Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Memancing Penjelasan


__ADS_3

" Aku akan menemuimu lagi " ucap Satria saat mobil yang dikendarainya berhenti di depan kediaman keluarga Kevin.


" Tidak perlu, Kak ! Sebaiknya kakak tidak menemuiku lagi " seru Jingga sambil membuka seat belt yang melingkar di tubuhnya.


Jingga meraih tuas pintu, namun Satria dengan segera mengunci pintu.


" Apa-apaan ini Kak ? Tolong buka pintunya ! " mohon Jingga.


" Tidak sampai kau mau bertemu lagi denganku " ucap Satria.


" Untuk apa Kak ? Itu hanya akan membuat kita semua terluka ! Lupakan Jingga, Kak ! " seru Jingga.


" Tidak Jingga, aku tidak bisa... Aku melakukan semua ini untukmu, untuk kita. Aku tidak terima kamu melupakan hubungan kita begitu saja " sahut Satria yang kini sudah menggenggam tangan Jingga.


" Semuanya sudah selesai, Kak. Tidak ada yang bisa dipertahankan dari hubungan kita... "


" Tidak ! Ini belum selesai Jingga. Bahkan aku baru saja memulainya " sela Satria.


Jingga melepas tangannya dari genggaman tangan Satria.


" Kakak baru saja memulai, tapi aku sudah mengakhirinya. Terima kasih karena selama ini kakak sudah mau mencintai Jingga. Jingga tidak akan pernah melupakannya " ucap Jingga lirih.


" Jadi kamu benar-benar meninggalkanku ? Meninggalkan semua impian yang kita susun bersama ? " tanya Satria menahan emosinya.


" Tidak ada pilihan lain, Kak. Keputusan sudah Jingga ambil. Doakan saja Jingga bahagia dan Jingga pun akan mendoakan kebahagiaan untuk Kak Satria " jawab Jingga lalu membuka tuas pintu yang kini sudah tak terkunci.


Jingga keluar dari dalam mobil, ia memilih untuk segera masuk ke dalam kediaman Kevin, daripada harus melihat Satria pergi.


Maaf... Maafkan Jingga, Kak ! Seandainya Kakak kembali lebih dulu, tentu ceritanya akan berbeda


Jingga membatin dalam hati, sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya. Jingga terus berjalan tanpa menoleh ke arah Satria.


Cukup katakan jika kamu ingin bersamaku, maka aku akan membawamu pergi. Bahkan aku tak lagi peduli siapa yang akan kuhadapi nanti asalkan bisa bersama denganmu.


Satria menatapi punggung Jingga yang kini telah menjauh. Bahkan ia tak sedikitpun menoleh ke arahnya. Apakah rasa itu sudah benar-benar hilang sepenuhnya ?


Satria merutuki kesalahannya sendiri. Meninggalkan Jingga lalu tak mengabarinya dengan dalih fokus membangun impian agar bisa bersama dengannya.


Sungguh bodoh !

__ADS_1


Itulah yang dirasakan oleh Satria saat ini. Seharusnya ia berpikir, wanita mana yang bisa tahan tanpa kepastian seperti itu kendati mereka saling mencintai. Walaupun Satria yakin jika Jingga masih mencintainya tapi apa yang bisa ia lakukan sekarang saat Jingga sudah menjadi milik pria lain.


Aku akan membuatmu kembali padaku, Jingga !


Satria pun segera melajukan kendaraannya. Ia sudah berencana untuk membuka perusahaan dan menetap di kota ini.


Jingga memasuki mansion dengan langkah lunglai bahkan ia tidak memperhatikan jika ibu mertuanya berada di ruang tengah.


" Kamu sudah pulang sayang ? " tanya Mami Sita saat Jingga akan menaiki tangga.


Jingga menoleh dan melihat ibu mertuanya itu tersenyum ramah kepadanya. Jingga balas tersenyum kepada ibu mertuanya itu. Mami Sita sangat menyayanginya dan Jingga pun sangat menyayangi Mami Sita bahkan Jingga sudah menganggap Mami Sita selayaknya ibu kandungnya sendiri.


" Iya, mi... Jingga baru pulang " jawab Jingga lalu menghampiri ibu mertuanya itu.


" Lho kakak kamu kemana ? " tanya Mami Sita heran karena Jingga pulang sendirian.


" Tadi Kak Satria hanya mengantar Jingga sampai depan gerbang Mi. Kak Satria minta maaf tidak bisa pamit pada Mama karena ada banyak urusan yang harus diselesaikan " jawab Jingga menutupi.


