
Kevin mendaratkan kakinya di atas pekarangan rumahnya. Ia segera berlari menuju ke kamarnya. Sungguh ia begitu rindu kepada sang istri, hingga membuatnya kembali dengan penerbangan pertama hari itu.
Pintu kamar dibuka perlahan oleh Kevin, namun ia tidak menemukan keberadaan Jingga disana.
" Jingga... Jingga... " panggil Kevin.
Namun yang disebut namanya tidak sedikitpun menampakkan wajahnya. Kevin melihat ke balkon, lalu membuka pintu kamar mandi, namun Jingga tak berada di kedua tempat tersebut.
Jingga kemana ya ?
Kevin keluar dari kamarnya, lantas menuju ke taman belakang rumah karena biasanya Jingga berada disana merawat bunga.
" Lho, Kevin... Kamu sudah kembali ? " tanya Mami Sita.
" Iya, Mi. Kevin baru saja datang " jawab Kevin.
Baru saja Kevin akan membuka mulutnya menanyakan keberadaan Jingga, sang ibubjustru lebih dulu bertanya tentang Jingga.
" Jingganya mana ? " tanya Mami Sita karena tak melihat kehadiran menantunya itu bersama Kevin.
" Baru Kevin mau tanya. Memangnya Jingga kemana Mi ? " tanya Kevin pada akhirnya.
" Bukannya Jingga menyusul kamu kemarin ? " Bukannya menjawab, Mami Sita justru melayangkan pertanyaan yang membuat Kevin terperangah.
" Apa ? Jingga susul Kevin ? "
" Iya. Penjaga bilang sama Mami kalau kemarin Jingga pergi dan katanya dia mau susul kamu " jelas Mami Sita.
" Memangnya Jingga tidak pamit sama Mami ? " tanya Kevin lagi.
" Waktu Jingga pergi, Mami sedang tidur siang. Mami pikir Jingga memang susul kamu ke Bali. Aduh... Jadi Jingga kemana ini ? " bingung Mami Sita.
Kevin mengacak rambutnya asal. Niat hati memberi kejutan kedatangannya, malah dirinya sendiri yang terkejut mendapati kenyataan jika sang istri pergi tanpa mengabari.
" Coba Mami tanya ke Satria. Mungkin dia tahu kemana Jingga pergi " ucap Mami Sita sambil meraih ponselnya.
" Tidak perlu, Mi. Sebaiknya tidak perlu bertanya kepada Satria " larang Kevin.
__ADS_1
" Ish, kamu ini bagaimana sih. Mungkin saja Jingga memberi tahu Satria kemana dia pergi. Atau mungkin Jingga ketemu sama Satria untuk mengucapkan terima kasih atas hadiah yang diberikan oleh Satria " tebak Mami Sita.
" Hadiah ? Satria kasih Jingga hadiah, Mi ? " tanya Kevin curiga.
" Iya, sehabis makan malam kemarin Satria titip hadiah untuk Jingga sebagai kado atas kehamilannya. Dia titip ke Mami, karena kamu dan Jingga sudah masuk ke kamar " jawab Mami Sita apa adanya.
" Mami tahu, isi hadiahnya ? " tanya Kevin curiga.
" Mami tidak tahu, karena Mami baru kemarin kasih ke Jingga. Coba kamu cari mungkin saja masih ada di kamar hadiahnya ! " seru Mamu Sita.
Kevin segera berlari kembali menuju kamarnya. Entah mengapa perasaannya mengatakan jika ini ada hubungannya dengan Satria. Kevin mencari hadiah yang diceritakan oleh sang ibu, tapi ia tidak menemukannya. Hingga kemudian saat mencari di kolong tempat tidur, ia menemukan surat yang telah diremas serta sebuah foto yang seketika membuatnya melebarkan mata.
Dasar brengsek kamu, Satria !
Di dalam foto itu, Kevin melihat Satria yang sedang memeluk Jingga yang tertidur. Lantas Kevin merapikan surat itu dan membacanya.
Seketika wajah Kevin memerah menahan amarah yang ada di hatinya. Kevin merobek surat dan foto itu lalu memasukkannya ke dalam tempat sampah. Dan alangkah terkejutnya Kevin saat melihat isi dari tempat sampahnya penuh dengan sobekan foto.
Jingga pasti sudah salah paham. Pasti Jingga pergi karena hal ini. Kurang ajar kamu, Satria !
