
Kevin dan Jingga mau tidak mau menyetujui keinginan kedua orang tua Kevin. Mereka menerimanya dengan segala konsekuensi dan alasan yang ada.
Dengan persiapan yang terhitung sangat singkat, mereka akan segera menjadi pasangan suami istri.
Dan akhirnya disinilah mereka berada, berada di atas pelampinan setelah akad nikah dilangsungkan. Meskipun pernikahan mereka diadakan secara mendadak namun tak jadi halangan untuk kemegahan acara pesta pernikahan satu-satunya keturunan Argajaya.
Mami Sita dan Papi Tommy nampak sangat bahagia. Raut bahagia pun tergambar dari wajah Jingga dan Kevin. Jika Jingga bahagia karena bisa lepas dari ibu tirinya, sedangkan Kevin bahagia karena bisa menuruti keinginan orang tuanya untuk menikah. Urusan perasaan diantara keduanya biarlah waktu yang akan menjawabnya. Mereka hanya mengikuti arus saja. Jika pada akhirnya mereka ternyata bisa saling mencintai itu akan lebih baik.
Ryan datang bersama dengan Michel kekasihnya.
" Kau lihat Kak Kevin. Baru saja bertemu dengan Kak Jingga tapi dia langsung menikahinya. Lalu apa kabarnya hubungan kita ? " ucap Michel sambil merengut.
" Jadi kau ingin segera aku nikahi ? Bukankah kau sendiri yang ingin menunda pernikahan kita ? " jawab Ryan membela diri.
" Ck, kau ini ! Semua karena kamu yang tidak serius " gerutu Michel dengan sebal.
" Hai, mengapa jadi aku yang salah ? " sahut Ryan tak terima.
" Sudahlah, aku malas membicarakannya denganmu. Lebih baik aku menemui Kak Kevin dan Kak Jingga saja " tukas Michel, berjalan menjauh dari Ryan.
" Haish !! Dasar labil..., untung aku suka " cebik Ryan namun ia segera melangkahkan kakinya mengikuti sang kekasih karena Ryan tak ingin Michel marah kepadanya. Bisa-bisa gagal Ryan memperistri Michel.
Ryan dan Michel akhirnya mengucapkan selamat kepada Kevin dan Jingga. Mereka memberikan doa dan harapan terbaik kepada dua insan yang baru saja melangkah menuju gerbang baru dalam hidup mereka.
" Kalian harus segera menikah, jangan dibiasakan tidur bersama tanpa ada ikatan. Nanti malah kebablasan ! " nasehat Kevin.
Ryan hanya mengusap tengkuknya sementara Michel membulatkan matanya. Ia tak menyangka jika Kevin mengetahui kelakuan mereka. Dan sepertinya ia tahu siapa dalangnya.
Michel menatap tajam kepada Ryan, lalu meninggalkan pelaminan setelah pamit kepada Kevin dan Jingga.
" Ish, Kak kenapa harus bicara seperti itu sih. Alamat bakalan ada perang dunia ke tiga ini " sewot Ryan lalu segera menyusul Michel yang sedang dalam mode marah.
" Michel... Michel... Tunggu dulu ! " seru Ryan mencekal tangan Michel.
" Kamu itu, sudah buat aku malu. Pasti kamu kan yang kasih tahu Kak Kevin soal itu ? " rajuk Michel.
" Memang aku kasih tahu Kak Kevin. Tetapi dia juga tahu kalau kita tidak melakukan apapun. Hanya sebatas menemani tidur saja, tidak lebih " jelas Ryan enteng.
__ADS_1
Dan jawaban Ryan itu justru membuat Michel semakin kesal. Bahkan kini Michel keluar dari balroom tempat acara resepsi.
" Dasar Ryan bre**sek ! " rutuk Michel sambil menendang udara.
Sungguh kali ini Michel merasa kesal dan kecewa kepada Ryan.
" Sayang... Maafkan aku ! Aku tahu aku salah dan... "
" Aku mau kita putus Ryan ! " sela Michel saat Ryan berjalan mendekatinya.
" Apa ? No, big no ! " sahut Ryan tegas. Kini ia menggenggam jemari tangan Michel dengan erat.
" Lepas, Ryan ! Lepas ! "
Michel mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ryan, namun Ryan malah menarik tangannya, memaksa Michel untuk mengikutinya hingga akhirnya mereka tiba di taman yang sepi.
" Apa tadi kamu bilang ? Putus ? Jadi kamu mau kita putus, begitu ? " cecar Ryan sambil mengangkat dan mengeraskan rahangnya.
