Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Menguak Kebenaran


__ADS_3

Jingga menatapi duduk di sisi kolam ikan sambil melemparkan makanan ikan ke dalamnya. Ia sibuk berpikir serta menebak-nebak ada hubungan apa antara Aluna, Haziq dan juga Karina.


Apa Haziq itu anaknya Mba Karina ya ? Bukannya waktu itu anaknya Mba Karina dibawa kerabatnya , apa itu Luna ?


Tapi kenapa wajah Haziq begitu mirip dengan Mas Kevin. Apa Mas Kevin mengenal Mba Karina ? Atau jangan-jangan wanita yang dimaksud Mas Kevin itu Mba Karina ?


Ya Tuhan, tolong beri petunjukmu !


" Sayang, kamu kenapa ? Dari tadi sepulangnya dari makam, kamu melamun terus " ucap Kevin heran.


Jingga menoleh, melihat sang suami yang kini telah duduk di sampingnya.


" Mas... Apa Mas kenal dengan perempuan dulu itu ? " tanya Jingga.


" Tidak, aku sama sekali tidak mengenalnya. Dan aku juga tidak tahu bagaimana bisa kami bersama " jawab Kevin.


" Apa Mas tidak bertanya tentang dirinya ? " selidik Jingga lagi.


Kevin menghela nafas panjang.


" Dia tidak memberitahu, namanya saja dia tidak berniat memberi tahu. Bahkan saat aku menawarkan pertanggungjawabanku, dia menolak dan memintaku untuk melupakan kejadian malam itu " jelas Kevin sambil mengingat kembali.


" Sudahlah kita tidak perlu membahasnya lagi. Lagi pula wanita itu mungkin memang ingin melupakan kejadian itu " tambah Kevin.


" Tapi Mas, bagaimana jika ternyata wanita itu hamil dan melahirkan anakmu. Mas tidak ingin bertemu dengan anak kandung Mas sendiri ? " tanya Jingga.


" Jingga, jika dia memang butuh tanggung jawab dariku seharusnya dia datang mencariku. Saat terakhir aku bertemu dengannya, aku mengatakan namaku seandainya ia berbiat mencariku. Tapi sampai sekarang, tidak ada... Dia tidak pernah mencariku. Dan itu berarti dia memang melupakan kejadian malam itu " jawab Kevin.


" Tapi Mas mungkin saja, ada hal yang membuatnya tidak bisa menemuimu " sahut Jingga


" Hem, mungkin saja. Tapi aku sudah melupakannya. Bagiku kamulah yang paling penting saat ini " ucap Kevin menggenggam tangan Jingga, lalu meraih dan mengecup punggung tangannya.


" Mas... Kalau Haziq itu ternyata anak Mas Kevin apa yang akan Mas lakukan ? " tanya Jingga.


" Aku akan mengambilnya dari Damar dan Aluna jika Haziq benar-benar anakku " jawab Kevin dengan yakin.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Jingga, Kevin sebenarnya sudah menyelidiki Haziq. Kevin mengetahui jika Jingga dan Damar mengadopsi Haziq sejak Haziq lahir dan mengatakan jika mereka memiliki anak kembar.


Yang jadi pertanyaan sekarang adalah siapa ibu dari Haziq ? Apakah ia wanita yang sama yang telah menghabiskan malam itu bersama dengan Kevin ?


Baik Kevin ataupun Jingga keduanya memiliki pemikiran yang sama, yaitu Haziq kemungkinan adalah anak dari Kevin, meskipun harus dibuktikan terlebih dahulu.


Keesokan harinya, Kevin dan Jingga bertemu kembali dengan keluarga Damar di sebuah tempat wisata. Dan hal itu, tentu saja digunakan sebaik mungkin oleh Kevin untuk menggali informasi dari Damar.


Kevin memilih berbincang bersama Damar, tatkala Jingga dan Aluna bermain bersama dengan Anik dan Haziq.


" Kalian beruntung memiliki anak seperti Anik dan Haziq " ucap Kevin sambil memperhatikan Anik dan Haziq.


" Ya, kami memang sangat beruntung memiliki mereka dalam hidup kami " sahut Damar dengan senyuman di wajahnya.


" Maafkan aku jika aku lancang, tapi mengapa Anik dan Haziq tidak mirip seperti anak kembar pada umumnya " ucap Kevin berusaha memancing agar Damar berterus terang.


" Ya, mungkin karena mereka kembar tidak identik " jawab Damar asal.


" Ya, sepertinya begitu " sahut Kevin sambil tersenyum.


" Oh, iya... Kemarin aku dan Jingga mendengar jika kalian mengatakan akan pergi ke makam Mama Karina. Apakah dia keluarga kalian ? " tanya Kevin.


