
Jingga baru saja membuka matanya yang begitu berat. Tubuhnya pun terasa remuk dan lelah karena semalam ia menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada Kevin. Mereka menghabiskan malam pertama dengan suasana yang romantis dan begitu intim.
" Pagi, sayang " ucap Kevin sambil mengecup pipi Jingga membuat Jingga segera menatap Kevin yang tersenyum ke arahnya.
Akan tetapi sesaat kemudian, Jingga mengalihkan pandangannya karena malu melihat tubuh bagian atas Kevin yang polos.
" Hei kenapa ? " tanya Kevin heran dengan sikap Jingga.
" Malu, Mas ! " jawab Jingga sambil menutupi tubuh dan wajahnya dengan menggunakan selimut.
Kevin mengangkat sudut bibirnya. Ia masih ingat bagaimana mereka menghabiskan malam pertama mereka tadi malam. Walaupun bukan yang pertama kali baginya, namun Kevin merasa bangga karena sudah menjadi yang pertama bagi Jingga.
" Jadi apa sekarang kamu menyesali apa yang sudah kita lakukan semalam hem ? " selidik Kevin.
Jingga membuka selimut yang menutupi wajahnya.
" Kenapa Mas bertanya seperti itu ? " tanya Jingga dengan dahi yang berkerut.
" Jingga tidak menyesali apapun karena Jingga sudah yakin menyerahkan semuanya kepada Mas Kevin. Mas tidak percaya ? " tambah Jingga menatap Kevin dengan lekat.
Senyum Kevin mengembang mendengar ucapan Jingga lantas ia mendekatkan diri lalu mendekap Jingga dengan erat. Hal itu tentu saja membuat jantung Jingga berdetak kencang. Dan tentunya juga membuat milik Kevin kembali tegang.
" Mas... " ucap Jingga saat merasakan nafas Kevin berhembus hangat di tengkuknya.
" Hem... " Kevin mengecupi tengkuk Jingga membuat Jingga merasa geli.
" Mas... Aku mau mandi dulu " ucap Jingga mencoba menyingkir dari Kevin, namun belum juga berhasil bergerak, Jingga merasakan perih di bagian inti tubuhnya dan membuatnya berdesis.
" Ssh... Aww... " ucap Jingga.
" Kamu kenapa sayang ? " tanya Kevin khawatir, bahkan kini Kevin sudah berjongkok di hadapan Jingga.
Jingga yang melihat Kevin tanpa busana langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
" Mas, pakai baju dulu ! " seru Jingga tanpa berani menatap Kevin.
Kevin menyeringai lalu tanpa ba bi bu, Kevin mengangkat tubuh polos Jingga menuju kamar mandi.
Jingga yang merasakan tubuhnya melayang langsung membuka matanya dan mengalungkan tangannya di leher Kevin.
" Tidak perlu malu, kita berdua sudah melihat semua dan merasakannya bersama " ucap Kevin membuat Jingga menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Kevin.
__ADS_1
Kevin menurunkan tubuh polos Jingga ke dalam bathtub yang sebelumnya telah ia isi dengan air hangat. Dan ia pun segera menyusul Jingga masuk ke dalam bathtub untuk mandi bersama dan melakukan yang lainnya.
Seharian ini, Kevin dan Jingga tak meninggalkan kamar hotel. Bahkan untuk sarapan dan makan siang pun Kevin memilih layanan kamar untuk mengantarkan makanan mereka ke kamar.
Dan hal itu tentu membuat Satria yang juga tidur di hotel yang sama dengan mereka tak bisa tenang karena tak bisa melihat Jingga. Hingga kemudian Satria memutuskan untuk menghubungi Jingga.
Ponsel milik Jingga berdering, namun Jingga tak mengangkatnya karena tengah tertidur setelah Kevin menggempurnya kembali. Kevin yang merasa terganggu tidurnya, lantas mengangkat panggilan.
" Jingga... Kamu kemana saja ? " tanya Satria khawatir.
" Oh, kamu. Jingga lagi tidur " jawab Kevin dengan suara khas orang bangun tidur.
" Masih tidur ? Sudah siang begini masih tidur ? " tanya Satria kembali.
" Ya, karena kecapean. Semalam... " Kevin tidak melanjutkan ucapannya.
" Ada perlu apa kau menghubungi Jingga ? " tanya Kevin.
" Tidak apa, aku hanya ingin menanyakan kabarnya saja. Bagaimana bulan madu kalian ? " Satria mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Menyenangkan... Kami sangat bahagia berada disini... " jawab Kevin.