" Tidak apa, Mami paham kok. Kakak kamu itu kan baru saja kembali dari luar negri pasti banyak yang harus diurus. Lain kali kamu ajak kakak kamu itu makan malam bersama kita ya " seru Mama Sita.


Jingga hanya mengangguk perlahan tanpa mau menyahut ucapan ibu mertuanya.


" Iya, sayang. Kamu bersihkan diri dulu ! " sahut Mami Sita.


Jingga masuk ke dalam kamarnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Jingga berusaha mendinginkan pikirannya dengan mengguyur tubuhnya dengan air dari shower.


Kenapa Kak ? Kenapa Kak Satria harus kembali saat ini... Disaat Jingga sudah ikhlas dengan hubungan kita yang tak ada arah tujuan.


Saat Jingga sudah menemukan keluarga yang menyayangi Jingga. Dan sekarang mengapa kakak kembali lagi untuk menggoyahkan keputusan yang sudah Jingga ambil...


Air mata Jingga mengalir bersamaan dengan guyuran air dari shower yang membasahi seluruh tubuhnya.


Setelah puas menumpahkan kesedihannya dan selesai membersihkan diri, akhirnya Jingga keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bath robe sebatas paha.


" Kamu baru pulang ? " tanya Kevin yang membuat Jingga terjingkat kaget sambil mengusap dadanya.


" Ya ampun, Mas... Jadi kaget lho ! Mas kapan pulang ? " tanya Jingga sambil melihat ke arah Kevin yang duduk di tepi ranjang.


" Baru sampai " jawab Kevin sambil menatap dan mengamati wajah Jingga.

__ADS_1


Menyadari jika Kevin sedang mengamatinya, Jingga segera menuju walk in closet untuk memakai baju.


Pasti ada yang dia sembunyikan


Tebak Kevin karena melihat sikap Jingga yang terkesan salah tingkah.


Jingga kini sudah keluar dari walk in closet dengan mengenakan dress rumahan.


" Mas mau mandi dulu ? " tanya Jingga saat melihat Kevin membuka jas dan juga dasinya.


Kevin mengangguk kemudian menuju kamar mandi. Sekitar 10 menit kemudian, Kevin keluar dari dalam kamar mandi lalu menuju walk in closet.


Jingga memasukkan pakaian kotor yang Kevin pakai ke dalam laundry bag. Lalu ia menunggu Kevin selesai berpakaian dengan duduk di balkon kamarnya.


Tak lama berselang, Kevin yang sudah memakai celana pendek serta T shirt menghampirinya.


" Mas sudah selesai ? " tanya Jingga begitu melihat Kevin berada disampingnya.


" Hem... " jawab Kevin singkat.


" Kamu sedang ada masalah ? " tebak Kevin langsung membuat Jingga merasa semakin bersalah.


Jingga menggeleng perlahan.


" Aku pikir kamu sedang ada masalah. Ya sudah kalau begitu kita turun saja. Mami tadi meminta kamu untuk mengundang kakak kamu makan malam bersama besok " ucap Kevin.


" Apa ? Mami mau ajak Kak Satria makan malam bersama besok ? " tanya Jingga kaget.


" Iya, tadi Mami bilang begitu... Katanya untuk mempererat silaturahmi. Kita kan sudah menjadi keluarga sekarang " jawab Kevin sambil mengamati perubahan air muka Jingga.


" Baiklah, nanti akan aku hubungi Kak Satria " sahit Jingga dengan helaan nafas yang terasa berat.


" Kakak kamu pasti sayang sekali sama kamu ya, terlihat dari sikapnya " pancing Kevin.


Jingga memainkan ujung dressnya tanpa ingin mengatakan apapun. Dan Kevin bisa melihat kekhawatiran di wajah Jingga.


" Jingga... Jika ada yang ingin kau ceritakan, maka ceritakanlah. Bukankah kita sudah mendiskusikannya agar selalu terbuka satu sama lain. Walaupun hubungan kita tidak berlandaskan cinta, tapi kita sudah menjadi suami istri sekarang. Setidaknya jika cinta belum ada diantara kita, kita bisa berbagi kepercayaan " ucap Kevin mencoba membuat Jingga berterus terang.


Jingga menarik nafasnya dalam-dalam lalu memghembusnya seolah banyak beban pikiran di pikirannya.

__ADS_1


" Mas...Sebenarnya Kak Satria itu bukan kakak... "


__ADS_2