Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Kesepakatan


__ADS_3

Kevin membawa Jingga ke perusahaannya. Ia akan meminta Jingga untuk berpura-pura sebagai calon istrinya. Tentu saja hal ini dilakukannya untuk membuat senang kedua orang tuanya.


Kevin mengatakan akan membawa calon istrinya namun sampai saat ini, ia masih belum bisa menemukan wanita itu. Padahal Kevin sudah berencana untuk menjadikan wanita itu istrinya.


Tapi rupanya Tuhan punya kehendak lain. Ia dipertemukan dengan Jingga yang kebetulan pula sedang mendapatkan masalah dengan keluarganya. Jadi anggap saja simbiosis mutualisme.


" Jadi apa kau bersedia menjadi calon istriku ? " tanya Kevin pada Jingga.


Jingga tak menjawab apapun. Ia masih mencerna semua yang terjadi dalam hidupnya. Dikhianati oleh orang yang ia percayai lalu hampir saja dilecehkan. Dan sekarang orang yang menyelamatkannya justru memintanya berpura-pura menjadi calon istrinya.


" Kak, kau gila ! Bagaimana jika Om dan Tante tahu kau hanya berpura-pura. Mereka akan kecewa " bisik Ryan yang sejak tadi ingin menyampaikan keberatan kepada kakak sepupunya itu.


" Aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir. Aku akan keluar sebentar bersama Ryan " ucap Kevin lalu mengajak adik sepupunya itu keluar.


Kevin kini berada di ruangan Ryan bersama dengan Ryan.


" Kak... Kau sudah pikirkan matang-matang rencanamu itu ? " tanya Ryan.


" Ya. Sepertinya ini satu-satunya jalan keluar bagiku. Ini juga membantu Jingga keluar dari masalahnya " jawab Kevin.


" Keluar dari masalah lama tapi masuk ke dalam masalah baru... " sela Ryan asal.


" Kau ini, bukannya mendukungku " cebik Kevin merasa kesal dengan sikap Ryan.


" Bukan begitu Kak. Apa kakak sudah memikirkan lebih jauh. Om dan Tante pasti akan meminta kakak untuk segera menikah. Lalu jika seperti itu, apa kakak akan menikahi Jingga ? " tanya Ryan.


" Mungkin saja " jawab Kevin asal.


" Pernikahan macam apa yang akan kakak berikan pada Jingga jika kalian tidak saling mencintai. Lalu bagaimana jika kakak menemukan wanita itu setelah kalian menikah nanti ? Siapa yang akan kakak pilih ? Lagi pula memangnya Jingga tidak memiliki kekasih ? " cecar Ryan memberikan banyak pertanyaan kepada Kevin.


Kevin tak mengeluarkan sepatah katapun. Semua yang dikatakan Ryan benar adanya.


" Kak... " panggil Ryan membuat Kevin menoleh.

__ADS_1


" Kalau begitu, kita ceritakan masalahnya kepada Jingga dan kita tanyakan apakah dia memiliki kekasih atau tidak. Jika dia keberatan maka aku tidak akan memaksanya. Tetapi jika dia bersedia, kau harus mendukungku " ucap Kevin memberikan keputusan.


Ryan menghela nafasnya. Entah harus dengan apa ia membuat atasan sekaligus kakak sepupunya itu sadar. Tapi ia akhirnya menyetujui ide Kevin. Ia hanya bisa berharap agar Kevin mendapatkan kebahagiaannya.


Akhirnya Kevin dan Ryan kembali menemui Jingga. Mereka menceritakan masalah yang menimpa Kevin lalu meminta tanggapan dari Jingga.


Ternyata Jingga menerimanya. Ia memilih untuk menerima ide Kevin karena Jingga merasa aman bersama Kevin. Ia juga bisa memperoleh perlindungan dari Kevin. Karena Jingga tak ingin kembali ke rumahnya lagi.


" Lalu apa kau memiliki kekasih ? " tanya Kevin yang langsung membuat Jingga teringat kepada seorang pria yang sangat dekat dengannya namun sampai sekarang tak kunjung datang untuknya.


Pria yang hanya memintanya untuk menunggu tanpa memberi kepastian. Bahkan mereka tak pernah mengikrarkan diri sebagai pasangan. Akan tetapi mereka sadar akan perasaan masing-masing.


" Tidak, aku tidak memiliki kekasih. Dulu pernah ada orang yang sangat berarti tapi sekarang sudah pergi dan mungkin tak akan kembali " jawab Jingga lirih.


" Baiklah, kalau begitu kita sepakat. Nanti aku akan mengenalkanmu sebagai calon istriku kepada kedua orang tuaku " ucap Kevin.


