannya.
" Mi... Papi tahu, mami menginginkan cucu. Tapi bukan seperti ini juga. Di dunia ini banyak kok anak kembar yang tidak mirip. Mereka kembar tidak identik, jadi mungkin saja Anik dan Haziq salah satunya. Mami jangan berharap yang tidak mungkin " timpal sang suami.
Mami Sita hanya menatapi Haziq. Entah mengapa ia merasakan hal lain saat melihat Haziq.
" Mi... Jangan aneh-aneh. Nanti kalau orangtua mereka dengar malah jadi tidak enak " ucap Papi Tommy mengingatkan sang istri.
__ADS_1
Mami Sita lantas bangkit, ia mendekati Jingga, Anik dan Haziq. Ia juga meminta Jingga untuk mengambilkan album foto keluarga di ruang kerja Kevin.
Jingga segera menuruti permintaan ibu mertuanya itu. Tak lama, Jingga membawa beberapa album foto. Album foto saat pernikahannya juga album foto saat Kevin masih anak-anak.
Kedua bocah itu, langsung tertarik dengan album foto yang dibawa oleh Jingga. Dengan antusias mereka membuka lembaran demi lembaran album yang menyimpan foto. Bahkan Papi Tommy juga ikut-ikutan nimbrung bersama mereka. Sampai akhirnya mereka membuka album foto saat Kevin kecil dulu.
" Waah... Kok ada Kak Haziq sih disini ? Kenapa kak Haziq foto gak ajakin Anik " pekik Anik heran saat melihat foto Kevin yang memakai pakaian seragam sekolah.
Baik Haziq, Jingga, Mami Sita bahkan Papi Tommy langsung tertuju pandangan matanya ke arah foto yang ditunjuk oleh Anik.
Deg...
Semua langsung melihat ke arah Haziq dengan pikirannya masing-masing.
" Ini bukan foto Kak Haziq, Anik sayang. Tapi ini fotonya Om Kevin waktu kecil " jelas Mami Sita.
" Tapi kok mirip banget sih sama Kak Haziq " sahut Anik sambil terus memperhatikan foto Kevin kecil.
" Mungkin Kak Haziq titisan Om Kevin ya, oma " celoteh Anik lagi.
Semua orang menoleh ke arah Kevin yang tersenyum kala melihat Anik dan Haziq disana.
" Om, sini Om... ! Ada Kak Haziq disini " ucap Anik sambil melambaikan tangannya meminta Kevin untuk mendekat.
Kevin mendekati mereka, lalu melihat ke arah album foto yang ditunjuk oleh Anik.
" Nih, ada foto Kak Haziq kan Om ? " ucap Anik lagi.
Sementara itu Haziq hanya melihat ke arah Kevin dengan bingung.
" Kak Haziq sini, duduk sama Om Kevin ! " seru Anik sambil menarik tangan Haziq untuk duduk di pangkuan Kevin.
__ADS_1
" Sini Om, Anik pinjem ponsel Om ! " pinta Anik sambil mengangkat tangannya.
" Anik mau apa sayang ? " tanya Jingga.
" Anik mau fotoin Kak Haziq sama Om Kevin. Biar ada kenang-kenangannya. Berarti nanti kalau Kak Haziq besar, wajahnya mirip sama Om Kevin. Iya kan Miss ? " celetuk Anik lagi.
" Maafin Anik ya Om. Anik memang suka aneh-aneh " ucap Haziq merasa tak enak karena tingkah Anik.
" Tidak apa kok, Om senang bisa foto sama Haziq. Nanti foto sama Anik juga ya " ucap Kevin sambil tersenyum kepada Anik lalu mengusap pucuk kepala Anik dengan lembut.
" Ok, Om... " sahut Anik sambil mengambil foto Kevin dan Haziq.
Setelah mengambil foto Kevin dan Haziq, Anik juga meminta Jingga untuk berfoto bersama Kevin dan Haziq. Setelah itu meminta Mami Sita dan Papi Tommy untuk berfoto juga bersama mereka. Barulah setelah itu, Anik ikut berfoto dengan mereka setelah Jingga meminta asisten rumah tangga untuk mengambil foto kebersamaan mereka.
Tak terasa waktu sudah bergulir, senja sudah menyapa dan kini waktunya Kevin dan Jingga mengantarkan kedua bocah lucu itu pulang ke rumah.
Aluna dan Damar sudah menyambut mereka di depan pintu saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumah. Anik dan Haziq langsung menghambur ke pelukan Aluna dan Damar.
" Maaf ya Mba Jingga, kalau Anik dan Haziq merepotkan Mba tadi " ucap Aluna kepada Jingga setelah mereka duduk di sofa. Haziq memeluk Aluna sementara Anik betah dalam gendongan Damar.
" Tidak apa Luna, mereka tidak merepotkan kok. Di rumah malah jadi ramai karena ada mereka " sahut Jingga.
" Iya, Mami sama Papi juga sangat senang bertemu Haziq dan Anik " tambah Kevin.
" Mama, Papa... Tadi ada foto mirip banget Kak Haziq lho di rumah Om Kevin. Tapi Oma Sita bilang itu foto Om Kevin waktu kecil. Kok bisa sih Kak Haziq mirip sama Om Kevin ? " tanya Anik yang langsung membuat baik Kevin, Jingga, Luna dan juga Damar diam.
Jingga dan Kevin saling menatap begitu pula Luna dan Damar yang juga menatap satu sama lain.
" Om, coba lihatin foto Om Kevin sama Kak Haziq tadi sama Mama dan Papa " pinta Anik yang mau tidak mau dituruti oleh Kevin.
Kevin meraih ponselnya, kemudian mencari foto yang Anik maksud pada galeri ponselnya. Setelahnya ia memberikan ponselnya kepada Damar dan Luna.
__ADS_1
" Tuh kan Ma, Pa... Om Kevin mirip sama Kak Haziq. Nanti kalau Kak Haziq sudah besar pasti mirip sama Om Kevin. Iya kan ? " ucap Anik sambil tersenyum.
Damar dan Aluna memerhatikan foto yang diperlihatkan oleh Anik. Semua yang dikatakan Anik tidak salah, Kevin dan Haziq memang mirip. Bahkan jika tidak mengenal mereka, orang pasti akan menyangka jika Haziq adalah anak dari Kevin.