" Iya, aku mau kita putus. Tidak ada yang harus dipertahankan dalam hubungan kita. Jadi sebaiknya hentikan hubungan kita dari sekarang sebelum semua terlanjur " sahut Michel emosi.
" Kau tidak akan bisa pergi dariku, Michel ! " gertak Ryan.
" Apa yang ada dalam pikiranmu, Michel ? Apa selama ini hubungan kita tidak berarti ? Bahkan kita sudah melalui banyak malam dengan tidur bersama " tukas Ryan.
" Hanya tidur, Ryan ! Kamu harus ingat, kita hanya tidur bersama. Tidak melakukan lebih ! " Michel menegaskan.
" Jadi kau ingin kita melakukan lebih dari itu ? Baik, aku akan melakukannya agar kau tidak pernah meninggalkanku " timpal Ryan lalu menarik Michel dan memagut serta mel*mat habis bibirnya.
Tak hanya itu, bahkan tangan Ryan kini sudah bergerak membuka ziper pakaian Michel yang berada di punggung gadis cantik itu. Michel berusaha berontak agar Ryan tidak meneruskan tindakannya yang berada di luar kendali.
" Lepas Ryan ! Dasar br***sek ! "teriak Michel sambil menampar pipi Ryan.
Ryan menatap Michel yang tengah dilanda amarah. Dadanya bergerak turun naik. Pakaiannya nampak berantakan, sorot matanya tajam namun terlihat sangat kecewa.
" Michel... Maafkan aku ! Aku hanya tidak ingin kau meninggalkanku " pinta Ryan.
" Tinggalkan aku ! " pekik Michel.
__ADS_1
" Tidak... Aku tidak mau ! "
" Aku bilang tinggalkan aku ! Aku tidak ingin melihatmu lagi, Ryan. Pergi ! " usir Michel.
" Tidak ! Aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan pernah ! "
" Baiklah, kalau begitu aku yang akan meninggalkanmu " sahut Michel lalu beranjak dari tempat itu setelah merapikan pakaian dan penampilannya.
" Michel...Menikahlah denganku ! " pinta Ryan saat Michel baru saja melangkahkan kaki menjauh dari Ryan.
Michel menghentikan langkahnya, ia tersenyum bahagia namun setelahnya ia menertawakan dirinya sendiri.
" Jadi beginikah caramu untuk mencegahku tidak pergi dari sisimu ? Mengapa kamu melakukan ini padaku Ryan ? " teriak Michel sambil mengeluarkan air matanya
Ryan berjalan menghampiri kekasih hatinya itu lalu memeluknya, membawa Michel ke dalam pelukannya.
" Ya, ini caraku mengikatmu Michel. Aku mencintaimu dan aku ingin menikah denganmu. Jadi kamu mau kan jadi istri aku ? " tanya Ryan bahkan kini Ryan sudah mengeluarkan sebuah cincin cantik dari dalam saku jasnya.
" Kamu pasti bergurau " ucap Michel tak percaya.
" Bulan dan bintang saksinya bahwa aku serius melamarmu dan ingin menjadikanmu istriku satu-satunya. Jadi apa jawaban kamu ? " tanya Ryan lagi.
Michel menutup mulut dengan kedua tangannya. Tak percaya akhirnya pria di hadapannya ini memintanya untuk menjadi istrinya.
" Jadi apa jawabanmu ? " tanya Ryan lagi, sepertinya ia sudah pegal karena berlutut di hadapan Michel.
Michel meraih cincin yang ada di tangan Ryan lantas memeluk pria itu.
" Ya, aku mau jadi istri kamu. Sudah sejak lama aku mengaharapkan hal ini. Akhirnya keinginanku terwujud " ucap Michel menangis haru.
" Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. Karena aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku mencintaimu, Michel. Tetaplah di sisiku ! " seru Ryan penuh harap.
" Aku akan selalu disisimu. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku mencintaimu, Ryan ! " balas Michel.
Akhirnya perang dunia yang dikhawatirkan oleh Ryan tidak terjadi. Justru kini ia dilimpahi kebahagiaan karena akhirnya sang kekasih bersedia menerima lamarannya walaupun harus melalui drama terlebih dahulu.
Sementara itu, di suatu tempat yang berada jauh di negara lain. Seorang pria muda, menatap layar monitor laptopnya. Ia baru saja membaca berita pernikahan antara Kevin dan Jingga. Tangannya mengepal bahkan ia juga memukul meja dengan kepalan tangannya.
__ADS_1
" Kenapa kamu tega, Jingga ? Padahal aku sedang berjuang untuk masa depan kita ! "