Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Terpuruk


__ADS_3

Jingga perlahan membuka matanya. Perlahan ia menyentuh kepalanya yang terasa berat. Jingga berusaha untuk bangkit namun ia menyadari satu hal jika dirinya tidak berada di kamar hotelnya.


Jingga lebih kaget lagi saat mendapati dirinya tak mengenakan pakaiannya. Ia hanya mengenakan pakaian dalam dan selimut saja yang menutupi tubuhnya.


Astaga... ! Apa yang terjadi ?


Jingga bertanya-tanya sambil mencari keberadaan pakaiannya.


Saat Jingga berusaha mencari pakaian, pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan Satria yang baru saja selesai mandi dengan hanya mengenakan bath robe.


" Kami sudah bangun sayang ? " tanya Satria dengan senyuman yang begitu lebar.


" Apa yang sudah Kak Satria lakukan pada Jingga ? " tanya Jingga menatap nyalang pada pria yang kini berdiri di hadapannya.


" Menurutmu ? " Satria menjawab dengan memberikan teka-teki yang membuat Jingga meremat selimut yang menutup tubuhnya.


" Jingga tanya apa yang sudah Kakak lakukan pada Jingga ? " tanya Jingga dengan nada suara meninggi dan bergetar menahan tangis.


" Aku sudah membuatmu menjadi milikku. Sejak dulu kamu seharusnya jadi milikku, Jingga ! " jawab Satria menatap Jingga dengan seringai di wajahnya.


" Tidak... Kak Satria pasti bohong ! Ini tidak benar... " ucap Jingga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Air mata kini turun tak bisa dibendung lagi. Jingga hanya bisa menangis, menyesal karena tak bisa mempertahankan apa yang seharusnya ia pertahankan untuk suaminya.


" Jingga... Kembalilah padaku ! Aku akan menerimamu dengan tangan terbuka " ucap Satria, tangannya terulur bermaksud menyentuh wajah Jingga


" Lepas ! Jangan sentuh Jingga ! Jingga benci Kak Satria ! " pekik Jingga sambil mendorong Satria.


" Kak Satria jahat... Jahat ! Jingga benci ! " teriak Jingga sambil melemparkan apa yang ada di sekitarnya ke arah Satria. Sementara air mata terus membasahi pipinya.


Satria tidak berusaha menghindar, ia justru terus bergerak mendekati Jingga.


" Pergi ! Jangan sentuh Jingga ! " pekik Jingga lagi.


Jingga memberontak saat Satria berhasil memeluknya.


" Lepaskan ! Lepaskan aku, brengsek ! " maki Jingga terus meronta agar Satria melepaskannya.

__ADS_1


Pukul saja aku, Jingga ! Benci aku ! Selama itu bisa membuatmu bersamaku, aku tak peduli apapun...


" Brengsek ! Lepaskan tanganmu dari istriku ! " tiba-tiba Kevin membuka pintu dan langsung menyerang Satria dengan membabi buta.


Kevin menyerang Satria, ia memukul wajah dan perut pria itu hingga Satria jatuh. Bahkan Kevin terus memberikan pukulan dan tendangan pada Satria kendati Satria sudah terbaring lemah.di lantai dengan wajah yang penuh luka lebam


" Tuan, cukup ! Sekarang kondisi Nyonya jauh lebih penting " ingat anak buah Kevin.


" **** ! Dasar laki-laki brengsek ! " Kevin melepaskan pukulan terakhir ke arah wajah Satria.


Melihat hal itu, Jingga semakin histeris. Kevin berjalan mendekati Jingga yang tengah menagis. Ia memeluk raga istrinya yang terlihat begitu terpukul.


" Tidak apa, Jingga... Aku disini ! " Kevin mengeratkan pelukannya pada Jingga yang masih menangis.


Semalaman Kevin mencari Jingga karena Jingga tak juga pulang ke hotel. Berkali-kali Kevin menghubungi namun ponsel Jingga tidak dapat dihubungi. Hal yang sama juga berlaku dengan ponsel Satria. Kevin yang mulai curiga ada yang tidak beres segera menghubungi orang suruhannya untuk mencari Jingga dan Satria. Dan akhirnya ia mendapatkan info jika Jingga dibawa ke sebuah vila oleh Satria.


Kevin membawa Jingga pergi setelah memakaikan pakaian kepada sang istri. Ia dengan segera membawa Jingga ke rumah sakit karena khawatir Jingga yang tak sadarkan diri.


Sementara Satria, Kevin membiarkannya dulu. Bagi Kevin yang terpenting saat ini adalah keadaan Jingga.


