Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Mencari Jejak


__ADS_3

Kevin menatap Jingga yang terlihat sangat terkejut.


" Kamu kenapa sayang ? " tanya Kevin saat melihat perubahan mimik wajah Jingga.


" Eh, bukan apa-apa Mas... " jawab Jingga berbohong.


" Kamu lihat apa sih ? " tanya Kevin menaikkan sebelah alisnya, lalu melihat ke arah tatapan Jingga tadi. Tapi ia tidak menemukan apapun disana.


Jingga mengikuti arah pandangan Kevin ke arah tadi dia melihat Satria terlihat tapi ia tidak menemukannya sekarang.


Fiuh... Syukurlah ! Mungkin hanya khayalanku saja !


Batin Jingga, menyapu pandangan ke segala arah.


" Kamu mau makan apa sayang ? tanya Kevin membuat Jingga mengalihkan pandangannya ke arah sang suami.


" Terserah Mas saja ! " jawab Jingga sambil tersenyum.


Sementara itu, Satria memperhatikan Kevin dan Jingga dari balik dinding pembatas. Beruntung ia bergerak cepat untuk bersembunyi saat tadi Jingga melihatnya.


Aku akan memisahkanmu dengannya, Jingga. Bagaimanapun caranya, kamu akan kembali lagi padaku !


Satria bertekad dari hatinya yang paling dalam. Ia akan terus mengikuti Kevin dan Jingga hingga nanti ada kesempatan untuknya memisahkan mereka berdua.


Hari-hari di Paris dilewati dengan sangat baik oleh Kevin dan Jingga. Mereka kini bahkan semakin dekat dan sepertinya sudah mulai tersemai bibit cinta diantara mereka.


Setiap harinya mereka berkeliling ke tempat-tempat romantis yang ada di Paris dan sekitarnya. Mulai dari Ponts des Art ( Jembatatan gembok cinta ) dimana dipercaya jika pasangan menuliskan nama mereka pada gembok dan mengaitkannya pada kawat jembatan kemudian membuang kuncinya ke sungai maka hubungan mereka akan bertahan lama. Setelah itu mereka mengunjungi museum Louvre yang terletak tak jauh dari Ponts des Art.


Momen bulan madu mereka tak hanya berakhir disana. Mereka juga berjalan-jalan di Paris dengan menggunakan mobil 2CV. Dan di hari terakhir mereka di Paris, mereka mengunjungi Jardin du Luxemburg, sebuah taman dengan bunga warna-warni dan air mancur. Sungguh bulan madu yang begitu romantis bagi mereka berdua.


Kevin dan Jingga kini berada di hotel kembali. Ini adalah malam terakhir mereka berada disana karena keesokan hari, mereka akan kembali ke tanah air. Jingga mulai merapikan barang bawaannya ke dalam koper dibantu oleh Kevin.


Setelah merapikan barang bawaan, mereka akhirnya membaringkan diri di atas kasur. Baru saja Kevin akan menutup mata, ponselnya berdering. Kevin melihat siapa yang menghubunginya kemudian bangkit dari tempat tidur. Ia menuju balkon untuk menjawab panggilan tersebut.


" Ya, ada berita apa ? " tanya Kevin saat mengangkat panggilan.

__ADS_1


" Tuan, orang yang anda suruh awasi bertemu dengan seorang wanita "


" Benarkah ? Awasi terus mereka ! Aku akan segera ke sana setelah kembali dari sini " titah Kevin kemudian menutup panggilan.


Kevin menghirup udara malam dari balkon. Ia melihat ke arah tempat tidur dan Jingga sudah terlelap.


Maafkan aku, Jingga ! Tapi aku harus menyelesaikan ini semua agar aku tenang menjalani hidup denganmu.


Kevin kembali menuju tempat tidur, ia berbaring di sisi Jingga kemudian memeluk dan mengecup kening sang istri dengan lembut sebelum akhirnya ikut masuk ke alam mimpi.


Pagi harinya, mereka berdua sudah bersiap di lobi hotel untuk menuju bandara. Tidak ada yang salah, hanya saja Jingga merasa jika Kevin terlihat tidak tenang sepanjang perjalanan menuju bandara.


" Mas, ada apa ? Mas terlihat khawatir ? " tanya Jingga membuat Kevin menatap istrinya itu.


" Tidak ada apa-apa. Hanya saja Mas harus segera ke Lombok " jawab Kevin.


" Mas ada pekerjaan disana ? " tanya Jingga lagi.


Kevin menghela nafasnya lalu mengalihkan pandangan. Ia tak kuasa menatap Jingga.


Jingga tak bisa berkata apapun. Ia hanya menghela nafasnya panjang.