Geram Kevin.
" Kamu salah Jingga ! Kamu sudah tertipu. Bayi itu milik kita... Kenapa kamu tidak percaya kepadaku " gumam Kevin yang lantas terduduk lesu di lantai.
Mami Sita masuk ke dalam kamar Kevin kemudian terkejut melihat sang anak yang terduduk lesu.
" Kevin ada apa ini ? " tanya Mami Sita khawatir, ia bergerak mendekati Kevin.
" Jingga pergi Mi... Dia sudah salah paham, Satria menipunya " jawab Kevin lirih.
" Salah paham ? Satria menipu Jingga ? Jelaskan pada Mami, sebenarnya ada apa ? " tanya Mami Sita menuntut penjelasan dari Kevin.
Kevin mengusap kasar wajahnya lalu menghela nafas. Tak lama kemudian, Kevin menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Mulai dari pertemuannya dengan Jingga hingga kejadian terakhir di Lombok yang melibatkan Satria.
" Ya, ampun... Ternyata seperti itu. Kalau tahu begitu, Mami tidak akan mengundangnya kemarin " ucap Mami Sita merasa kesal terhadap dirinya sendiri.
" Sekarang Kevin harus bagaimana Mi ? " tanya Kevin. Tiba-tiba dia merasa putus asa dan tak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
" Kamu cari Jingga dong sampai ketemu. Jangan sampai si Satria itu menang. Temui Satria ! Kalau perlu awasi terus Satria. Mami yakin jika dia sudah merencanakan ini, dia juga akan segera menemukan Jingga " ucap Mami Sita dengan yakin.
Kevin mendatangi apartemen yang ditinggali oleh Satria. Saat pintu terbuka, Kevin dengan segera mendorong dan memukul Satria hingga tersungkur.
Satria bangkit kemudian menyeka sudut bibirnya yang terluka akibat pukulan Kevin.
" Apa-apaan ini ? Kau gila hah ? " hardik Satria.
Kevin kembali mencengkram kerah baju Satria.
" Dasar brengsek ! Kau sudah membuat Jingga pergi. Katakan dimana Jingga sekarang ! " bentak Kevin sambil mendorong Satria ke dinding.
" Apa ? Jadi Jingga pergi meninggalkanmu ?" tanya Satria seolah baru mengetahui hal itu, padahal di dalam hatinya ia bersorak.
" Jangan berpura-pura ! Aku tahu ini semua ulahmu " tukas Kevin dengan emosi.
Satria tersenyum miring.
" Ulahku ? Jingga meninggalkanmu karena dia tahu pada siapa hatinya berlabuh. Itu berarti dia sudah menjatuhkan pilihan untuk bersamaku. Dan kami akan bersama selamanya "
Bugh...
Sebuah pukulan kembali Kevin arahkan ke arah perut Satria.
" Sialan !! Jangan harap Jingga akan kembali padamu akibat perbuatan licikmu itu karena aku tidak akan pernah membiarkannya ! " ucap Kevin dengan sengit lalu mendorong Satria hingga terjatuh ke lantai.
Kevin melangkah keluar dari apartemen Satria lalu menuju lift. Ia menghubungi seseorang.
" Kau ikuti dan awasi Satria, jangan sampai lolos. Dan satu hal lagi, jangan sampai Satria tahu jika dia sedang diawasi " perintah Kevin kemudian menutup panggilan.
Kau bermain licik, aku pun bisa ! Aku tahu kau mengetahui jika Jingga sudah pergi bahkan mungkin saja kau tahu dimana keberadaan Jingga saat ini.
Aku akan menunggu sampai nanti kau menunjukkan sendiri dimana Jingga berada.
Satria berusaha untuk bangkit, ia kemudian bergerak menuju sofa dan merebahkan tubuhnya disana. Walaupun wajah dan ulu hatinya terasa sakit akibat pukulan dari Kevin, namun rasa sakitnya seolah terbayar kala melihat betapa frustasinya Kevin kehilangan Jingga.
Jingga... Kita akan segera bersama. Tak lama lagi, aku akan menjemputmu. Dan setelah itu, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita.
__ADS_1
Satria meraih ponselnya, lalu menekan tombol untuk menghubungi seseorang.
" Berikan padaku alamat Jingga berada karena aku akan segera menjemputnya ! "