" Kami juga kematin mengunjungi makam teman Jingga dan kamu tahu, namanya juga Karina. Sungguh kebetulan bukan ? " ucap Kevin.


" Jadi, yang mengunjungi makam Karina itu kalian ? " tanya Damar heran karena Kevin dan Jingga bisa mengenal Karina.


" Ah, jadi rupanya kita mengunjungi makam yang sama... Karina itu sudah membantu Jingga saat kami sedang ada masalah. Karinalah yang memberikan tempat tinggal kepada Jingga. Saat kami akan menemuinya, tak disangka ia sudah meninggal dan ada yang mengatakan jika bayinya dibawa oleh kerabatnya " jelas Kevi sambil memperhatikan raut wajah Damar.


" Kalian tidak menemuinya sebelum dia meninggal ? " tanya Damar.


" Tidak, saat itu Jingga mengalami kecelakaan jadi kami fokus pada kesembuhan Jingga. Dan setelah Jingga membaik, kami bermaksud untuk mengucapkan terima kasih dengan mengunjungi Karina. Sayangnya ternyata dia sudah meninggal dan bayinya pun dibawa oleh kerabatnya " jawab Kevin panjang lebar.


" Apa Karina yang kau maksud adalah orang yang sama ? " tanya Damar.


" Entahlah, aku sendiri belum pernah bertemu dengan Karina " jawab Kevin apa adanya.

__ADS_1


Damar terlihat mengangguk-anggukan kepalanya.


" Lalu, bagaimana Karina kerabat kalian itu ? " tanya Kevin ingin tahu.


" Sebenarnya Karina itu adalah mantan kekasihku dan juga mertuaku " jawab Damar.


" Hah ? Maksudnya ? " heran Kevin.


" Dulu Karina adalah kekasihku, namun hubungan kami berakhir karena ia lebih memilih orang lain. Lalu aku dan Aluna menikah dan ternyata Karina adalah calon ibu tiri Aluna dan akhirnya menikah dengan ayah Aluna " jelas Damar.


" Jadi Haziq itu adiknya Aluna ? " tanya Kevin penasaran.


" Bukan... Ayah Aluna tidak bisa memiliki anak lagi " jawab Damar


" Jadi Haziq itu anak Karina dengan... " Kevin menatap Damar curiga dan tentu saja Damar tahu arti tatapan Kevin tersebut


" Jangan menatapku seperti itu ! Meskipun Karina pernah menjadi kekasihku tetapi aku tak pernah menyentuhnya sekalipun " tegas Damar agar Kevin tidak mencurigainya.


" Lalu bagaimana ? " tanya Kevin penasaran.


" Entahlah siapa yang menghamili Karina. Mendengar Karina hamil membuat mertuaku sangat marah dan menceraikannya " jawab Damar.


" Jadi siapa ayah dari bayi yang dikandungnya ? " selidik Kevin.


" Bahkan sampai dia melahirkan, dia tidak pernah menceritakan siapa laki-laki yang sudah menghamilinya. Mungkin karena ia merasa malu, karena sudah berniat buruk untuk memisahkanku dengan Aluna saat kami berbulan madu di Lombok " jawab Damar.


Deg...


Jangan-jangan, Karina yang dimaksud Damar adalah wanita itu. Dan sebenarnya saat itu dia berniat untuk menjebak Damar...


Ya Tuhan, berarti Haziq itu benar-benar anakku


" Pak Kevin... Pak ! " panggil Damar sambil menyentuh bahu Kevin saat menyadari jika Kevin justru melamun.


" Ah, maaf... Maafkan aku. Lalu mengapa kalian mau merawat anaknya ? "

__ADS_1


" Usia kehamilan Aluna dan Karina berbeda sekitar 1 bulan. Dan Aluna merasa kasihan melihat Karina yang harus melalui masa-masa kehamilannya seorang diri. Karina memang sudah berubah, ia menyesali semua perbuatannya di masa lalu dan berusaha untuk hidup lebih baik demi bayinya. Sayangnya, ia tak sempat merawat bayinya karena ia meninggal setelah melahirkan. Sebelum meninggal, Karina menebus perbuatannya dengan menyelamatkan Aluna saat sebuah kendaraan akan menabraknya. Alhasil, baik Aluna dan juga Karina harus melahirkan saat itu juga. Namun, nyawa Karina tidak berhasil diselamatkan dan Aluna memutuskan untuk merawat dan mengadopsi bayi Karina, Haziq " jelas Damar panjang lebar.


" Lalu bagaimana jika ayah kandung Haziq muncul. Akankah kalian rela menyerahkan Haziq kepada orang tua kandungnya ? "


__ADS_2