" Kalau itu bisa membuat pikiran Mas tenang, pergilah ! Temui perempuan itu, supaya tidak ada lagi yang mengganjal pikiran Mas " sahut Jingga.


" Kau tidak keberatan ? " selidik Kevin.


Jingga menggeleng pelan.


" Jika untuk kebaikan hubungan kita, Jingga tidak akan keberatan. Jingga percaya Mas Kevin " ucap Jingga dengan senyuman di wajahnya.


Kevin membawa Jingga ke dalam pelukannya lalu mengecupi pucuk kepala Jingga.


" Terima kasih sudah mengerti dan mendukungku " ucap Kevin. Sungguh ia merasa beruntung memiliki istri seperti Jingga. Dan ia tak akan melepaskan Jingga demi apapun.


Perjalanan panjang kembali ke tanah air, tidak menyurutkan semangat Kevin untuk menemukan wanita yang selama ini dicarinya. Meskipun saat ini, ia tak akan mungkin menikahi wanita itu namun jika ternyata wanita itu hamil anaknya, maka Kevin akan bertanggung jawab atas anak itu jika lahir nanti.

__ADS_1


Setelah sampai di bandara, Kevin dan Jingga melanjutkan kembali perjalanan menuju Lombok. Awalnya Jingga akan pulang lebih dulu. Akan tetapi, Kevin meminta Jingga untuk ikut bersamanya. Ia tidak ingin keluarganya curiga juga tidak ingin ada rahasia apapun antara dirinya dan Jingga.


Di Lombok, Karina sendiri kini tengah bertemu kembali dengan pelayan yang waktu itu membantunya. Pelayan itu mengatakan jika ada seorang pria yang mencarinya saat ia keluar dari hotel. Karina meyakini jika pria yang dimaksud pelayan itu adalah pria yang bertemu dengannya saat ia berada di bandara saat itu.


Karina sengaja datang ke Lombok saat ini, untuk menenangkan dirinya. Setelah bercerai dengan ayah Aluna dan mengetahui jika dirinya tengah mengandung, hidupnya perlahan berubah. Karina menyadari semua ini adalah karma yang harus diterimanya. Bahkan ia tidak tahu, siapa ayah dari bayi yang ada dalam kandungannya meskipun besar dugaannya jika ayah dari bayinya adalah orang yang menghabiskan malam bersamanya saat itu.


Karina mencoba menghidupi dirinya dan bayi dalam kandungannya dengan mulai memulai dari awal. Ia bertekad untuk meninggalkan dunia modelling yang sudah membuatnya salah langkah. Menyesal, tentu saja Karina menyesali semua perbuatannya tapi nasi sudah menjadi bubur dan Karina mau tidak mau harus siap menerima konsekuensi atas perbuatannya.


Kevin dan Jingga baru saja mendarat di bandara.


" Dimana orang itu ? " tanya Kevin saat menghubungi orang suruhannya.


" Dia sedang bekerja Tuan, di tempat ia bekerja dulu " jawab orang suruhannya itu.


" Dan wanita itu ? " tanya Kevin lagi.


" Sepertinya, dia sudah kembali Tuan. Maaf saya kehilangan jejaknya lagi ! " jawabnya penuh penyesalan.


Kevin menghembus kasar nafasnya. Jauh-jauh dia datang, nyatanya tujuannya tak lagi tercapai.


" Sudahlah, yang penting kita dapat informasi dari pelayan itu " sahut Kevin lalu menutup panggilan.


" Kenapa Mas ? " tanya Jingga penasaran.


" Dia sudah pergi lagi. Kita sudah sampai disini dan kita tidak bisa menemukannya. Mungkin ini sudah suratan takdir bahwa aku tidak akan bertemu dengannya lagi " jawab Kevin dengan kekecewaan yang besar.


Jingga meraih tangan Kevin lalu menggenggam jemarinya.


" Yang penting, Mas sudah berusaha... Mas harus ingat kalau Tuhan tidak tidur. Tuhan pasti sudah menentukan jalan terbaik. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa " ucap Jingga menenangkan Kevin.


Kevin tersenyum kemudian memeluk Jingga.


" Iya kamu benar. Dan aku bersyukur karena Tuhan memberikan jalan kepadaku untuk bertemu wanita sepertimu " sahut kevin.


Keduanya tidak menyadari jika sejak mereka tiba, ada dua pasang mata memperhatikan mereka. Sepasang mata milik Satria yang menatap mereka dengan kesal. Sedangkan sepasang mata lainnya adalah milik Karina yang tidak sengaja melihat Kevin saat ia akan kembali ke ibukota.

__ADS_1


__ADS_2