Jingga mengerjapkan matanya, lalu melihat sekeliling ruangan. Ia mengingat kembali kejadian yang baru saja dialaminya.


" Jingga... " ucap Kevin menyentuh kepala Jingga, namun Jingga mengelak. Ia menepis tangan Kevin.


" Jangan sentuh Jingga, Mas ! Jingga sudah kotor... Jingga sudah merusak kepercayaan Mas Kevin " ucap Jingga lirih, air mata kini mengalir deras di pipinya.


" Tidak, Jingga. Kamu salah... "


" Maaf, Mas ! Maafkan Jingga... Jingga sudah... " Jingga tak kuasa menahan air matanya. Bahkan kini Jingga mengusapkan tangannya ke seluruh tubuhnya seolah merasa jijik dengan dirinya sendiri.


" Pergi Mas ! Tinggalkan Jingga, Jingga tidak pantas jadi istri Mas Kevin... " pekik Jingga.


" Tidak Jingga, kamu salah... Aku tidak akan meninggalkanmu " sahut Kevin kemudian berusaha merangkul Jingga namun Jingga justru semakin histeris dan mendorong Kevin.


Mendengar teriakan membuat dokter dan perawat datang ke ruangan Jingga. Melihat Jingga yang terus berteriak membuat dokter menyuntikkan obat penenang pada Jingga. Dan tak lama kemudian, Jingga pun tertidur.


" Dokter apa yang terjadi dengan istri saya ? " tanya Kevin.

__ADS_1


" Sepertinya istri anda mengalami trauma... Anda harus sabar dalam menghadapinya "


" Separah itu ? Apa ada indikasi kekerasan seksual pada istri saya ? " tanya Kevin.


" Dari hasil visum yang anda minta tidak terdapat tanda kekerasan seksual. Hanya saja mungkin pikiran istri anda diarahkan kesana, sehingga menyebabkan istri anda trauma dan menganggap jika dirinya adalah korban pelecehan " jawab dokter.


" Lalu apa yang harus saya lakukan ? " tanya Kevin.


" Dampingi istri anda. Saat ini dalam pikiran bawah sadarnya ia adalah korban pelecehan. Meskipun anda mengatakan yang sebenarnya ia tidak akan percaya. Jadi bersikaplah anda mau menerimanya apa adanya dan nanti jelaskan sedikit demi sedikit mengenai keadaannya yang sebenarnya " jelas dokter.


" Baiklah... Terima kasih, dokter " ucap Kevin sebelum dokter meninggalkan ruangan.


Kevin menatapi wajah Jingga yang terlihat pucat. Ia merasa sangat bersalah. Seharusnya, ia tidak memberikan ijin kepada Satria untuk pergi bersama Jingga.


" Maafkan aku, Jingga... Maaf... ! Harusnya aku tidak membiarkanmu pergi dengan pria brengsek itu " sesal Kevin.


Seketika bayangan Satria memaksa Jingga muncul di benak Kevin, membuat Kevin merasa geram dan emosi.ĥ


Seharusnya, aku buat dia mati saja !


Kevin sangat geram dengan apa yang dilakukan oleh Satria. Menggiring pemikiran Jingga sehingga membuatnya berpikir jika dia sudah rusak dan harus pergi dari sisinya.


Aku tidak akan pernah membiarkanmu menang, Satria ! Jingga akan tetap bersama denganku.


Aku tidak akan pernah melepaskan Jingga !


Kevin tak lepas memandangi Jingga hingga kemudian wanita itu kembali membuka mata. Kevin mengelus lembut pucuk kepala Jingga lalu mengecup punggung tangan Jingga.


Jingga berusaha menarik tangannya, tetapi Kevin menahannya. Kevin menatap Jingga penuh kasih.


" Jingga aku tak peduli yang terjadi. Bagiku kau tetap Jinggaku yang pertama kali kukenal. Aku mencintaimu ! " aku Kevin sambil menggenggam tangan Jingga.


" Jingga tidak pantas lagi jadi istri Mas Kevin. Jadi Jingga mohon, lepaskan Jingga ! Mas Kevin berhak mendapat wanita yang lebih baik " lirih Jingga mencoba untuk berbesar hati.


Jingga tahu itu sulit, tapi Jingga rela jika harus kehilangan Kevin.


" Jangan pernah bicara tentang perpisahan, karena aku tidak akan pernah melepaskanmu ! Aku dan kamu akan selalu bersama selamanya sampai hanya kematian yang bisa memisahkan kita "

__ADS_1


__ADS_2