Lalu bagaimana malam pertama kalian ?
" Sat ? Kamu masih disana ? Mau aku bangunkan Jingga ? " tanya Kevin membuat pikiran Satria buyar.
" Tidak... Tidak perlu ! Katakan saja padanya jika aku menghubunginya " jawab Satria kemudian mengakhiri panggilan.
" Ck... Mengganggu saja ! " gerutu Kevin lalu kembali tidur sambil memeluk Jingga.
Mentari sudah condong ke sebelah barat saat Kevin kembali membuka matanya. Ia menatap wajah Jingga yang masih terlelap. Kevin mengelus pipi gadis yang kini sudah menjadi seorang wanita itu hingga membuat Jingga mengerjap dan membuka matanya.
Yang pertama kali Jingga lihat saat membuka matanya adalah senyuman dari wajah tampan sang suami.
" Mas... Jam berapa ini ? " tanya Jingga sambil mengangkat kepalanya hingga bersandar pada headboard ranjang king size yang mereka tiduri.
" Sudah jam 4 sore, sayang " jawab Kevin santai sambil terus memperhatikan wajah bantal sang istri yang terlihat cantik alami.
" Astaga... Kita tidur selama itu ? " gumam Jingga.
" Iya, selama itu sayang..." sahut Kevin.
__ADS_1
" Ini gara-gara Mas Kevin sih, mau terus begitu " gerutu Jingga sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kalau sama kamu gak tahan buat begitu sayang. Lagipula halal kok, yang " sahut Kevin sambil terkekeh.
" Ish... Kesitu terus arahnya... " oceh Jingga sambil menurunkan kakinya.
" Mau kemana, Jingga sayang ? " tanya Kevin sambil menahan tangan Jingga.
" Mandi. Kenapa mau bareng lagi ? " sindir Jingga
" Boleh ! " jawab Kevin sambil ikut beranjak turun dari ranjang.
Mata Jingga membola, dan ia seketika masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya agar Kevin tidak bisa masuk.
" Lho, sayang... Kok dikunci sih ? Katanya mau mandi bareng ? " Kevin mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.
" Jingga mau mandi sendiri ! Kalau Mas Kevin mau mandi tunggu Jingga selesai " teriak Jingga menyahut ucapan Kevin dari dalan kamar mandi.
Kevin terkekeh, rasanya menyenangkan menggoda sang istri. Tapi lebih menyenangkan lagi jika main di atas ranjang bersama Jingga.
Jingga akhirnya selesai mandi juga. Ia kemudian keluar dari kamar mandi dan begitu terkejut saat mendapati Kevin berdiri di depan pintu dengan tangan terlipat di dada.
" Haaw... Ya ampun, Mas... Kenapa berdiri disini ? " tanya Jingga terjingkat sendiri
" Hmm... Kamu wangi " ucap Kevin sambil mendekati tubuh sang istri.
" Ih, sudah sekarang giliran Mas yang mandi ! Sana masuk ! " seru Jingga lalu berusaha berjalan melewati Kevin.
Kevin bukannya memberi jalan kepada Jingga tetapi malah menghalangi jalan Jingga lalu memeluk istrinya itu.
" Mandi bareng yuk ! " ajak Kevin yang sudah kembali on fire.
Jingga mendorong dada bidang Kevin yang tertutup bath robe.
" Mas mandi dulu ! Jingga sudah siapkan air hangat di bathtub " ucap Jingga berusaha menghindari Kevin.
" Ck, ya sudah sekarang kamu lolos. Tapi jangan harap nanti malam kamu bisa lolos lagi " bisik Kevin lalu mengecup pipi Jingga yang mulai merona itu.
Dengan santai Kevin masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Jingga yang berusaha untuk menormalkan detak jantungnya.
Mereka akhirnya keluar dari kamar menuju restoran hotel untuk makan malam. Setelah seharian ini, mereka mengurung diri di kamar untuk menuntaskan hasrat mereka.
__ADS_1
Satria yang akhirnya bisa melihat Jingga kini bisa bernafas dengan lega karena rasa rindunya yang membuncah terbayarkan sudah. Saat Satria tengah mencuri pandang ke arah Jingga, secara tak sengaja Jingga tengah mengedarkan pandangan ke sekeliling dan kemudian terpaku karena melihat sosok yang sedang duduk memperhatikan dirinya.
Astaga... !