Jingga mengangguk sebagai tanda bahwa ia setuju.


" Lalu jika orang tua Kakak meminta kalian untuk menikah, apakah kalian juga akan setuju ? " tanya Ryan yang langsung membuat baik Jingga maupun Kevin terdiam.


Lama Jingga berpikir, sebelum akhirnya ia pun menyetujui ucapan Kevin.


" Kalian benar-benar gila. Sungguh luar biasa... " celetuk Ryan yang merasa jika keduanya memang ditakdirkan bersama karena keterpurukan yang mereka hadapi.


Kevin akhirnya membawa Jingga pulang ke mansion keluarganya karena Ryan tidak mengijinkan Jingga tinggal bersama dengannya. Bisa terjadi perang dunia, kalau sampai kekasihnya tahu jika Ryan membawa perempuan lain untuk tinggal bersamanya. Oleh karena itu, Kevin akhirnya mengajak Jingga tinggal di kediamannya.


" Kau tinggal di kamar ini. Jika butuh sesuatu, kau beri tahu saja aku. Nanti aku akan meminta pelayan di rumah ini untuk membantumu " seru Kevin saat mengantarkan Jingga ke kamar tamu.


" Terima kasih, Tuan ! Anda sudah membantuku " ucap Jingga.


" Tidak perlu berterima kasih padaku. Seharusnya aku yang berterima kasih padamu karena kamu sudah setuju untuk membantuku " sahut Kevin.


" Ah iya, Jingga... Jangan panggil aku Tuan. Panggil saja yang lain " ucap Kevin lagi. Ia takut orang tuanya curiga jika Jingga memanggilnya Tuan.

__ADS_1


" Lalu aku harus memanggilmu apa Tuan ? " tanya Jingga sambil menatap Kevin.


" Terserah saja, kau bisa memanggilku kakak seperti Ryan atau Mas, Abang atau... "


" Baiklah, aku akan memanggilmu kakak saja seperti Tuan Ryan memanggilmu " potong Jingga.


Kevin mengangguk, kemudian meninggalkan Jingga. Kevin kembali ke kamarnya setelah sebelumnya memberitahu para pelayan bahwa Jigga adalah calon istrinya.


Keesokan harinya, Jingga sudah siap saat Kevin mengetuk pintu kamarnya mengajaknya untuk sarapan. Kevin merasa heran, karena Jingga tidak mengganti pakaiannya.


" Kau tidak mengganti bajumu ? " tanya Kevin saat melihat penampilan Jingga masih sama seperti kemarin.


" Aku tidak membawa barang-barangku. Jadi selain kartu identitasku, aku hanya memiliki baju ini " jawab Jingga apa adanya.


Kevin menghela nafasnya, sepertinya ia harus membelikan beberapa pakaian untuk Jingga. Namun sekarang Jingga harus mengganti bajunya terlebih dahulu.


Kevin lantas kembali ke kamarnya, ia mengambil pakaiannya yang berukuran besar. Hingga kemudian ia mengambil kaos oblong miliknya lalu memberikannya kepada Jingga.


" Kau pakailah baju ini dulu, nanti aku akan meminta Ryan untuk meminjam pakaian kekasihnya. Setelah itu, aku akan menemanimu membeli pakaian " jelas Kevin.


Jingga menerima kaos yang diberikan oleh Kevin.


" Terima kasih Kak. Kalau begitu, aku ganti pakaian dulu " ucap Jingga.


Kevin segera menghubungi Ryan dan meminta Ryan untuk meminjamkan pakaian milik Michel kekasihnya. Kevin tahu jika di apartemennya, Ryan memiliki pakaian Michel karena kekasihnya itu sering menginap disana.


" Kita tunggu Ryan datang meminjamkan pakaian kekasihnya untukmu. Setelah itu kita akan pergi membeli keperluanmu " ucap Kevin tanpa melihat Jingga yang kini berada di depannya.


" Kak... " ucap Jingga.


" Ya ada apa... ? " tanya Kevin melihat ke arah Jingga. Dan setelah itu Kevin tak tahu harus berkata apa saat melihat Jingga mengenakan kaosnya yang kebesaran di tubuh Jingga.


" Em, ini... Terlalu pendek " jawab Jingga sambil menarik ujung kaosnya yang menutupi paha bagian atasnya.

__ADS_1


Jika Jingga merasa risih atas ketidaknyamanannya, namun Kevin justru merasa kagum melihat Jingga. Ia kini tak bisa melepaskan tatapannya melihat Jingga.


__ADS_2